Please, Keep our secret! (CHAPTER 3)



Jongup’s POV~

Aku kembali setelah berbicara dengan suzy noona. Para hyung dan juga zelo langsung memandangiku. “apa?” tanyaku. “kau bicara apa dengannya?” tanya yongguk. “okay, daehyun hyung! Dia menari dan menyanyi untukmu! Jadi, lihatlah dia dan temui dia nanti” ucapku sambil memandangi daehyun hyung. Dia terkejut dan menatapku dengan tatapan bagaimana-kau-tau-itu-dia. “wow! Sepertinya assasin yang satu ini, akan segera memiliki pacar” ucap himchan sambil mencoba membuka masker daehyun hyung. “jangan sentuh! Aku bisa membukanya sendiri nanti!” teriak daehyun hyung. Ya, itu adalah reaksi yang paling sering terjadi. Daehyun hyung berjalan beberapa langkah dan menatap ke panggung. Seperti nya, ia sudah sangat menyukai suzy noona. “melihat siapa?” tanya seorang gadis dari belakangku sambil menghampiri daehyun hyung. Jiyeon noona. Aku tau dia. dia menatap kami semua dengan tatapan nya yang mengatakan ‘aku ingin bersama kalian’. Well, aku tidak suka dia. dia berdiri disamping daehyun hyung dan menggandeng tangannya. Daehyun hyung tidak menoleh, dia tetap fokus pada penampilan suzy noona. “hey, bisa kau bicara? Aku sangat menyukai penampilanmu. Boleh ku buka maskermu?” tanya jiyeon noona sambil mencoba menarik masker daehyun hyung. “tidak. Matilah dia” ucap zelo sambil menutup matanya. “jangan buka atau ku bunuh kau! Jangan mengajakku bicara atau hidupmu tidak akan tenang!” teriak daehyun hyung sambil memandang jiyeon noona. Jiyeon terkejut. “well. I just not in the mood for talking now. You can go.” Ucap daehyun hyung. Jiyeon noona meninggalkannya dan dia tetap memberi senyum kepada himchan hyung. “well, that’s scary enough for me” ucap ku. Itulah dia. daehyun hyung yang sebenarnya.

 

Suzy’s POV~

“okay, suzy. Ini pertama kalinya kau tampil bagi orang lain. Lakukanlah yang terbaik” ucapku dengan suara kecil sambil menuju panggung. Para fans berteriak dan musik pun dimulai. Aku melakukannya dengan semangat. Saat itu, aku langsung memandang ke samping panggung. Aku melihatnya. Pria dengan masker itu. Okay, Jung Daehyun, aku berusaha untukmu sekarang.

 

Jongup’s POV~

Suzy noona melihat ke tempat kami berada. Aku tau, dia ingin melihat apakah daehyun hyung menonton atau tidak. Aku pun melihat daehyun hyung dan aku tau dia sangat senang. “sekarang giliran kita,hyung” ucapku sambil menghampiri daehyun hyung. “ya” jawabnya sambil membuka maskernya. Saat itulah suzy noona dan member miss A yang lain melewati kami. Aku pun memberi isyarat kepadanya untuk menonton di samping panggung. Kami pun berjalan ke panggung dan memulai penampilan kami. Aku berusaha yang terbaik seperti biasa. Saat bagian daehyun hyung menyanyi dan ia menari dan bergerak kedepan. Aku pun melihat kesamping panggung dan menunjuk daehyun hyung dengan tanganku. Suzy noona memandang daehyun hyung sebentar lalu ia mengangguk. Okay hyung, aku telah membantumu.

 

Daehyun’s POV~

Show kami hari ini telah selesai dan kami pun kembali ke dorm. Sangat menyenangkan bisa melihat penampilannya secara langsung. Okay, ku akui aku bodoh karena tidak berani mendekatinya. “hyung. Aku ingin berjalan-jalan keluar dorm sebentar” ucapku kepada yongguk hyung. “ya. Hati-hati kau” jawabnya. Aku pun berjalan keluar dorm untuk mencari angin segar. Ku akui, cuaca nya sangat sejuk hari ini. Ini cukup untuk menghilangkan lelahku. Aku pun segera berjalan dan di jalan itu terlihat ramai. Aku tidak lupa memakai maskerku. Aku hanya tidak suka mereka melihat wajahku. Walau aku terpaksa melepas nya saat tampil.

 

Suzy’s POV~

Aku, jiyoung, bora, krystal, L oppa, dan jiyeon segera keluar dari mobil kami. Kami akan menjalankan misi hari ini. “okay, cari target dengan cepat. Bunuh dia. jangan sampai kalian terluka. Kita akan bertemu disini 1 jam lagi” ucap L oppa sambil pergi meninggalkan kami. Kami harus berpencar seperti biasa. Aku pun berjalan mencari target kami. Aku berjalan seakan tidak memiliki maksud untuk membunuh. Tidak lama kemudian, aku menemukan target yang kucari. Aku berlari dan menodongkan pistol kepadanya “hari ini hidupmu berakhir” ucapku. Dia memandangku dan berkata “kau yang mati bodoh” ucapnya dan tersenyum. “apa yang!” teriakku saat ada yang menarik tangan ku dari belakang dan menodongkan pisau. “tolong!” teriakku karena tanganku di pegang dengan sangat kuat olehnya. “tidak mungkin ada yang menolongmu” ucapnya. Aku pun berteriak lagi. “lihat? Tidak ada yang..” ucap lelaki itu terhenti saat ada yang menendang nya dari belakang. Aku melihat nya. “tinggalkan dia atau ku bunuh kau” teriak lelaki itu sambil menodong kan pistolnya kepada mereka. “Jung Daehyun?” tanyaku. “diam kau! Sok jagoan!” teriak salah satu dari mereka yang ingin memukul daehyun. “tidak!!” teriakku. Dorr. Bunyi tembakan pistol terdengar dua kali. Aku pun membuka mataku dan melihat mereka telah tertembak. “ayo pergi” ucap daehyun sambil menarik tanganku. Apa ini? Kenapa dia sangat ahli dalam menembak? Kenapa dia membawa pistol? Pertanyaan ini sangat mengganggu pikiranku.

 

To Be continue

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s