The Unforgetable Memories (Eunkyung Side)


Author: cassandraCHO203 / @imhelenvrnc

Cast : 
Cho Kyuhyun
Lee Eunkyung

And other cast

Genre: romance,angst

Rating : PG 13+

Annyeong choneun Lee Eunkyung imnida. 20 tahun, mahasiswi Kyunghee university. Jurusan designer.

Aku ya aku. Aku tidak tau mengapa hal ini harus terjadi padaku. Entah apa yang Tuhan rencanakan untukku. Tapi hanya satu kata yang dapat kujelaskan. Sakit, bagaimana bisa aku bisa sesakit ini? Menghadapi kenyataan pahit yang ada.

Dua tahun yang lalu aku baru masuk universitas untuk mengejar mimpiku yang sedari dulu kuimpikan. Naas, perusahaan keluargaku bangkrut. Menyebabkan aku harus mengejar mati matian untuk mendapatkan beasiswa. Sebenarnya tidak susah untuk mendapatkan beasiswa itu mengingat aku termasuk murid yang cerdas tetapi ada satu ganjalan yang selalu membuatku gelisah jika memikirkan tentang beasiswa itu.

Cho Kyuhyun, maknae Super Junior yang paling angkuh,aneh dan menyebalkan. Itu adalah list buruk dari dalam dirinya. Berbeda dengan list baik dari dalam dirinya. Jika aku boleh jujur, aku juga menyukai sifat angel nya dia. Dia terkadang kadang seperti anak anak yang membuatku gemas.

Dilain sisi, ia terus membuatku seperti cacing kepanasan. Ia memang suka bermain game. Tapi ia juga cerdas malah sangat cerdas yang bisa saja merebut beasiswa itu. Jika ditanyakan, pasti ia akan menjawab ia tidak butuh beasiswa itu. Tapi dari pihak universitas tidak memandang bulu. Siapa saja dia, baik kaya maupun miskin jika dia memang dia pintar ya pintar, yang bodoh ya bodoh. Beasiswa diberikan pada orang yang pintar sekalipun jika orang itu menolak habis habisan.

Setelah berapa sering kali aku melawan dirinya dalam masalah nilai ataupun poin, ia tidak pernah sekalipun mau mengalah padaku masalah beasiswa itu. Demi impianku, aku rela bekerja keras untuk mendapatkan uang semata mata untuk kuliahku saja. Yah aku masuk kedalam universitas yang bisa dibilang kelas atas yang menyebabkan iuran kuliahku sangat mahal.

Setiap hari sehabis pulang kuliah aku langsung kerja part time. Pulang larut malam, lalu belajar dengan bersungguh sungguh. Yang sering kali membuat kepalaku pusing dan badanku pegal pegal. Persetan dengan semua itu, yang terpenting adalah aku bisa lulus dari universitas dan bekerja menjadi designer seperti impianku.

Orang orang dikampus baik laki laki maupun perempuan sama sama tergila gila dengan salah satu mahasiswa kampus ini. Apa hebatnya dia? Bernyanyi dengan baik? Seorang superstar? Itu yang mereka banggakan dari diri laki laki egois itu? Setiap laki laki itu berjalan melewati koridor kampus, tatapan aneh,menggiurkan,menganga lebar lebar selalu ada dari orang orang seluruh kampus.

 

Sungguh aku bingung apa yang Tuhan rencakan untukku. Dua tahun memang waktu yang lama, tetapi mengapa pertemuan ini harus ada lagi? Dan pertemuan ini tidak akan berlangsung dengan singkat, melainkan -mungkin saja- selamanya.

Aku…bahagia bisa menjadi seorang istri dari maknae super junior itu. Tapi dilain sisi, aku merasa sakit. Dia sama sekali tidak mencintaiku yah walaupun aku juga tidak mencintainya. Tidak mencintainya bukan berarti aku juga membencinya kan? Tapi berbeda dengan Kyuhyun. Dia tidak menyukaiku,mencintaiku dan malah membenciku dengan sangat.

Bahkan dia tidak akan segan melampiaskan semua kemarahannya padaku jika aku berbuat salah maupun tidak salah. Dia memang selalu memandangku salah. Membuat diriku terus jatuh dalam jurang ‘kesakitan’ yang kuinginkan adalah dia bisa melihatku sedikit saja.

Sedikit saja, tanpa harus memandangku sebagai istrinya. Sebagai perempuan. Yah cukup jika ia sudah melihatku sebagai perempuan yang pantas dicintainya. Ia tidak akan tau betapa sakitnya menjadi diriku.

Pernikahan…hal itu biasanya menjadi kebahagiaan keceriaan dan kesukacitaan seseorang didalam hidup. Tapi tidak dengan pernikahan kami. Pernikahan kami terjadi karena dijodohkan, yang jelas jelas kami beda kasta sekarang. Dia adalah seorang yang cerdas, superstar, penyanyi yang baik, memiliki IQ yang tinggi,  anak dari seorang yang memiliki sekolah sekolah ataupun ibunya pemilik konabeans walaupun itu join bersama ibu para member lainnya. Tetap saja dia adalah laki laki sempurna. Sementara aku…apa kelebihan yang ada didalam diriku sekarang?

Aku miskin, tidak memiliki banyak uang untuk kuliah saja harus bekerja keras. Aku tidak cantik seperti teman teman wanitanya itu yang berada di satu naungan dimana tempat ia dan super junior berada. Aku juga tidak cerdas sepertinya yang tanpa belajar mati matian bisa mendapat nilai bagus dengan mudah. Aku tidak memiliki kemampuan apapun yang bisa kubanggakan dari diriku.

Kurasa jika memang dia ingin berpaling kepada wanita lain itu sangat mudah. Toh diluar sana para fansnya menunggu untuk dijadikan teman kencan ataupun istrinya sekaligus. Tanpa memikirkanku, ia selalu bahagia bersama para member dan fans fansnya itu.

Ia merasa ia masih single dan belum memiliki tanggung jawab apapun sebagai suami. Tapi aku tetap menerima apapun itu. Yang terpenting ia tidak sampai mengusirku keluar dari apartemen kami sudah sangat cukup.

Setiap hari ia selalu pulang malam. Aku tak tau apa yang ia lakukan diluar sana. Aku tidak punya hak untuk bertanya soal itu. Itu hak miliknya jika memang ia ingin pulang malam. Aku juga sebenarnya bisa saja pulang larut malam, lalu masuk kamar dan langsung tertidur tanpa memikirkan dirinya. Tapi…jangan salah! Aku hanya ingin menjadi istri yang baik! Jadi sejak awal pernikahan kami sudah kuputuskan apa yang terjadi diantara kami nantinya aku tidak akan mencoba coba pulang malam seperti apa yang ia selalu lakukan.

Setelah sebulan pernikahan kami dilangsungkan…ia memang terus cuek padaku malah terkesan dingin. Jika ada kalanya ia sedih ia sangat butuh sandaran yang bisa menenangkan hatinya. Ia memang selalu seperti itu. Kadang ia menangis dibahuku hingga benar benar hatinya terasa lega. Tetapi tidak mengubah sifatnya. Keesokan harinya ia sudah berubah menjadi Cho Kyuhyun yang dingin lagi bukan yang lemah seperti kemarinnya.

Ia aneh. Aku sudah memakluminya. Sebagai anak laki laki satu satunya didalam keluarganya apalagi ia adalah anak bungsu membuatnya kadang bersifat manja. Walaupun bagaimana rupanya saat dia beraegyo aku tetap menyukainya. Ia adalah anugerah Tuhan yang sangat berharga yang telah diberikan Tuhan untukku.

Apa kau tau? Aku juga menjadi ‘budak seks’ nya dia. Kadang ia melampiaskan kemarahannya dengan bercinta. Dan ia tidak melakukannya dengan halus melainkan emosional,kasar dan menyakitkan. Yah memang menyakitkan tapi aku tau betapa marahnya dia jika ia bisa berlaku seperti itu. Aku rela melakukan apapun itu jika membuatnya kembali tersenyum walaupun hatiku terenyuh.

Pengorbanan menjadi istri seorang Cho Kyuhyun sangatlah tidak mudah. Apalagi pernikahan ini tidak berdasarkan cinta sungguh membebani otak,pikiran dan hatiku.

Sudah seminggu terakhir aku selalu pusing,mual mual dan tak enak badan. Yah mungkin saja ini akibat belajar terus menerus tanpa memandang waktu sekaligus melayani Cho Kyuhyun jika ia sedang berada dirumah. Tapi sepertinya ini semakin parah jika aku tidak pergi kerumah sakit untuk mengecekan kesehatanku.

MWO? Apa kata dokter itu? Aku hamil? Mengapa ini bisa terjadi? Mengapa secepat ini? Aku…aku belum sanggup menjadi ibu diumur dua puluh dua tahun seperti saat ini. Apa Kyuhyun akan senang? Apa reaksinya saat ia mendengar aku mengandung anaknya?

Semoga reaksinya positif agar membuatku tak takut menjadi ibu diusia semuda ini. Hanya dia satu satunya orang yang bisa menenangkanku saat ini. Kumohon kali ini saja beri tanggapan positif!

Ternyata…apa dugaanku sejak kemarin salah…dia justru malah marah marah dan mendorongku hingga jatuh kelantai menabrak kaki meja yang sedikit membuat perutku nyeri. Semoga saja didalam sana ia baik baik saja. Aku tak menyangka seorang Cho Kyuhyun akan sekeras kepala seperti ini. Ya okay lah jika ia memang keras kepala untuk perbuatan perbuatan kecilku tapi ini berbeda. Ini menyangkut kehidupan manusia baru yang juga merupakan darah dagingnya sendiri. Ia menyuruhku untuk menggugurkannya.

Apakah ia tak pernah berpikir dengan normal? Jika saja ia tidak terus memaksaku untuk bercinta pastinya manusia baru itu tidak akan berada didalam rahimku sekarang. Dan aku tidak akan merasa berdosa sekarang. Dia telah hidup…walaupun anggota tubuhnya belum lengkap sekarang ia sudah ditakdirkan hidup. Dan aku harus siap ia datang kedunia ini beberapa bulan lagi. Sungguh menyesakan semoga saja semua ini akan berjalan lancar.

Saat aku mengandung anak pertama kami, ia justru malah lebih tak karuan. Dan justru ia lebih sering menginap di dorm. Donghae oppa, dia adalah sepupuku. Ia hanya satu satunya orang yang peduli denganku. Eomma dan appa ku. Aku tak mungkin mengatakan semua hal yang sudah terjadi padaku kepada mereka. Aku tak ingin membuat mereka cemas. Semarah marahnya aku, sebenci bencinya aku padanya, sesakit apapun aku akan menerima semua ini tanpa melibatkan kedua orang tuaku.

Aku tau orang tuaku telah memberi yang terbaik untukku. Mereka ingin hidupku terjamin.  Ya terjamin memang. Tapi kebahagiaan? Apa mereka bisa menjamin? Tidak!

Semua berita tentang Cho Kyuhyun aku dapat dari Donghae oppa. Ia yang selalu rajin meneleponku atau datang keapartemen kami -aku dan Kyuhyun-. Ia juga yang selalu menanyakan kesehatanku. Selain itu Donghae oppa juga memiliki yeojachingu yang baik hati sama seperti dirinya. Hwang Gaeun. Ia seumuran denganku jadi aku juga suka mengeluarkan isi hatiku padanya. Kami sama, sama sama tidak diketahui oleh publik. Tetapi dirinya tetap merasa enjoy. Donghae oppa tak pernah berbohong ataupun menduakan dirinya. Walaupun jika ditengah publik ia sering genit dengan para yeoja itu hanya sebatas fanservice.

Aku ingin sekali menjadi Gaeun. Dia adalah seorang yang beruntung. Ia bisa mendapatkan sepupuku dengan cara yang tidak terlalu susah. Karena mereka sama sama saling suka. Tidak seperti diriku. Mungkin bisa dibilang ‘bertepuk sebelah tangan’. Aku yakin selama Gaeun masih bersama Donghae oppa Ia tidak akan merasa sakit seperti diriku. Karena aku tau sepupuku itu adalah orang yang baik.

Kehidupan pernikahanku memang sudah hancur. Aku tidak tau dengan pasti apa penyebab semua ini. Tapi aku tetap bertahan hingga titik terakhir dimana aku memang sudah lemah dan membiarkan Kyuhyun pergi ke yeoja lain.

Mengapa dengan bodohnya aku harus pingsan ketika sehabis dari dorm super junior? Mengapa aku begitu lemah? Apa semua karena perkataan peda Kyuhyun? Tidak mungkin! Untung saja satpam apartemen mengetahui identitas diriku dan langsung menghubungi manager super junior.

Setelah beberapa jam tidak sadarkan diri dirumah sakit. Akhirnya aku terbangun, dan mendapati semua member super junior ada disekitarku. Apa mereka tidak memiliki jadwal masing masing?

Donghae oppa malah membuka mulut bahwa aku tidak bisa terlalu lelah. Mengapa Ia membeberkannya? Apa itu penting? Dan….diluar dugaan. Yang terkejut malah Ryeowook dan Leeteuk oppa. Mereka bukan yang kuharapkan. Yang kuharapkan adalah ‘dia’. Tetapi justru dia hanya diam tanpa ekspresi. Mengapa ia selalu berbuat seperti itu? Membuat pertahananku hancur.

Aku menitikan air mata untuk kesekian kalinya yang hanya ditujukan kepadanya. Tetapi ia tak pernah melirik sedikitpun ataupun meresponku. Apa yang ia inginkan? Aku sungguh tak mengerti…

Sejak saat itu. Aku lebih berhati hati..aku tak ingin membuat mereka cemas apalagi dalam keadaan mereka sedang sibuk. Dan sejak saat itu juga aku memutuskan pisah rumah dengannya. Awalnya Donghae oppa melarangku berbuat seperti itu, karena ia tau akan betapa khawatirnya orangtuaku.

Tapi setelah aku membujuknya beberapa kali ia menyerah dan menyuruh Gaeun untuk berbagi apartemennya denganku. Sebenarnya tanpa bantuan Donghae oppa aku bisa. Dilain sisi aku juga khawatir kalau anakku lahir bagaimana aku bisa menghidupi kehidupan kami berdua? Pastinya sangat sulit. Bagaimanapun juga aku tidak akan lupa jasa Donghae oppa yang terlalu banyak membantuku.

 

 

 

 

 

 

Sembilan tahun berjalan. Selama itu juga aku hanya hidup bersama anakku satu satunya. Dan Donghae oppa juga sudah menikah dengan Gaeun. Otomatis aku hanya menjadi pengganggu bagi mereka. Tapi Donghae oppa dan Gaeun terus membuatku percaya bahwa aku tidak membuat mereka sulit.

Mereka sungguh baik. Aku sangat berterima kasih pada mereka. Aku tidak akan dapat membalas semua kebaikan mereka, karena terlalu banyak yang mereka lakukan untukku. Selama Sembilan tahun, aku tidak lagi berkomunikasi dengan Kyuhyun. Aku tidak tau kabar spesifiknya. Tapi aku masih mengetahui kabar barunya walaupun samar. Semua itu aku dapatkan dari Donghae oppa yang selalu bercerita tentang Kyuhyun.

Kudengar Kyuhyun belum menemukan pasangan hidup barunya. Yah mungkin saja…dia memang ingin senang senang dulu sebelum memasuki masa tua nya nanti. Apalagi predikat ‘maknae’ masih dalam genggamannya. Itu juga mungkin yang membuat Kyuhyun merasa belum pantas untuk berkeluarga. Status kami? Aku merasa kami belum bercerai kami hanya pisah rumah. Apa itu juga salah satu kendala yang membuat Kyuhyun belum menemui pasangan hidupnya yang baru?

Ketika aku pergi ke supermarket bersama Jihyun sehabis pulang sekolahnya, aku tidak sengaja bertemu dengan Kyuhyun. Ia yang pertama melihatku duluan. Dan langsung menarik lenganku untuk berbicara. Aku mohon Jihyun tidak tau apa maksud Kyuhyun menarik lenganku. Ternyata….. dugaanku salah. Ia anak yang cerdas. Sama seperti appanya. Ia langsung tanggap siapa yang menarik lenganku. Dan mulai bertanya tanya tentang Kyuhyun.

Aku memutuskan untuk berbicara dengannya disebuah kafe. Aku tak ingin ada fansnya yang melihat Cho Kyuhyun berkeliaran disekitar supermarket sambil berbicara denganku. Apa yang ia pikirkan selama Sembilan tahun terakhir ini? Hingga ia berubah menjadi manusia normal yang bisa berpikir dengan jernih?

Apa aku tidak salah lihat? Seorang Cho Kyuhyun menekuk lututnya kemudian memohon minta maaf padaku. Ini seperti sebuah mimpi. Ia yang dulu selalu mencampakkanku sekarang justru meminta maaf sedalam dalamnya. Aku tau apa yang ada dalam pikirannya.

Ia sudah berumur. Ia harus memiliki keturunan. Ia juga harus meneruskan perusahaan appanya yang bisa dibilang sangat besar. Dan sekarang, ia menginginkan Jihyun. Ia yang dulu dengan tegas menolak kehadiran anak itu sekarang mengemis meminta Jihyun dimasukan dalam list penerus keluarga Cho. Meskipun Jihyun perempuan, ia tetap meyakinkan diriku bahwa ia adalah anak yang cerdas dan pastinya bisa mengelola perusahaan itu ketika ia sudah tidak bisa menghandlenya lagi. Ia memang masih jadi member super junior. Tapi sedikit sedikit ia juga sudah mulai berkecimpung dalam perusahaan appanya itu.

Aku sungguh berterima kasih pada Tuhan yang telah mendengarkan doaku. Ia sekarang menginginkanku dan Kyuhyun untuk bersatu kembali, seperti dulu. Tapi tidak sebegitu mudahnya juga aku menerima permintaan maaf Kyuhyun. Aku harus berpikir dua kali. Donghae oppa sudah menyarankanku bahwa aku memang diharuskan rujuk dengan Kyuhyun. Yah pada akhirnya aku menyerah dan menerima Kyuhyun kembali. Jihyun memang sempat bingung tetapi aku sudah menjelaskannya dan ia sudah mengerti sekarang.

Jihyun marah pada Kyuhyun. Karena ia tau aku pernah dicampakkan oleh Kyuhyun. Tapi aku melihat Kyuhyun hanya diam dan tersenyum menanggapi kemarahan gadis kecil itu. Apa sekarang kami telah menjadi keluarga kecil yang bahagia? Aku rasa tidak.

Karena…sebentar lagi mungkin aku akan meninggalkan Jihyun dan Kyuhyun selama lamanya. Aku..mengidap penyakit kanker darah. Selama ini tidak ada yang tau tentang ini. Aku berharap aku bisa menghembuskan napas terakhirku dibahu Kyuhyun sambil menikmati kesunyian…

Dan sepertinya impian itu telah terkabulkan sekarang. Aku,Jihyun dan Kyuhyun berada di Han river ditengah kesunyian kemudian aku menyenderkan kepalaku kebahunya dan merasa damai setelah itu……..Meninggalkan dirinya sekarang memang sulit tapi inilah jalan Tuhan yang diberikan untukku.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s