Please, Keep our secret! (FINAL CHAPTER)


(THE LONGEST CHAPTER)

Suzy’s POV~

Apa yang dia pikirkan? Mengapa dia ingin membunuhnya? “oppa, kau sangat kejam” ucapku sambil melihat wajah L. “aku tidak kejam. Dia yang kejam. Semua selalu berpihak padanya. Dia selalu memiliki semuanya. Ayahku bekerja pada ayahnya. Menjadikanku sebagai butlernya. Rumah, kekayaan, dan jabatan, semua diberikan padanya secara cuma-cuma. Sekarang dia ingin mengambil orang yang ku cintai juga? Aku tidak akan membiarkan itu terjadi.” Sahut L. “aku tidak akan membunuhnya! Aku berhenti dari misi ini” kataku sambil melempar pistolku dan berjalan meninggalkan mereka. “aku juga” ucap Jiyoung, krystal, dan bora bersamaan. “kau berhenti, kubunuh kau” ucap jiyeon yang secara tiba2 muncul dan hendak menembak kepalaku. Apa ini? Haruskah aku mati? Apa jika aku mati, daehyun oppa tidak akan diganggu lagi? “hey! Kau! Jangan berani-berani melakukan itu!” teriak krystal yang mengarahkan pistol nya kearah jiyeon. Jiyoung pun melakukan hal yang sama. “kalian tidak akan bisa menyelamatkan dia selama aku masih disini” ucap L sambil mengarahkan 2 pistolnya kepada jiyoung dan krystal. Para assasin lain yang bekerja pada L pun muncul dan siap untuk menyerang bora. “aku.. akan melakukannya” kataku sambil mengambil pistolku yang ada dilantai. “apa yang kau pikirkan?” tanya krystal dengan tampang seperti ingin membunuhku. “aku ingin hidup tenang! Aku tidak ingin membunuh orang lagi! Aku ingin keluar setelah melakukan misi ini” jawabku dan aku merasa air mataku mulai menetes. Aku melihat jiyoung, krystal, dan bora pun mempersiapkan pistol mereka. “kami akan selalu mendukungmu dan membantumu dalam setiap apa yang ingin kau lakukan” sahut jiyoung sambil tersenyum. Krystal dan bora pun tersenyum padaku, mereka menangis juga. Aku yakin mereka tau apa yang aku rasakan. “Daehyun oppa.. aku tau kau pasti mendengar isi hatiku setiap saat. Aku tau kau pasti bisa mendengarku. Jadi, datanglah dan tolong aku” ucapku kecil sambil menangis. “aku tau kau akan lebih bahagia nanti bersamaku” ucap L sambil tersenyum dan membuka pintu markas kami.

Daehyun’s POV~

“dia akan membunuhmu, hyung!” teriak jongup saat  mendengar keputusan suzy. “aku tau! Cobalah untuk tenang sedikit!” teriakku. Aku merasa frustasi dengan keputusan yang dia buat. Aku tidak salah saat aku mencoba untuk mengetahui misi mereka. Saat suzy memberitau ku kalau dia akan mendapat misi hari ini, aku langsung menghubungi krystal. Aku meminta dia untuk tidak menutup teleponku saat mereka menemui L. Sekarang aku tau, apa misi mereka. “kau tidak ingin turun dan memberi dia pelajaran? Untuk apa kita langsung naik mobil dan menuju kesini kalau kau hanya menunggu kematianmu?” ucap youngjae. Nada suara nya terdengar lebih frustasi. “hyung, aku tau kau bisa melakukannya” kata zelo sambil mencoba menenangkanku. Aku akan memberi myungsoo hyung pelajaran karena sudah mengganggu suzy dan membuatnya menangis. “ayo kita lakukan” kataku sambil memakai maskerku dan memberi isyarat kepada semua member untuk turun.

Suzy’s POV~

Aku melangkah keluar dan diikuti oleh krystal, jiyoung, jiyeon unnie, dan L oppa. Aku tau aku bodoh. Tapi aku lebih percaya kalau daehyun oppa tidak bodoh. Dia pasti akan mengetahui bahwa hal ini akan terjadi. Karena L oppa sudah memberi peringatan pada daehyun oppa bahwa dia akan membunuh daehyun. Aku membuka gerbang markas kami. “Apa?!” teriakku, aku terkejut sampai terjatuh karena melihatnya. “ada apa? Apa yang mereka..” ucap bora kaget juga. “yo! What’s up?” ucap yongguk sambil tertawa dan berjalan mendekati kami. “apa yang kalian lakukan?” tanya jiyoung. “apa yang kami lakukan? Kami bosan dan sekarang kami ingin bermain” jawab himchan dengan santai. “kami cukup bosan untuk selalu bermain di dorm” sambung youngjae. “oppa..” ucapku saat melihat daehyun berjalan kearah kami semua. Dia memakai masker dan membawa pistol. “aku hari ini datang bukan sebagai pacarmu. Tapi aku datang, sebagai seorang assasin yang akan membunuh seseorang” katanya sambil berjalan mendekatiku. Aku terkejut. Matanya melambangkan mata seorang assasin yang haus darah. Aku tau dia akan membunuhku. “aku.. akan membunuh.. dia” kata daehyun sambil mengarahkan pistolnya ke arah L yang baru sampai ke tempat kami. “kalian!” teriak L. “yo! What’s up hyung?” ucap zelo sambil melambai dan tertawa pada L. Aku tidak tau mengapa mereka begitu tenang. “semua berpencar!” teriak L. Jiyoung, krystal, bora, youngjae, himchan, dan zelo berlari seakan mereka akan saling membunuh. Aku tau, mereka tidak akan saling membunuh karena mereka tau kalau mereka sangat penting bagiku dan daehyun. Mereka hanya berakting, agar L tidak curiga dan saat keadaan bahaya, mereka akan menolong kami. “Jung daehyun, berani juga kau datang. Apa kau tau bahwa dia, pacarmu yang tercinta akan membunuhmu?” kata L sambil tersenyum dan mendekati daehyun. “kau tidak tau tentang dia. dia tidak pernah mencintaimu” kata L lagi sambil tertawa dan melihat ke arahku. “benarkan, suzy?”sambung nya lagi. “aku..” aku ragu untuk menjawab. Kata-kataku terhenti sampai disitu. “kau salah. Akulah yang paling tau tentang dia dibanding siapapun. Aku yang tau perasaannya saat kau paksa dia untuk membunuh. Aku memahaminya lebih dari dirinya sendiri” ucap daehyun. Saat mendengar itu aku menangis. Aku merasa ingin memeluknya. Aku ingin memberinya kekuatan. Siapa yang tidak takut? Saat mengetahui bahwa dia akan dibunuh. “kau menangis?” tanya jiyeon kepadaku. Raut wajahnya tidak seperti tadi. Dia terlihat sedih. “aku baru tau, bahwa L oppa sangat menyayangimu. Aku baru sadar, bahwa dia tidak sebaik itu. Mulai detik ini, aku tidak akan membantunya lagi. Maafkan aku.. biarkan aku, membantumu” ucapnya sambil tersenyum. “jiyeon unnie” jawabku sambil tersenyum padanya. Dorr! Terdengar suara tembakan. Aku tidak mau melihatnya. Siapa yang dibunuh? Siapa yang tertembak? “suzy~” kata jiyeon sambil menunjuk kearah suara tembakan itu, dia terlihat terkejut. “Apa yang.. Oppa!!” teriakku sambil menangis dan menghampiri daehyun yang terbaring di lantai. “aku melakukannya. Aku lebih baik mati ditanganku sendiri. Daripada mati ditangan orang yang ku cintai” ucapnya sambil tersenyum. Senyum yang lemah. “oppa..” kataku sambil menangis. Kata-kata ku terhenti saat daehyun oppa mencium pipiku. Dia memaksakan diri untuk bangun demi memelukku. “bodoh” ucap L sambil tertawa kecil. “kau!” teriak yongguk sambil menendang L tepat di wajahnya. “itu karena kau membuat suzy menangis” yongguk berkata dan dia menendang L sekali lagi. “dan yang ini.. karena kau membuat daehyun menderita” teriak yongguk sambil meneteskan airmata. Jongup berlari dan meninju wajahnya, “ini.. karena kau.. sudah membuat kami semua menangis” teriak jongup. Aku melihat semua anggota B.A.P, krystal, jiyoung, bora, dan jiyeon menangis melihat kejadian ini. “Oppa!!” teriakku sambil memeluk daehyun. “gwenchana” ucapnya sambil memegang kepalaku. Aku merasa dia sudah mendapat kekuatan. Saat itu, ambulan datang dan membawa nya kerumah sakit. 2 jam kemudian, dokter itu keluar dan mengatakan bahwa dia baru melihat ada orang yang tertembak tetapi masih bisa bertahan selama 2 jam lebih tanpa bantuan alat apapun. Dia berkata peluru nya sudah dikeluarkan tetapi setelah mengeluarkan peluru, daehyun justru tersenyum dan masih bisa berbicara dengan lancar. Aku langsung berlari bersama para member B.A.P, jiyeon, jiyoung, krystal, dan bora ke ruangan daehyun dirumah sakit itu. “yo! Aku sudah tidak sabar bertemu kalian dan melihat kalian tertawa lagi” katanya sambil memberikan senyum yang lebar. “oppa!” teriakku berlari dan memeluknya. “ajaib kau masih bisa tertawa, hyung” ucap jongup. Semua orang mengangguk dan tertawa. “selama ada suzy disampingku, selama ada dia menungguku, aku tidak akan pernah menyerah. Aku akan menjadi seorang assasin yang tidak terkalahkan. Yang lebih kuat dari siapapun” ucap daehyun sambil tertawa dan memelukku. “hei, kau sudah tau? Myungsoo hyung cedera karena ditendang oleh yongguk hyung dan ditinju oleh jongup. Ayahnya datang bersama ayahmu. Mereka bilang akan membubarkan kelompok assasin yang ia bentuk. Ayahnya bilang akan mengambil semua yang ia miliki dan akan membuatnya hanya berfokus pada musik. Ayahmu.. dia bilang dia sedang sibuk, dia akan pergi ke jepang untuk mengurus perusahaannya. Dia bilang akan menghubungimu. Dia juga berterimakasih pada suzy karena merubah mu menjadi berani. Dan yang terpenting, dia bilang saat nanti dia kembali dari jepang, dia akan mengadakan pesta pertunangan kalian” kata youngjae sambil tertawa. Semua terlihat bahagia karena mendengar berita itu. “kalian baru saja pacaran 3 bulan, sudah mau tunangan” ucap bora sambil tertawa. “kami kan tidak tau kapan ayahku akan kembali dari jepang. Lagipula, aku tidak ingin menyerahkan dia kepada siapapun lagi” jawab daehyun sambil melihatku dan memberi senyumnya yang terbaik. “ jeongmal saranghae oppa~ you’re my strongest warrior now and you will always be my strongest warrior” kataku tersenyum dan memeluknya dengan erat. Kami semua yang berada disana tertawa bahagia. Aku tidak tau kapan, tapi nanti saat itu pasti tiba. Saat dimana aku menggunakan gaun yang indah dan memandang lurus kedepan bersama dengan daehyun~ jalan yang terbentang didepan kami masih panjang.. tapi kami akan selalu menjalaninya bersama..

-THE END-

 

Iklan

Satu pemikiran pada “Please, Keep our secret! (FINAL CHAPTER)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s