Mianhae, Moreugesseoyo (Part 2 of 2)


Author: Araini (@ohmyongkey)

Cast: Kim Kibum, Lim Seulong, Lee Hyewon, Park Hyera, dan Jung Junbin, and other.
Genre: Romantic

***

Karena libur panjang, aku sangat bosan, tidak ada yg bisa dilakukan. Aku pun meminta seulong untuk menemani liburanku ini, entah dirumahku, atau dirumahnya, atau di mall. Dan tentu saja aku meminta seulong menghiburku agar masalahku tentang kibum bisa sedikit terlepaskan.. Tapi kenyataannya tidak, aku tetap murung walaupun sedang bersama dengan seulong. Setelah 3 siang hariku ditemani seulong, siang hari ke 4 seulong mulai berani bertanya padaku, “won-ah, wae geurae? Kenapa kau sangat murung akhir-akhir ini?” Tanyanya sedikit sedih. “Aniya. Gwenchanayo seulong-ah” balasku datar. “Aniyo, pasti ada sesuatu. Jebal, ceritakan saja padaku, ceritakan semuanya biar agak lega dan ga terlalu murung gini lagii, jebaall” pintanya. Dan aku pun menurut, aku menceritakan semuanya. Dari bagaimana aku jatuh cinta pada kibum, sampai bagaimana aku benar-benar terluka sekarang. “Ne, kenyataannya memang seperti ini. Memang salahku kan?” Aku banyak menggerutu ke seulong, seulong mengerti perasaanku, seulong pun menenangiku dan menghiburku. Untunglah aku punya seulong yg selalu ada buatku.

***

Minggu pagi.. Seperti biasa aku bangun sekitar pukul setengah 9.. Aku melihat handphone ku, dan ada pesan dari kibum “aku akan kerumahmu pukul 11, aku mau ngajak makan siang barengg, okee!!” Haih, aku ingin membalas “kenapa tidak dengan pacarmu saja!!” seperti itu, tapi aku masih tetap menyembunyikan perasaanku, aku membalas “eo! Geurae! Ditunggu!!^^” babonya aku…

Aku pun bersiapp dan pukul 11, kibum sudah ada didepan rumah ku dengan mobil sedan hitamnya. Ya, karena sudah lulus sma jadi dia suddah berani pake mobil. Kibum menyuruhku untuk masuk ke mobilnya, aku menurut. Di perjalanan, aku memulai pembicaraan “ya, neon yeojachingu eodiya? Kenapa ga bareng yeonsu?” Ejekku. “Haih kau ini cerewet sekali yaa-_- apa tidak boleh aku makan siang bersama sahabatku sendiri? Hah?” Dia tertawa kecil. “Aih geurae-_-” balasku, lihat, dia memang hanya menganggapku sahabat. Dan dia gatau kan perasaanku..

Kibum memilih McDonald’s untuk makan siang kali ini. Ya, memang aku dan kibum suka sekali makan bersama di McDonald’s. Setelah selesai makan, kibum mulai berbicara “hyewon-ah” “ne?” “Aku sudah tau semuanya dari seulong, dia menjelaskannya padaku kemarin” “apa yg kau tau??” Aku terkejut. Kibum membalas “hyewon-ah, sebenarnya, aku menyukaimu dulu, karena itulah aku tidak pernah mau berhenti berbalas pesan denganmu, karena itulah aku murung melihatmu memeluk dan berboncengan dengan seulong waktu itu, karena itulah aku cemburu melihat kau tertawa riang bersama seulong, sejak saat itu aku berfikiran untuk melupakanmu, karena aku tau, seulong benar-benar menyukaimu, seulong sudah dari smp mengatakannya padaku, dia sudah menyukaimu sejak lama, aku baru menyadarinya bahwa yeoja yg disukai seulong itu kau, karena itulah aku menyerah untuk mengejarmu, karena aku tau, kemungkinanku untuk mendapatkanmu sangatlah kecil. Dan masalah aku tidak merubah sikapku padamu itu karena aku tidak ingin kau tau kalau aku pernah menyukaimu, aku tidak ingin menunjukkan perbedaan dari sifatku yg dulu menyukaimuu dan yg sekarang sudah tidak lagi.. Mianhae, aku benar-benar tidak menyadarinya kalau kau juga menyukai ku dulu sampai sekarang, aku benar-benar tidak tau. Dan sekarang, aku sudah tidak bisa menyukaimu lagi, aku sudah benar-benar jatuh hati pada yeonsu, dan, pikirkanlah seulong, hyewon-ah. Lupakanlah aku, kita memang hanya ditakdirkan untuk bersahabat 🙂 saranghae” omo. Aku benar-benar tidak bisa berkata-kata mendengar penjelasan panjang lebar dari kibum itu. “Omo… Moreugesseoyoo.. Ah aku memang babo. Tapi syukurlah kalau kau memang sekarang sudah tau.” Balasku pelan. “Hyewon-ah, seulong. Seulong mencintaimu, lebih dari kau menyukaiku, aku tau, bahkan dia yang jauh lebih tersakiti dari kau dan aku. Cobalah untuk bersamanya, aku tau kau pasti bisa, karena memang seulong sudah menunjukkan perasaannya padamu, hanya kau nya saja yg tidak menyadarinya karena terlalu fokus ke perasaanmu.” Ucap kibum sambil tersenyum. “Ne kibummie, gomawoyooo. Jeongmal gomawoyoooo. Kau memang sahabat terbaikku” aku memeluk kibum erat. Aku dan kibum pun melanjutkan kegiatan di mall itu bersama kibum.

***

Keesokan harinya, aku mengirim pesan ke seulong “seulong-ah! Aku main kerumahmuu yaa nanti sekitar jam 10!!”. “Ah ye, kutunggu!” Balasnya. Aku pun segera bersiap. Dan aku mengeluarkan sepedaku dan langsung menuju ke rumah seulong.

Aku mengetuk pintu rumahnya, dan ternyata hanya ada seulong dan hyungnya disana. Tak apa, aku juga sudah benar-benar kenal dengan hyungnya. Dan aku mulai berbicara dengan seulong “seulong-ah, kibum sudah beritahu aku” “eung ne? Apanya? Apa yg dia beritahu?” “Tentang kau” “ada apa denganku?” “Kau kan yang menceritakan padanya bahwa aku menyukainya?” “Eung.. Ne hyewon-ah, mianhaeyoo..” “Keke, gwenchanayoo seulong-ah~ aku sudah mengerti sekarang. Dan aku juga tau kalau selama ini kau…” Belum sempat aku menyelesaikan perkataanku, seulong sudah memelukku erat, “ne hyewon-ah, jeongmal saranghaeyo… Jeongmalleyo…” Seulong berbicara sedikit gugup. Aku langsung memotongnya “nado, seulong-ah. Kau selalu ada untukku, aku memang babo yg tak pernah menyadarinya, mianhae. Geurom, nado saranghaeyo, lim seulong” jawabku. Aku dan seulong semakin mempererat pelukan kami.

Dan sejak saat itu aku menjadi yeojachingu nya seulong dan seulong menjadi namjachingu ku. Tak ku sangka pada akhirnya aku tetap bersama seulong :”)

– The End –

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s