Please, Keep our secret! (CHAPTER 4)



Suzy’s POV~

Dia menggandeng tanganku dan mengajakku pergi dari tempat itu. Aku pun memandang dia dari belakang saat kami berjalan dan dia menggandeng tanganku. Aku kaget seorang jung daehyun yang tampan dan memiliki suara bagus itu bisa sangat ahli dalam menembak. “kita sampai” ucapnya sambil duduk di bangku taman itu. Aku pun ikut duduk dan mengingat kejadian tadi. Tiba-tiba aku merasa sedih, selama ini, aku belum pernah begitu bergantung pada seseorang dan belum pernah gagal dalam misi. Tapi orang ini, dapat membantu ku membunuh mereka. “gomawo, daehyun-ssi” ucap ku tanpa sadar aku menangis. “tidak perlu memaksakan dirimu. Ketika kau sudah tidak kuat, janganlah ikut melaksanakan misi.” Jawabnya sambil berjalan ke depanku. Dia berlutut dan memandangku. “aku tau kau terlatih. Tapi, jangan membahayakan dirimu sendiri.” Ucapnya lagi sambil menghapus air mataku. Aku semakin merasa sedih dengan mendengarnya berkata itu. Apa aku benar-benar membahayakan diriku? Tanpa sadar aku menangis selama 1 jam dan dia tetap disini menemaniku dan menenangkanku. “maafkan aku.. daehyun..” ucapan ku terpotong saat dia berbicara. “oppa. Aku lebih tua 1 satu tahun dari mu” katanya sambil mengelus rambutku dan tersenyum. “nae. Daehyun oppa” jawabku. “nae. Haruskah kita pergi sekarang?” tanyanya sambil mengulurkan tangannya. Aku menatapnya sebentar. “nae” jawabku tersenyum sambil menyambut uluran tangannya. Aku merasa aman. Bebanku serasa hilang. Padahal aku baru mengenalnya hari ini. Apa aku menyukainya?

2 jam kemudian~

“oppa.” Panggilku saat dia sedang fokus dengan minumannya. Kami berjalan dan mengobrol di sebuah toko kopi. “ya?” jawabnya sambil tersenyum. “maskermu ?” tanyaku karena dia tidak memakai maskernya. Dia terkejut “tidak! Aku meninggalkannya tadi!” jawabnya sambil menutupi wajah bagian bawahnya dengan tangannya. Dia menutupi mulutnya, dagunya juga. “gwenchana. Aku sudah melihat wajahmu. Kau cukup tampan” ucapku sambil tertawa. “apa?” tanyanya sambil tertawa. Aku senang bisa bersamanya sekarang. “hei, kau lupa pada kami?” tanya seseorang yang suaranya tidak asing bagiku. “L oppa?” tanyaku ketika menoleh dan melihat wajahnya. Dia bersama jiyoung, krystal, jiyeon dan bora. “myungsoo hyung” panggil daehyun oppa dengan wajah nya yang seperti nya kaget. “ya! Jung daehyun! Kau tidak melihat ku tadi? Kita satu panggung tadi pagi” ucapnya sambil menghampiri daehyun oppa. “hyung! Aku sudah lama tidak bertemu denganmu” ucap daehyun oppa dengan tersenyum dan hendak memberikan pelukan hangat kepada L oppa. “aku tidak ingin bertemu denganmu bodoh!” sahut L oppa sambil meninju wajah daehyun oppa. “apa?” tanya daehyun oppa sambil menahan sakit. Aku seperti membeku melihat adegan itu. Aku tidak bisa berkata apa-apa. “aku tidak akan ingin bertemu denganmu lagi. Setelah ayahmu menyuruh ayahku untuk menjadikan ku butler mu 5 tahun yang lalu. Ayahmu bahkan menyuruhku mengorbankan nyawaku untuk melindungimu. Kau! Jung Daehyun sang penerus kelompok assasin.” Jawab L. “assasin?” tanyaku sambil melihat daehyun oppa. Dia terlihat sedih dan menutupi wajahnya. “aku belum memberitau mu. Aku assasin. Anggota B.A.P yang lain juga. Ayahku adalah bos assasin. Tapi dia memberiku jabatan itu karena dia bilang dia ingin hidup tenang dengan mengurus perusahaannya” jawabnya. “lihat itu? Dia boss assasin. Kau sebaiknya jangan berhubungan lagi dengannya. Atau.. kau ku bunuh” kata L oppa sambil tersenyum. “kau! Jangan berani-berani kau menyentuh nya! Sehelai rambut saja kau sentuh dia, ku habisi kau!” ucap daehyun oppa sambil memandang L. “sebaiknya kita pergi saja” ucap jiyeon unnie. “ya. Aku tidak mau melihatmu lagi. Jung daehyun. Sebaiknya kau bersiap-siap meninggalkan dunia ini” sahut L sambil mengajakku pergi.

3 bulan kemudian~

Sejak saat itu, aku tidak pernah bertemu dengan daehyun oppa lagi. Kami hanya berhubungan di telepon dan sms. Baik, ku akui, dia sudah menyatakan perasaannya padaku. Sekarang, dia namja chingu ku. Sejak saat itu juga, aku belum menerima misi lagi dari L oppa. Aku merasa hidupku tenang. Tapi, aku sangat ingin bertemu daehyun oppa. Tringgg~tringgg~ bunyi handphone ku. “yeobeoseyo?” ucapku. “suzy, datang ke markas kita sekarang. Ada misi yang harus kita selesaikan” jawab L oppa. “baiklah aku akan segera kesana” kataku sambil menutup telepon nya. Misi? Disaat aku sedang merindukan daehyun oppa? “baiklah. Aku pergi sekarang” kataku sambil berjalan keluar dorm ku

~Di Markas Kelompok Assasin Suzy~

“suzy!” teriak jiyoung saat melihat ku datang. “hai” jawabku “aku malas. L oppa bodoh. Mengapa memberi misi sekarang?” sambung krystal yang datang menghampiri ku. “ini misi penting.” Jawab L oppa sambil datang dan menghampiri kami bersama jiyeon unnie. “baiklah katakan cepat” kataku. “aku ingin kalian membunuh orang ini” kata L oppa sambil melempar selembar foto ke lantai. Aku mengambil foto itu dan melihatnya. “apa?!” tanya ku kesal sambil menimpuk L oppa dengan pistol yang ku bawa. “ini tidak mungkin oppa!” teriak Krystal. “kau tau kan suzy sangat mencintainya?” tanya bora. “karena itu dia harus dibunuh. Si bodoh, Jung Daehyun” jawab L oppa

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s