Real Feelings


Cast: Cho Kyuhyun, Seo Joo Hyun, Im YoonA, Lee Dong Hae, Lee Hyuk Jae.
Genre: Romantic, One Shoot
Author: Melati Rizqiya Fitri. Twitter: @melatifitrii
Tips: bacanya sambil dengerin lagu yang mellow aja min^^
 
Kyuhyun terus menatap gadis di hadapannya itu lekat-lekat. Ia sangat ingin menyampaikannya, hatinya terus berkata ‘ayo ungkapkan sebelum terlambat. Ayo!’. tapi mulutnya seolah kaku setiap ingin mengatakannya.
‘bagaimana kalau aku tidak mengungkapkannya? Apa Seohyun akan marah nanti?’ batin Kyuhyun.
“Oppa, kau kenapa?” Tanya Seohyun yang merasa dirinya terabaikan oleh Kyuhyun. “Oppa aku sudah cerita panjang lebar tapi kau hanya terus menatapku seperti itu tanpa menanggapiku.” Keluh Seohyun.
Kyuhyun mengembangkan senyumnya, mencoba menenangkan fikirannya. “mianhae Seohyun-ah. Jadi.. bagaimana dengan Donghae?” tanya Kyuhyun.
“Tadi pagi aku bertemu dengannya di perpustakaan, dan kali ini dia tersenyum padaku! Oppa, apa wajar seorang pria tersenyum seperti ini padaku..?”lajut Seohyun dengan mempraktikkan senyum Donghae pada kata-kata terakhirnya.
Kyuhyun tertawa melihat Seohyun yang tersenyum seperti Donghae.
“Oppa, bagaimana kau dengan Yoona?” Tanya Seohyun.
Kyuhyun terdiam sejenak, tiba-tiba bibirnya memutih. Keringat dingin mengalir dari dahinya. Ia merasakan mual di perutnya. “Seohyun-ah. Aku ke toilet dulu.”
Kyuhyun lari ke toilet meninggalkan Seohyun yang bingung akan sikap Kyuhyun tadi.
“Saking gugupnya, sekali kutanya tentang Yoona reaksinya langsung seperti itu.” Gumam Seohyun.
***
Sudah larut malam, saat orang-orang di rumah sudah terjaga dalam tidurnya Kyuhyun masih aktif dengan laptop di pahanya. Karena bingung bagaimana cara mengungkapkan apa yang ingin diungkapkannya kepada Seohyun, Kyuhyun mencari bberapa tips dari internet.
Tanpa sengaja ia melihat Eunhyuk di daftar chatnya.
“Hyuk, gue lagi butuh bantuan nih.” Tulis Kyuhyun.
“bantuan apa bro?” balas Eunhyuk.
“gimana cara mengungkapkan sesuatu kepada seorang perempuan yang lo suka?” Tanya Kyuhyun.
Eunhyuk yang sangat peduli kepada Kyuhyun itu memberikan beberapa tips kepada Kyuhyun. Kyuhyun menjadi lega dan akhirnya ia bisa tidur dengan nyenyak.
***
Kyuhyun menatap menatap hamparan pohon mawar yang ada disekelilingnya. Ia menghayati setiap tarikan dan hembusan nafasnya. Sambil memejamkan matanya, ia berbaring diatas rerumputan itu dan mengingat apa yang terjadi dulu di tempat ini…
*flashback*
“Oppa! Ppali wa!!” panggil Seohyun dari atas bukit.
Kyuhyun menghampiri Seohyun lalu merangkulnya.
“Oppa. Semua terlihat lebih indah jika dilihat dari atas sini. Lembayung senja, lampu-lampu gedung dari kejauhan dan hamparan bunga mawar… semuanya indah!” Seru Seohyun.
Kyuhyun menatap seluruh pemandangan yang ada. Memang indah semuanya, terlebih jika dilihat bersama Seohyun. Batin Kyuhyun.
*flashback end*
Kyuhyun terbangun oleh hembusan angin yang menyentuh lembut wajahnya. Hamparan bunga mawar disekelilingnya semakin merona dengan siraman cahaya senja. Lampu-lampu gedung satu-persatu menyala menghiasi pemandangan. Semua tiba-tiba mengingatkannya kepada sore itu.
“Seohyun-ah..” Desah Kyuhyun.
Dan tiba-tiba suatu kebetulan terjadi.
“Oppa! Kau juga ada disini?” Seohyun datang dengan buku tulis dan pulpen di tangannya.
Spontan Kyuhyun kaget dan berdiri. “Seohyun-ah. Sedang apa kau disini? Apa yang ingin kau lakukan dengan buku dan pulpen itu?” tanya Kyuhyun.
Seohyun menghampiri Kyuhyun dan memberinya selembar kertas. “Oppa, tolong tulis sesuatu untukku disini. Aku juga akan menulis sesuatu untukmu.”
“apa yang harus kutulis?” tanya Kyuhyun.
“terserah kau.” Jawab Seohyun singkat kemudian mulai menulis.
Kyuhyun pun mulai menulisnya.  Setelah selesai menulis mereka melipat kertas itu sama kecil dan menukarnya.
“Tunggu!” cegah Kyuhyun saat Seohyun ingin membuka kertas itu. “Sebaiknya kita buka kertasnya saat kita sudah berpisah.. nanti.” Ucap Kyuhyun pelan.
Seohyun kaget. “Berpisah? Berpisah apa maksudmu? Kita ini sudah bertahun-tahun bersama bahkan puluhan kali berdua di tempat ini. Apa yang membuatmu yakin kalau kita akan berpisah.. nanti?”
“Seohyun-ah. Apa kau yakin kita akan terus bersama? Bahkan menikah di hari yang sama?” Kyuhyun balik bertanya dan itu membuat Seohyun kesal.
“Baiklah. Cho Kyuhyun, aku akan membukanya saat kita berpisah… nanti!” Kata Seohyun lalu mendahului Kyuhyun pergi dari tempat itu.
***
Setelah kejadian sore hari itu, Seohyun dan Kyuhyun tak pernah bertemu lagi. mereka tidak mengobrol di kantin. Tidak belajar di perpustakaan seperti biasa lagi.
Saat seluruh siswa sudah berada dijalan menuju rumah mereka, Kyuhyun masih duduk manis di dalam kelasnya. Ia sedang serius membaca sebuah novel fiksi yang tebal. Tiba-tiba ia teringat dengan Seohyun.
*flashback*
Suatu siang saat musim dingin, Kyuhyun dan Seohyun sedang bersama di café milik keluarga Seohyun. Mereka asyik bermain dan membaca buku. Dan menempel beberapa foto mereka di salah satu dinding café.
“Oppa. Kau tahu, aku suka sekali dengan novel ini. Ceritanya sangat sedih, bahkan aku menangis semalaman dan tidak bisa tidur memikirkan nasib si tokoh utamanya!” kata Seohyun sambil menunjukkan sebuah novel fiksi yang tebal kepada Kyuhyun.
Kyuhyun mengambilnya, “kalau begitu kupinjam ya!” kata Kyuhyun.
Seohyun mengangguk membolehkan Kyuhyun meminjam novelnya. Lalu mereka minum the hangat bersama dan menempel foto lebih banyak lagi.
*flashback end*
Kyuhyun menutup novelnya dan memasukkan semua barang yang ada di meja belajarnya ke dalam tas.
Kebetulan Yoona yang baru selesai piket membersihkan kelas dan ingin pulang lewat di depan kelas Kyuhyun dan melihat pria yang dikaguminya itu sedang bersiap-siap pulang juga.
“Sunbae!” panggil Yoona.
“Yoona. Kau belum pulang?” tanya Kyuhyun.
“aku baru saja selesai membersihkan kelas. Sunbae, kau sendiri mengapa belum pulang? Sendirian? Seohyun kemana?” Tanya Yoona dengan polosnya.
Kyuhyun terdiam. Matanya menerawang kebawah.
“ah, sudahlah lupakan. Sunbae, ayo kita pulang bersama-sama!” ajak Yoona.
Mereka pulang bersama-sama karena kebetulan rumah mereka ada di jalan yang sama.
***
Dentingan piano yang merdu menghiasi seluruh ruangan di café, di tengah rintik-rintik hujan dan berpadu dengan suara gemericik air. Seohyun menyanyi dengan merdu.
‘berpisah? Apa yang membuat Kyuhyun yakin kalau aku dan dia akan berpisah? Aku bahkan tidak bisa membayangkannya.’ Sepanjang lagu Seohyun hanya memikirkan Kyuhyun.
Seohyun meneguk secangkir teh yang ada di meja. Mencoba menenangkan fikirannya.
Lonceng pintu berbunyi, seorang namja dengan kemeja biru tua datang.
“oseo o seyo. Oh, Donghae Sunbae!” Seohyun terkejut saat melihat seorang yang datang adalah Donghae.
Donghae masuk dengan membawa beberapa buku di tangannya. Seohyun yang melihat Donghae keberatan membawanya langsung membantu dan mengajak Donghae minum teh.
“Sunbae, sedang apa kau disini?” tanya Seohyun.
“aku dengar kau punya café, jadi aku kesini untuk melihatnya dan aku juga ingin membaca buku disini. Aku sangat suka membaca di café.” Jawab Donghae sambil melihat-lihat ke sekelilingnya.
“ah, Seohyun-ah. Dinding itu unik sekali. Semua itu fotomu ya?” Tanya Donghae saat melihat salah satu spot berisi rangkaian foto yang unik dan cantik.
“ah, bukan. Beberapa foto keluargaku. Yah.. tapi lebih banyak fotoku sih.” Kata Seohyun sambil tertawa. “aku mengumpulkan foto-fotoku dan orang-rang yang kusayangi disini.” Seohyun mengajak Donghae melihat-lihat foto itu.
Donghae menyentuh salah satu foto. “Seohyun-ah. Bukankah ini kau dan Kyuhyun? Wah kelihatannya kau dekat sekali dengannya. Wah, ada lagi. banyak sekali fotomu dengan Kyuhyun.” Komentar Donghae.
Seohyun terdiam. ‘sunbae. Sudah datang membawa buku tebal, ah itu semua mengingatkanku kepada Kyuhyun.’ Rengek Seohyun dalam hatinya.
“aku dan Kyuhyun bersahabat sejak balita, makanya kami dekat sekali.” Tutur Seohyun.
***
Sudah lebih satu minggu lamanya Seohyun tidak berjumpa dengan Kyuhyun. Akhir-akhir ini Seohyun lebih sering menghabiskan waktu bersama Donghae. Akhirnya Seohyun memutuskan untuk menemui Kyuhyun di kelasnya. Namun sesampainya di kelas Kyuhyun ia tak melihat tanda-tanda keberadaan sahabatnya itu.
Kebetulan Yoona lewat dan melihat Seohyun yang sedang bingung. Ia menghampiri Seohyun.
“Seohyun-ah. Apa kau mencari Sunbae?” Tanya Yoona.
“ah. Yoona. Iya aku sedang mencarinya. Kau tahu dia dimana?” tanya Seohyun yang sempat kaget.
“Aku tahu Sunbae dimana, tapi sebelum ku beritahu kita harus bicara empat mata, Seohyun-ah.” Kata Yoona yang tiba-tiba menjadi serius.
Seohyun dan Yoona bertemu lagi jam pulang sekolah di atas bukit tempat Kyuhyun dan Seohyun bertemu terakhir.
“Seohyun-ah. Sebenarnya sunbae ingin mengatakannya dari dulu, tapi sunbae gak pernah punya waktu yang tepat untuk mengatakannya.” Yoona membuka pembicaraan.
Seohyun tidak mengerti. “maksudmu?”
Yoona menarik nafasnya sebelum berbicara. “Sunbae sakit. Aku tidak tahu jenis penyakit apa itu tapi dia terlihat sangat lemah. Dan yang kudengar sudah tidak ada harapan lagi.” Tutur Yoona dengan cepat. “Seohyun-ah.. aku benar-benar tidak tega melihatnya seperti itu.” Yoona mulai menangis.
Seohyun tak dapat berkata-kata selain menangis. Ia menyesal telah marah pada Kyuhyun karena hal yang sepele. Seluruh badannya terpaku hanya air matanya yang mengalir di pipinya dan rambutnya yang berkibar terhempas angin.
***
Kyuhyun terbaring di ranjang rumah sakit. Selang-selang berisi macam-macam cairan menempel di dada dan tangannya. Bibir manisnya memutih kering, wajahnya pucat namun tetap berusaha tersenyum kepada setiap orang disekitarnya.
“Ibu, katakan padaku kalau aku akan baik-baik saja.” Kata Kyuhyun dengan suaranya yang hampir lenyap.
Ibu Kyuhyun tersenyum lirih kepada anaknya. “Kyuhyun, kau akan baik-baik saja.” Kata Ibu Kyuhyun sambil menggenggam erat tangan anaknya.
Kyuhyun memejamkan matanya, ingin rasanya bertemu dengan Seohyun. Melepas kerinduannya dan kembali melakukan hal seperti biasanya bersama Seohyun.
Tidak bisa sekarang, aku terlihat sangat lemah dan tak berdaya. Batin Kyuhyun.
Ia mencoba tidur dengan bayang-bayang Seohyun di otaknya. Mencoba menempatkan diri pada situasi yang baik-baik saja.
***
Sudah larut malam, Seohyun masih tidak bisa memejamkan matanya dengan tenang. Ia terus memikirkan Kyuhyun yang sedang sakit parah.
Seohyun turun dari kasurnya dan membuka sebuah album foto khusus dirinya dan Kyuhyun. Album foto itu hadiah dokumentasi dari ibu Kyuhyun dan Seohyun. Foto saat mereka pertama kali bertemu sampai foto terbaru semua ada di album itu.
Seohyun mengeluarkan satu fotonya bersama Kyuhyun sedang bermain ski.
“Oppa! Kenapa kau tidak memberitahuku dari awal? Atau aku yang bodoh tidak mengetahuinya? Oh, kau yang pintar menyembunyikannya.” Seohyun terus memarahi dirinya sambil menangisi foto itu.
“Oppa!!” teriak Seohyun.
Lalu ia teritdur dan saat terbangun ia mendapati dirinya masih tergeletak di lantai dengan foto foto dan airmatanya yang mengering.
***
Kyuhyun terbangun saat dokter memeriksanya.
“dokter, bagaimana?” tanya Kyuhyun.
“hari ini kau cukup membaik. Nanti sore saya cek lagi ya.” Dokter Lee keluar dari kamar Kyuhyun dan seorang wanita dengan jaket cokelat masuk.
“Seohyun-ah?” Kyuhyun kaget saat melihat Seohyun datang sepagi ini.
“Oppa! Kenapa kau tidak memberitahuku?” Tanya Seohyun tanpa menatap Kyuhyun.
“Seohyun, kau tahu darimana aku disini?” Kyuhyun balik bertanya.
Seohyun memeluk Kyuhyun yang duduk di ranjangnya. “Oppa! Harusnya kau bilang padaku kalau kau sakit.” Kata Seohyun.
Kyuhyun tertawa. “buat apa aku melapor padamu. Aku hanya demam dan mual biasa.” Kata Kyuhyun.
“Oppa!” Rengek Seohyun lalu menangis.
Kyuhyun mengelus punggung Seohyun. “Seohyun-ah.. jangan menangis.”
“jangan menangis bagaimana? Kau sakit parah seperti ini bagaimana bisa aku tidak sedih.” Rengek Seohyun lagi.
“besok aku pulang. Dan lusa kita akan bertemu di sekolah. Jadi, jangan menangis lagi.” Kata Kyuhyun sambil mencubit hidung Seohyun.
Kyuhyun menarik selimutnya lalu mengambil posisi tidur.
***
Akhirnya Kyuhyun kembali ke sekolah dengan semangatnya. Walaupun badanya semakin kurus dan wajahnya semakin pucat, tapi ia tidak mau terlihat lemah didepan teman-temannya, terutama Seohyun.
Seperti biasanya, Kyuhyun dan Seohyun belajar bersama di perpustakaan, lalu mengobrol di kantin dan pulang bersama-sama.
Tapi sebelum pulang, Kyuhyun dan Seohyun mampir ke tempat mereka biasa menatap pemandangan indah. Yap! Di atas bukit itu.
Mereka duduk di atas rerumputan hijau, menikmati pemandangan indah di tengah hamparan pohon mawar dan siraman cahaya mentari yang tinggal setengah kaki.
“Seohyun-ah. Sudah berapa kali kita menikmati pemandangan seperti ini. Tidak ada yang berubah.” Kata Kyuhyun.
“ada.” Kata Seohyun singkat.
“apa itu?” tanya Kyuhyun.
“lampu gedungnya bertambah banyak.” Jawab Seohyun asal. Lalu mereka tertawa.
“aku serius. Tidak ada yang berubah. Apa kau tidak bosan dengan semua pemadangan disini?” tanya Kyuhyun.
“selama ada kau, melihat pemandangan disini selalu indah.” Jawab Seohyun.
Mereka hening sejenak saat angin berhembus lembut, membuat suasana semakin nyaman dan romantis.
“Seohyun-ah. Kalau aku pergi, apa pemandangan disini tetap terlihat indah..?”  tanya Kyuhyun.
Seohyun menoleh kearah Kyuhyun. Dilihatnya wajah Kyuhyun yang semakin pucat, matanya yang semakin sayu dan bibirnya yang kering.
“Oppa. Kau tidak akan pergi kan?” tanya Seohyun. Matanya sudah setengah dipenuhi air.
Kyuhyun balik menatap Seohyun. Lalu mencium kening Seohyun.
Suasana semakin romantis saat angin berhembus lagi membuat pohon-pohon mawar bergesekan dan menghasilkan bunyi yang indah.
“tidak.” Jawab Kyuhyun singkat.
***
Seohyun membuka matanya, cahaya matahari yang redup seolah mengintip dari balik jendelanya. Rintik-rintik hujan mulai membasahi jalanan diluar. Samar-samar terdengar suara berita di televisi, ‘prakiraan cuaca hari ini: hujan ringan.’
Seohyun meregangkan kakinya. Berniat untuk tidur lagi. rencana untuk pergi ke taman hiburan hari ini  bersama Kyuhyun kandas sudah karena hujan. Tentu saja Seohyun tidak mau memaksa.
Tiba-tiba ibu Seohyun datang dan memberitahu bahwa ada teman Seohyun yang menunggu di ruang tamu.
“Yoona. Ada apa?” tanya Seohyun.
“gawat. Sunbae masuk rumah sakit lagi.” kata Yoona.
Seohyun dan Yoona pamit pergi ke rumah sakit saat itu juga. Menembus hujan yang semakin deras dan angin yang berhembus kencang. Berlari menggenggam tangan dengan harapan yang sama.
***
Tidak peduli dengan baju yang basah, Yoona dan Seohyun menerobos masuk ke rumah sakit. Mencari-cari kamar Kyuhyun yang berpindah dari kamar sebelumnya. Saat mereka akan belok ke sebuah lorong, langkah mereka terhenti oleh sebuah ranjang yang didorong oleh perawat dan dibelakangnya berdiri seorang ibu-ibu sedang menangis.
Tunggu, itu ibunya Kyuhyun. Itu berarti…
Yoona menggelengkan kepalanya. menarik ulur nafasnya dan berusaha tenang. “seohyun-ah. Itu ibunya Sunbae.”
Mereka menghampiri ibu Kyuhyun yang sedang duduk dan menangis di depan ruang operasi.
“ahjumma. Ada apa dengan Kyuhyun?” tanya Seohyun.
Ibu Kyuhyun terus menangis dan menutup mulutnya dengan saputangan merah muda. “Kyuhyun koma, tadi pagi tiba-tiba ia jatuh di tangga.”
Seohyun dan Yoona kaget mendengarnya.
Setelah lama menunggu, dokter Lee keluar dari ruang operasi. 
“maaf. Kami tidak berhasil menyelamatkan Kyuhyun.” Ucap Dokter Lee pelan.
Seohyun, Yoona dan Ibu Kyuhyun menangis saat itu juga. Seohyun tidak percaya, harusnya hari ini ia pergi bersenang-senang bersama Kyuhyun. Tapi yang terjadi Kyuhyun pergi untuk selama-lamanya.
Begitu pula dengan Yoona, pria yang dikaguminya itu telah tiada. Yoona menggelengkan kepalanya terus menerus, ia tidak percaya. Ia kira Kyuhyun akan sembuh dan masa depan menjadi miliknya bersama Kyuhyun. Tapi semua mimpi itu kandas hari ini juga.
Ibu Kyuhyun memeluk dua wanita di depannya itu. “Yoona, Seohyun. Terima kasih sudah mau menjadi teman Kyuhyun. Saya sendiri pun tidak merasa dekat dengan Kyuhyun.”
“ahjumma.” Kata Seohyun.
“saya tidak percaya, Kyuhyun pergi lebih dulu daripada saya. Jika boleh memilih lebih baik saya yang pergi sekarang.” Kata Ibu Kyuhyun masih tetap menangis.
***
Alam seolah merasakan duka yang dirasakan oleh semua yang ditinggalkan oleh Kyuhyun. Walaupun Hujan,  Pemakaman hari ini berjalan lancar dan ‘dihiasi’ isak tangis Seohyun, Yoona dan Eunhyuk.  Ketiga teman terdekat Kyuhyun. Donghae pun juga hadir untuk mengucapkan selamat jalan kepada sahabat lamanya itu.
Ibu Kyuhyun terus menangis diatas pusara makam Kyuhyun. Mengelus-elus tanah yang didalamnya telah terkubur anak yang dicintainya.
Seohyun yang tak henti-hentinya mengingat semua kenangan yang telah diukir olehnya bersama Kyuhyun.
‘kita dipertemukan saat berumur tiga tahun. Menjalani hari-hari dengan bermain bersama, berfoto, dan menghabiskan sore hari diatas bukit. Berbagi cerita tentang kehidupan cinta masing masing.’ Batin Seohyun seraya mengingat kenangan-kenangannya bersama Kyuhyun.
Eunhyuk yang baru pulang dari Amerikan pun kecewa, mengapa saat ia pulang sahabatnya pun ‘pulang’. Padahal banyak yang ingin Eunhyuk lakukan bersama Kyuhyun. Tapi keinginan itu harus ia kubur dalam-dalam.
Yoona yang sangat sedih, belum sempat mengungkapkan perasaan yang sebenarnya kepada Kyuhyun. Ia menyesal, diantara banyaknya hari sebelum Kyuhyun tiada mengapa ia tak mengungkapkannya. Padahal Kyuhyun selalu ada walaupun secara kebetulan.
‘aku selalu hadir diantara Kyuhyun Sunbae dan Seohyun secara kebetulan. Apa aku menghalangi mereka?’ batin Yoona lalu menangis.
Donghae pun terpaku menatap Seohyun. Ia teringat saat ia bertengkar dengan Kyuhyun untuk memperebutkan Seohyun. Dan sampai sekarang kata maaf belum disampaikan Donghae kepada Kyuhyun. Seohyun pun tidak mengetahui pertengkaran itu.
‘maaf, kyuhyun. Aku selalu mengambil kesempatan untuk dekat dengan Seohyun. Tapi kalau aku tahu akhirnya akan begini, aku pasti tidak akan mengambil Seohyun darimu. Bagaimanapun kita adalah teman. Sekali lagi maaf. Kyuhyun, aku berjanji akan menjaga Seohyun sebaik-baiknya.’ Batin Donghae.
Setelah pemakaman itu, Seohyun mengajak Yoona, Eunhyuk dan Donghae ke atas bukit itu. dimana ia menghabiskan waktu sore bersama Kyuhyun.
Mereka masih sibuk dengan fikirannya masing-masing. Terus mengingat kenangan bersama Kyuhyun yang seolah terus menempel di otak mereka. Sore hari bersama Kyuhyun itu seolah terekam dengan alam bagi Seohyun.
“maafkan Kyuhyun jika ia banyak salah pada kalian.” Kata Seohyun.
“Kyuhyun tidak pernah salah padaku.” Kata Yoona. “ia selalu memberiku harapan, sebelum ia memberi tahuku bahwa ia mencintai Seohyun.”
Seohyun dan Donghae kaget. Sementara Eunhyuk sudah mengetahuinya.
“saat aku dan Sunbae pulang bersama, sunbae cerita padaku. Saat itu aku merasa sangat kecewa. Tapi disaat yang sama Sunbae memberitahuku tentang penyakitnya, jadi aku tidak bisa berbuat apa-apa.” Tutur Yoona.
“suatu malam saat aku dan Kyuhyun chatting, Kyuhyun juga mengatakannya.” Tambah Eunhyuk. “aku sendiri sangat terpukul, banyak yang ingin kulakukan dengan Kyuhyun sepulang dari Amerika. Tapi aku tidak bisa melakukannya.”
“Seohyun-ah. Sebenarnya.. aku tahu dia mencintaimu. Suatu hari kami bertengkar karena ingin mendapatkanmu. Maafkan aku Seohyun. Aku memang jahat kepada Kyuhyun.” Kata Donghae.
Seohyun menangis mendengar pengakuan-pengakuan dari para sahabatnya.
“aku… aku juga menyukai Kyuhyun. Mungkin aku menyayanginya lebih dari dia menyayangiku. Tapi… aku tahu bagaimana perasaan Yoona kepada Oppa.”
“mianhae Seohyun-ah.” Yoona memeluk sahabatnya itu.  “seandainya aku tidak suka kepada Kyuhyun sunbae. Kalian pasti tidak berakhir seperti ini.” Sesal Yoona.
“tidak ada yang perlu disesali. Aku percaya, Kyuhyun pasti bahagia disana.” Kata Donghae sambil menatap keseluruhan dari atas bukit.
Angin sore berhembus kencang. Pohon-pohon mawar bergesekan satu sama lain, matahari yang semakin tenggelam di ufuk barat dan lampu-lampu kota yang menyala dari kejauhan.
‘ini.. pertama kalinya aku melihat pemandangan ini tanpa Kyuhyun disampingku.’ Batin Seohyun.
Mereka berempat menikmati pemandangan itu bersama dengan bayang-bayang Kyuhyun.
***
Satu bulan setelah kepergian Kyuhyun, Seohyun sudah ikhlas menerimanya. Biarlah Kyuhyun pergi dengan tenang.
Saat ingin menarik selimutnya, mata Seohyun terhenti pada sebuah kotak di meja depan kasurnya.
‘surat itu.’ gumam Seohyun.
Seohyun membaca surat yang ditulis Kyuhyun sore hari itu.
‘Seohyun-ah.
Saranghae.
Maaf aku tidak bisa mengungkapkannya padamu. Aku tahu sekali bagaimana perasaan Donghae padamu. Bagaimanapun juga Donghae temanku. Aku tidak mau bertengkar dengannya lagi dan membuat penyakitku ini semakin parah.
Aku ingin hidup selama aku bisa hidup dan menghabiskan waktu bersamamu. Saat aku pergi, Jangan menangis setetes pun.
Seohyun-ah. Siapapun pacarmu saat ini. Aku akan tetap mencintaimu.’
Cho Kyuhyun
THE END_
 
maap kalo kurang sad ya ;3
Iklan

Satu pemikiran pada “Real Feelings

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s