Sweet Pea


Author : @vibsaff

Cast     : Sweet Pea, Jaerin, Donghae (Super Junior)

Length : Ficlet

Rating : 13

Genre  : Romance, friendship

Twitter            : @vibsaff

Nama   : Via

 

Sweet Pea POV.

 

Setiap hari, setiap pagi dan, setiap waktu. Taman ini mungkin sudah mengenal baik gadis bernama Yeonji. Ia adalah gadis periang yang setiap paginya datang melihat kami, bunga mungil berwarna merah jambu. Sweet Pea, kami adalah bunga kecil bernama  Sweet Pea di taman kecil ini. Walaupun kami hanya sebuah bunga. Kami akan menceritakan perjalanan cinta perawatku, Yeonji.

“Selamat pagi, hari ini aku ingin memberikan air. Kalian semua pasti haus.”
Ucap Yeonji senang. Ia selalu menyirami kami dengan air segar setiap harinya. Ia seperti perawat hebat taman kecil ini.

“Nah, sudah selesai. Besok, akan kuberi kalian pupuk. Maafkan aku. Aku harus memetik salah satu darimu.  Sampai bertemu besok Sweet Pea-ku.”
Itulah salam sampai jumpa Yeonji setiap harinya. Kami rasa, Ia terlalu sangat memperhatikan kami. Sampai-sampai, Ia lupa tentang sekolahnya, bahkan cintanya.

“AAH! Maaf, saya tidak melihat.”

Suara Yeonji terdengar sampai kesini. Apa yang terjadi dengannya? Ia bertabrakan dengan seorang pria?

“Seharusnya saya yang meminta maaf. Ini, bunga milikmu terjatuh. Maaf.”
Pria itu tidak sengaja menjatuhkan Sweet Pea. Tapi, dia terlihat baik.

“Tidak apa-apa. Terimakasih.”
Jawab Yeonji mengambil Sweet Pea miliknya. Kami harap, mereka bisa menjadi teman baik.

            Hari berikutnya sudah tiba. Aku ingin mendengar cerita Yeonji kemarin. Semoga Ia segera menceritakan kejadian itu.

“Hai, Sweet Pea. Selamat pagi. Aku bawakan pupuk untukmu.”                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   
Akhirnya, Yeonji datang juga. Kami sudah tidak sabar mendengar ceritanya. Pemupukkan segera usai. Sampai saat ini Yeonji belum bercerita, ada apa denganya?

“Sweet Pea, aku ingin memberi tahu soal yang kemarin. Apa kau melihat pria itu? Aku selalu melihatnya melewati jalan ini. Menurutku, Ia manis, dan tampan. Menurutmu apa aku bisa lebih dekat dengannya?”
Kami senang, tenyata Yeonji menceritakannya juga. Kami rasa, Ia sedang memiliki sebuah perasaan kuat. Yang disebut, cinta.

“Hai, Apakah kau yang kemarin?”
Itu adalah pria yang kemarin. Dia kembali lagi kesini? Yeonji pasti senang.

“Iya. Hm, karena ini pertemuan kedua kita. Aku ingin bertanya, siapa namamu?
Akhirnya, Yeonji mencoba untuk bertanya. Aku juga ingin mengetahui nama pria ini.

“Panggil aku Donghae, senang berkenalan denganmu. Kalau aku boleh tahu, siapa namamu?”
Ternyata, namanya Donghae. Ia sepertinya sangat senang ketika berbicara dengan Yeonji.

“Panggil aku Yeonji. Senang bertemu denganmu Donghae.”
Yeonji terlihat lebih ramah dari bahasanya. Raut wajahnya berbeda.

 “Donghae, aku lihat kau selalu melewati taman ini. Apa kau tinggal disekitar sini?”
Tanya Yeonji tampak penasaran. Ia sepertinya sangat tertarik dengan Donghae.

“Tidak, aku selalu kemari karena, aku ingin memberikan bunga Iris ini kepada seseorang.”
Donghae ingin memberikan bunga Iris kepada seseorang? Pasti orang itu sangat spesial. Karena, bunga iris adalah bunga asmara, yang selalu mekar pada bulan Februari.

“Wah, siapa itu?”
Aku yakin, pasti Yeonji sedang menahan perasaannya. Mungkin, Donghae bukan jodohmu Yeonji. Percayalah, bunga Iris lainnya akan menjadi milikmu.

“Yaitu, seorang wanita yang sedang aku tatap matanya.”
Donghae bilang apa? Apa itu berarti..

“D..Donghae..”

Yeonji menatapnya dalam-dalam. Berarti, cinta Yeonji tidak bertepuk sebelah tangan.

“Hihi, kau tidak menyadarinya? Aku selalu melihatmu, memperhatikanmu dan memantaumu dari jauh. Aku hanya bisa melewati taman ini ketika kau sedang menyirami bunga Sweet Pea. Kau gadis yang unik Yeonji.”
Ternyata, selama ini Yeonji selalu diperhatikan. Sangat manis, Kami senang jika Yeonji senang. Kami berharap, Donghae bisa menjaga Yeonji, selamanya.

Hari mengesankan itu usai. Sekarang adalah hari memulai perjalanan cinta mereka. Hari ini adalah hari pemberian obat hama. Kami dengar, Yeonji mengajak Donghae untuk berkencan hari ini. Tapi, sepertinya Donghae terlambat. Dimana dia sekarang? Keadaan jalan hari ini sangat macet, kuharap Ia akan berhati-hati. Hanya terlihat Yeonji duduk didepan taman. Mungkin, Ia sedang menunggu Yeonji.

“Hai!!”

Suara teriakkan Donghae di seberang sana. Akhirnya, Ia datang juga.

“Hai! Kami sudah lama menunggu..”
Yeonji tampak senang dan melambaikan tangannya. Tetapi..

“DONGHAEE!!!!”

Yeonji berteriak dengan kerasnya. Kami hanya bisa melihat kejadian itu dari kejauhan. Yeonji  berlari menuju Donghae yang berlumuran darah.

“Donghae! Bertahanlah! Aku akan membawamu ke rumah sakit! TOLONG!! TOLONG!!”

Yeonji memeluk erat Donghae. kami tahu, pasti ini menyakitkan. Maaf, kami tidak bisa melakukan apa-apa untukmu Yeonji.

“Yeonji, sudahlah.. Tidak usah menghawatirkanku. Aku hanya ingin minta tolong padamu. Tolong rawat bunga Sweet Pea dan taman kecil ini, rawat makamku dengan penuh kasih sayangmu, berilah aku bunga kesayanganku, bunga Poppy. Mungkin, ini sudah waktunya aku harus pergi..”

Kata-kata Donghae tadi sangat membuat kami sedih. Permintaannya sangat mulia.

“DONGHAEE!!! Kumohon, bangun! bangunn!! BANGUUNN!!!!”

Itulah kata-kata terakhir Donghae untuk kekasihnya, Yeonji. Taman ini, jalan ini dan kami. Adalah saksi bisu kematian tragis kekasih perawat kami, Donghae.

            Waktu cepat sekali berlalu. Bagaimana perasaan Yeonji sekarang ? Semoga, tidak terjadi apa-apa dengan Yeonji. Kami hanya ingin, Ia bahagia. Tidak seperti ini ya Tuhan.

“Selamat Pagi, Sweet Pea ku. Aku bawakan air segar untukmu.”

Ucapan Yeonji seperti biasa. Kami tidak yakin jika dia baik-baik saja. Apa mungkin, Ia menahan amarahnya? Tunggu, bunga yang dibawanya itu.. Bunga Poppy?

“Sweet Pea, aku akan berusaha ! Aku tidak mau Donghae sedih, aku akan mencoba bangkit dari keterpurukan ini. Aku akan terus memegang janji Donghae. Karena, Donghae adalah, Cinta pertama sekaligus cinta terakhirku.”

Kami senang, Yeonji tidak terus berada dalam keterpurukan ini. Kami tahu, kau bisa.

“Aku ingin memetik salah satu darimu, dan memberikannya untuk Donghae. Aku harap Ia akan senang, karena, aku juga membawakannya bunga Poppy.”

Ambillah, sebanyak apapun yang kau mau. Karena, berkat jasamu. Kami bisa menjadi bunga Sweet Pea yang indah dan terawat. Tapi, aku sangat heran. Mengapa, pasangan ini menyukai jenis bunga Sweet Pea dan Poppy?

“Terimakasih, aku pergi dulu!”

Sama-sama, Yeonji. Tetaplah seperti yeonji yang kami harapkan. Untuk, selamanya..

            Hari demi hari terus terlewati, matahari terus bersinar menghangatkan dunia ini. Tak terasa, Yeonji setiap harinya selalu datang kemari. Ia dengan senang nya merawat kami dan taman kecil. Tiba-tiba kami teringat, sudah berapa lama Yeonji merawat generasi kami?

“S..selamat pagi, Sweet P..Pea, sekarang, a..aku bawakan pupuk untuk k..kalian..”

Suara Yeonji hari demi hari terus berubah. Sudah tidak seperti dulu. Sampai sekarang Ia terus merawat kami, merawat makam dan selalu memberikan bunga Poppy segar pada Donghae.  Tidak mempedulikan masalah cinta nya. Donghae tidak tergantikan oleh siapapun. Sekarang, wajahnya, rambutnya, badannya sudah berubah. Ia hanya seorang manusia separuh baya yang memakai tongkat setiap harinya. Yeonji yang kita kenal, fisiknya sudah berubah. Tapi, kami yakin, hatinya tetap seperti dulu. Untuk, selamanya.

“Sweet Pea, aku terus berdoa pada Tuhan. Semoga, kalian tetap menjadi bunga indah selamanya, kuharap, Donghae tetap bahagia melihatku disini. Di hatiku, Donghae tidak akan tergantikan. Jika aku pergi, kumohon, janganlah bersedih. Karena, jika kau menangis, aku akan ikut menangis. Jika kau bahagia, aku akan ikut bahagia. Sweet Pea, terimakasih untuk saat-saat yang menyenangkan.”

YEONJI!! Bangun! Jangan mati, jangan tinggalkan kami! Jika tidak ada kau, bagaimana nasib taman ini? Bagaimana nasib makam Donghae? Yeonji.. Kami tahu, kami hanyalah bunga yang tidak berdaya. Kami tidak bisa melakukan apa-apa untukmu, Yeonji. Maaf..

            Semuanya terasa sangat berbeda setelah kematian Yeonji. Taman ini sudah seperti taman kering dan gersang, kami sangat merindukan kehangatan Yeonji pada kami. Tapi, itu sekarang hanyalah mimpi. Kami hanya bisa melihat makam Yeonji, yang tepat di sebelahnya berada makam kekasihnya, Donghae. Kematian kami sudah bisa dihitung jari.

            Terimakasih, telah memilih bunga Sweet Pea sebagai bunga selamat tinggal Dan, Bunga Poppy, sebagai bunga kematian kalian. Kami ikut mati seiring kematian pasangan yang telah merawat taman ini. Taman kecil, adalah saksi bisu cinta indah kalian. Kami yakin, kita akan bertemu lagi di kehidupan berikutnya. Jangan lupa tunggu aku di surga sana.

Author POV.

 

“Itulah akhir dari kisah bunga Poppy. Karena dongeng itu, taman kecil ini di anggap sebagai taman perpisahan yang manis. Anehnya, tumbuh bunga Orange Blossom disekitarnya. Bunga yang berarti, cinta abadi. Mungkin, itu sebagai bukti keabadia cinta mereka.”

Jelas seorang wanita kepada teman prianya. Mereka berdua tampak memperhatikan taman kecil  tua yang ditumbuhi bunga Orange Blossom.

“Cerita yang indah. Karena cerita ini, aku ingin memberikan bunga ini untukmu.”

Pria itu tampak malu memberikan bunga Gloxinia kepada wanita itu.

“Apa? Bunga ini berarti, jatuh cinta pada pandangan pertama?”

Wanita itu tampak kaget dengan menahan rasa malu bahagianya Pria itu hanya menganggukkan kepala, meng-iyakan.

“Kumohon, terimalah.”

Diambilnya bunga Gloxinia dengan malunya. Terciptalah sepasang kekasih di Taman Tua Perpisahan Manis ini.

“Apa ini berarti, taman ini akan menjadi taman pernyataan cinta?”

Tanya pria itu bahagia. Wanita itu hanya tersipu malu mendengarnya.

Mungkin saja, suatu saat, taman ini akan menjadi taman yang kalian inginkan. Iya tidak, Sweet Pea?

 

TAMAT

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s