Please, Keep our secret! (CHAPTER 2)



Jongup’s POV~

“daehyun hyung, neo pabo!” ucapku sambil berlari dengan membawa struk itu. Mengapa dia selalu berlaku aneh kepada perempuan? Mengapa dia tidak hanya langsung memberi teh itu langsung tepat di wajah perempuan itu? Well, siapapun member miss A itu, aku tau daehyun hyung hanya kembali ke sifat awalnya, misterius. Aku terus mencarinya didalam gedung ini. Aku bersumpah, saat aku menemukannya, aku akan memukul wajahnya dan berkata ‘mengapa kau tidak pernah belajar? Apa kau tidak pernah memperhatikan yang dikatakan yongguk dan himchan hyung? Apa seorang assasin sepertimu harus takut untuk mendekati perempuan?’ hanya itu yang terpikir olehku. Ya, kami bekerja sambilan untuk menjadi assasin. Karena.. ayah daehyun hyung adalah boss nya dan memberikan jabatan itu kepada hyung. Mungkin, ayahnya tidak mau terkena bahaya. Karena ada satu lagi kelompok assasin yang kuat juga. Yang seperti nya memiliki dendam kepada daehyun hyung atau keluarganya. Baik, ini bukan saat yang tepat untuk memikirkan ini. Aku mempercepat langkahku dan saat itu aku melihat miss A noona. Aku tidak punya pilihan lain selain langsung memberitau mereka. Aku berjalan menghampiri mereka. “annyeonghaseyo” sapaku. “nae. Annyeonghaseyo” sapa mereka balik sambil tersenyum. Aku melihat mereka membawa 4 botol teh hijau. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk membantu hyung. “mian, apa aku boleh tau darimana kau mendapatkan teh itu?” tanyaku. Mereka terlihat heran. Sepertinya, pertanyaanku tepat sasaran. “ini, aku mendapatkan ini didepan waiting room kami, dan ada surat ini” jawab suzy noona sambil memberi sebuah kertas. Ya. Itu tulisan daehyun hyung. Aku pun kembali memandang suzy noona dan memberinya struk yang ku bawa. Dia terkejut. “kau yang memberikannya?” tanya nya. Aku hanya menggeleng. “well, that was my hyung.” Jawabku. “apa?” tanya mereka bersamaan. “daehyun hyung. Dia sepertinya malu untuk memberi langsung kepadamu.” Jawabku. “daehyun? Aku tidak hapal wajah para member BAP” jawab suzy noona. “okay, saat kami tampil, berdiri lah disamping panggung bersama para membermu. Aku akan memberi kalian isyarat tangan mengenai daehyun hyung.” Jawabku sambil meninggalkan mereka. Aku tau, aku tidak sopan, tapi, aku harus memberitau hyung yang lain.

 

L ‘s POV~

“daehyun hyung” ucap jongup kepada suzy. Aku hanya mendengarnya dari tempat aku bersembunyi saat aku ingin menghampiri suzy. “daehyun.. cihh” ucap ku sambil mengeluarkan pistol yang ada di kantongku. “aku tidak pernah berharap akan berada di satu panggung dengan orang yang pernah menjadikanku sebagai tamengnya. Dengan orang yang tidak bisa melakukan apapun tanpaku. Bahkan menjadikanku sebagai butlernya. “daehyun.. aku tau saat nya akan tiba. Saat, dimana kau harus meninggalkan dunia ini.” Ucapku sambil berjalan kembali ke backstage karena show akan segera dimulai.

 

Suzy’s POV~

“itu daehyun! Daehyun!” ucap jia sambil mengejekku. “daehyun. Jung Daehyun. The good voice from B.A.P” ucap Min sambil membaca profile daehyun yang ia cari lewat browser handphone nya. Daehyun. Nama itu terus menggema ditelingaku. Seperti apa dia? dia menyukaiku? Atau dia hanya fansku? Pikiranku terus menerawang sambil berjalan dengan para member menuju backstage untuk briefing. Beberapa menit kemudian, kami pun sampai. Aku melihat infinite, SNSD, Super Junior, F(x), Kara, dan Sistar sudah berada disana. Aku pun memberi salam saat melihat mereka. Tanpa sadar, mataku mencari B.A.P. tidak satupun member B.A.P disini. “yo! Mian kami telat!” teriak salah satu member B.A.P yang kalau tidak salah namanya zelo. Jongup pun mulai terlihat dan diikuti member lain. Aku memandang mereka. Saat itu, aku melihat salah satu dari mereka memakai masker dan menatapku. Aku langsung mengalihkan pandanganku. Ada apa denganku?? Apa itu daehyun? Saat itu juga T-ara muncul. Aku tidak ingin bertemu Jiyeon. Aku melihat sosoknya berdiri disebelah pria dengan masker itu. Rasanya aku ingin membakar dia hidup-hidup dengan hanya melihat tingkahnya yang sekarang sedang memandang laki-laki itu. Tak lama, briefing pun selesai. Aku mendapat urutan tampil tepat sebelum B.A.P. entah kenapa, aku menjadi bersemangat begitu mengingat ada yang sangat menunggu penampilanku.. “Jung Daehyun” ucapku kecil saat melewati jongup. Dia memandangku sebentar dan menghampiriku. “well, bilang padanya, aku ingin melihat dia” ucapku saat jongup menghampiriku. Dia mengangguk dan kembali kepada grupnya.

To Be Continue

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s