Mianhae, Moreugesseoyo (Part 1 of 2)


Author: Araini (@ohmyongkey)

Cast: Kim Kibum, Lim Seulong, Lee Hyewon, Park Hyera, dan Jung Junbin, and other.
Genre: Romantic
Oneshoot

***

Pagi hari yang cerah. Seperti biasa aku bangun sekitar jam 9 pagi pada hari minggu. Ya, hari ini hari libur terakhir ku sebelum kembali ke Busan Foreign High School.

Ah iya, namaku Lee Hyewon. Aku siswi dari Busan Foreign High School. Aku siswi kelas 1 yang besok akan menjadi siswi kelas 2.

Aku mempersiapkan segala yang ku perlukan untuk sekolah besok. Sudah kusiapkan semua. Dan sekarang aku sedikit takut karena kelas akan di rolling. Maksudnya, aku tidak tahu siapa yg akan menjadi teman sekelasku besok. Ya, aku orang yg memang diam. Yang aku kenal hanyalah Lim Seulong, sahabatku sejak smp yang selalu satu kelas dengan ku.

***

Aku bangun sangat pagi hari ini, karena aku takut akan terlambat dihari pertamaku sekolah. Rumahku hanya berseling 3 rumah dari rumah Seulong. Kami selalu pergi bersama menggunakan sepeda ke sekolah karena sekolahku memang tak jauh dari kompleks rumahku dan seulong.

Dan jam setengah 7 pun seulong sudah berada di depan rumahku, aku pun segera mengambil sepedaku dan menghampirinya.

“Annyeong hyewon-ah!!”
“Annyeong seulong-ah!!”
“Kajja, kita tidak bisa terlambat datang ke sekolah” “geurae!^^” inilah yg kami bicarakan selama aku mempersiapkan sepedaku.

Diperjalanan ke sekolah, seperti biasa. Aku dan seulong ngobrol tentang apasaja, termasuk tentang kelas kami nanti. Seulong lumayan tahu banyak dengan teman sekelas kami nanti. Syukurlah..

“Aahh aku merindukan tempat inii” kataku ketika kami memarkirkan sepeda masing-masing.
“Nadoo^^” jawab seulong dengan semangat. Kami pun menuju kelas kami, kelas 2B. *kek pensil yaa._.v*

Kelas sudah cukup ramai, aku dan seulong memutuskan untuk duduk dibarisan depan, tetapi dibarisan depan hanya tertinggal satu bangku, tepat di depan papan tulis. Seulong menyuruhku untuk duduk disitu, sedangkan dia akan duduk di bangku belakangku. Untung masih adaa…

Setelah duduk, aku mulai memperhatikan sekeliling kelas.. Aku pun menghampiri 2 yeoja yang asyik berbicara berdua.

“Annyeonghaseyo, choneun lee hyewon imnida” sapaku sambil membungkuk dan tersenyum
“Ah! Annyeonghaseyo hyewon-ah, naneun park hyera imnida” balas hyera sambil tersenyum dan membungkuk juga.
“Naneun Jung Junbin imnida^^ senang bertemu dengan mu, hyewon-ah” sapa junbin dengan ramah.
“Ne, kamsahamnida^^ aku harap kita bisa menjadi teman baik 🙂 eung, aku permisi dulu ya, mau berkenalan dengan yang lain :)” balasku terhadap keramahan mereka, dan aku pun berkenalan dengan yeoja-yeoja dikelas.

Aku tidak berani untuk berkenalan dengan namja-namja disana. Aku segera kembali ke tempat dudukku karena 5 menit lagi bel berbunyi. Tak lama, 2 orang namja memasuki kelas tidak membawa tas mereka. Dan ternyata salah satu namja itu duduk di samping kanan ku. “Ah ternyata itu tas miliknya” batinku. Dan tiba-tiba seulong langsung menegur namja itu, “ya! Kibummie!!!” Kata seulong sedikit berteriak. Namja itu menoleh ke arah seulong “eo! Seulong-ah!!!” Namja itu terkejut. Mereka pun berjabat tangan ala namja. Aku menoleh ke arah seulong “seulong-ah, kau mengenalnya?” Kataku sedikit berbisik. Tiba-tiba seulong memperkenalkan aku dengan namja itu, “ah ye kibummie, ini temanku, lee hyewon namanya, hyewon-ah, ini kim kibum” dan namja itu menoleh ke arahku, “ah, annyeonghaseyo, senang berkenalan denganmu” sapanya ramah. “Ne, annyeonghaseyo, kamsahamnida :)” balasku.

***

Bel masuk berbunyi, aku pun menjalani kegiatan sekolah hari itu. Ya memang hanya perkenalan saja untuk hari ini. Dan ternyata hyera duduk di samping kiriku, dan junbin duduk di samping kiri seulong. Ah~ senangnya aku duduk dikelilingi oleh orang yg sudah ku kenal^^

Seperti biasa seulong suka bercanda dan membuat kelucuan di kelas, aku banyak tertawa dibuatnya. Itulah yang membuatku nyaman berteman dengan seulong. Aku juga sudah mulai dekat dengan hyera dan junbin. Dan kibum? Kau tahu dia sangat menggemaskan, ia juga banyak tertawa oleh seulong, dan aku banyak memperhatikannya, dia sangat lucu ketika tertawa.

***

Seperti biasanya, aku pulang bersama seulong, dan banyak bercerita selama perjalanan pulang.
Keluar dari gerbang sekolah, aku melihat kibum yang juga baru keluar dari gerbang sekolah. Entah mengapa aku senang bisa melihatnya, aku tersenyum sendiri, seulong pun heran melihatku.

Tak lama kami sampai didepan rumahku.
“Annyeong seulong-ah, jeongmal gomawo yaa buat hari inii. Hati-hati yaaa” aku berpamitan.
Seulong pun tertawa kecil-_- “ya hyewon-ah, rumah ku hanya berjarak beberapa puluh meter dari sini-_- ah ne, cheonmaneyoo won-ah, annyeong” seulong pun pulang.

Aku memarkirkan sepedaku. Ah iya, aku hanya tinggal bersama appa-eomma ku dan pembantuku disini. Tapi appa-eomma ku bekerja pagi dan selalu pulang sore. Bahkan kadang lembur sampai beberapa hari tak pulang. Huh..

Aku langsung menuju ke kamar ku di lantai 2 dan mengganti seragam ku. Kulihat jam dinding di kamarku, ah, baru jam 2. Eottokhajwoo, aku bosan sekali dirumah. Aku pun turun mencari bibi, dan bibi bilang kalau keperluan dapur mulai habis. Dan aku dengan senangnya menyuruh bibi tetap di rumah dan aku yg akan berbelanja ke mall dekat kompleks. Dan akupun pergi ke mall sekaligus menghilangkan bosan…

Sebelum berbelanja, aku memutuskan untuk bermain pump it up dulu, ya permainan kesukaanku. Biasanya aku memainkan ini bersama seulong, tapi karena aku pergi sendirian ya terpaksa main sendiri._. Aku melihat sudah jam 3, dan aku langsung membeli pesanan bibi.

Aku pun sampai di rumah pukul 4. Aku letakkan pesanan bibi diatas meja makan dan aku langsung menuju kamarku. Aku memutuskan untuk memainkan laptop ku saja. Aku membuka twitter ku, dan aku melihat seulong juga sedang membuka twitternya. Aku melihat timeline-nya. Dan mataku terhenti ketika aku melihat suatu username yg tak asing lagi. Iya, @kibumkim. Aku buka profile nya, dan benar! Aku melihat avatarnya, aah senang sekali aku melihat fotonya. Dan akupun langsung mem-follow akun itu dan memintanya untuk me-follback akunku. Tak lama, mention pun masuk, ternyata…… Hyera!!! Aahhh aku kira balasan dari kibum._. Tapi aku tak kalah terkejut, hyera menemukan akunku!! Waahh akhirnya bisa berhubungan via twitter… Aku bermain sampai setengah 7. Dan aku rasa saatnya untuk mempersiapkan sekolah besok.

***

Satu minggu telah berlalu. Aku sudah sangaatt dekat dengan hyera dan junbin. Dan aku juga sudah dekat dengan kibum. Aku sudah sering berbalas mention di twitter, dan 2 hari yang lalu aku mulai berbalas pesan singkat dengannya. Entah mengapa aku senang sekali. Dan lama-lama aku mulai makin dekat dengan teman sekelas. Anehnya, aku tidak lagi menjadi pendiam. Aku tertular sifat seulong, yang selalu ceria, selalu menghibur, sering bercanda dan menyebalkan. Tapi aku tidak membenci perubahanku ini 🙂

Setelah 3 bulan menjalani kelas 2 ini, aku merasa sangat nyaman. Seulong sangat baik padaku, apalagi hyera dan junbin, kami berempat sering bermain kerumahku, hampir setiap hari. Entah apa tujuannya, kami tidak tahu. Tapi seringnya, kami bermain pump it up tentunya, hyera dan junbin pun mulai ketularan mainin ini. Hehehe^^

Tapi kibum… Aku memang sengaja untuk menjaga rahasiaku, iya, aku menyukainya. Tidak ada yg tahu tentang ini. Tapi suatu hari aku mendapatkan kabar yg sedikit menyaktikan tentang dia dan yeoja kelas lain yg dikabarkan oleh teman-temannya bahwa kibum menyukainya. Jujur, aku sangat sakit mengetahui ini, bagaimana tidak, kibum memperlakukan ku beda dengan yeoja lain di kelas. Dia sangat perhatian, menggemaskan, dan ngangenin. Dan aku pun memutuskan untuk tidak memberitahukan siapa-siapa tentang perasaanku. Aku ingin bercerita pada seulong, hyeran dan junbin, tapi kurasa belum saatnya. Dan aku menyembunyikan perasaanku ini dengan cara mengejek kibum yg menyukai yeoja itu. Haha babo sekali aku. Aku tambah menyakiti perasaanku sendiri… Babo babo baboo.

Sampai semester 2 pun aku tetap menahan perasaanku dan hanya aku yg menyimpan rahasia ini. Dan, aku memberanikan diri untuk bertanya pada kibum… Aku mengirimkan pesan ke kibum. “Eung kibummie, benarkah apa yg dikatakan oleh teman-teman kelas tentang yeoja itu? Kenapa kau tak pernah cerita padakuu!!!-_-” kataku yang masih memposisikan diriku sebagai sahabat yg tak punya perasaan apa-apa padanya. Aku sangat gugup dan bingung apa yang harus aku jawab dengan jawabannya nanti.. Aku tidak bisa membayangkan apa-apa.  Dan tiba-tiba ada balasan darinya. “Ah kau ini mudah sekali percaya dengan berita tidak jelas itu. Kau ingin aku bercerita? Aku menyukai yeoja di kelas kita! Bukan kelas lain, hehe :)” omo! Aku ternganga membaca ini. Apa yg harus aku balas? Aku harus jawab apa? Tapi tiba-tiba jariku bergerak sendiri._. “Uu~ geuraeyoo?? Nugu nuguuu??? ;;) aaa malhaebwaa malhaebwaa!!!^^” balasku. Ah, jinjja. Aku terlalu terlewat jauh. Aku benar-benar memposisikan diriku sebagai sahabat yang tak punya perasaan apa-apa padanya. Ah baboyaa. Tak lama dia membalas. “Eung~ andwae!!:p kau tak perlu tau masalah inii kekeke” dan kami tetap berbalas pesan, tapi dia tidak mengatakannya padaku. Kau tau, tentu aku merasa bahwa yang dia suka itu aku, karena aku diperlakukan berbeda dari yeoja lain yg di kelas. Dan mulai saat itu aku pun mulai sedikit demi sedikit menunjukkan perasaanku padanya.

***

Dan kami pun sekarang sudah naik ke kelas 3, aku sengaja membujuk kepala sekolah (yang memang dekat denganku, kau tau karna aku bukan pendiam lagi:-p) untuk tidak me-rolling murid kelas. Karena aku benar-benar tidak ingin berpisah dengan seulong, hyera, junbin, dan tentu saja kibum. Susunan tempat duduk tetap sama seperti dulu. Dan kau tau, mulai kelas 3 ini, aku dan kibum sering dibicarakan kalau kami saling suka, karena kami yang terlalu dekat, yang kalau sedang berbalas pesan, tidak pernah berhenti walaupun tidak ada lagi yg dibicarakan, seringkali kami hanya saling mengirim kata-kata tidak jelas, contohnya berbalasan seperti ini: “uuu” “wae?” “aniyo” “jinjjayo?” “ne” “emm” “wae?” “molla” “eung-_-” “keke” dan seterusnya. Kami hanya akan berhenti berkirim pesan kalau sudah ingin tidur.

***

“Aahh ige mwoyaa? Wae geurae? Kenapa bisa kempes sihh!! Aihh!!” kesalku yg mengetahui ban sepedaku kempes. “Seulong-ah, ban sepedaku kempes, gimana dong?” Aku mengirim pesan ke seulong. “Ah gwenchanayoo. Bagaimana kalau kita berboncengan?^^” balas seulong. Belum sempat aku balas pesannya, bel sepeda seulong mengagetkanku. Dia sudah berada di depan rumahku, dan aku langsung menghampirinya, dan mulai perjalanan. Ketika dibelokan menuju gang sekolah, kami berpapasan dengan kibum. Aku dengan ceria menyapanya, “ya!! Kibummie!! Annyeong!!”. Ketika dia menoleh, raut wajahnya yg awalnya semangat untuk sekolah, langsung berubah, “eo! Annyeong hyewon-ah” balasnya datar yang langsung menambah kecepatan sepedanya meninggalkan aku dan seulong. “Aish, ada apa dengannya? Kenapa tiba-tiba murung begitu?-_-” tanyaku pada seulong. “Ya hyewon-ah, dia cemburuu melihat kita berboncengan” ejek seulong. “Ya!! Neo mwoyaa-__- apa yg dia cemburukan-__-” kesalku. Seulong pun tertawa melihat muka kesalku. Dan kami pun sampai. Seulong memarkirkan sepedanya. Dan kami menuju kelas bersama. Diperjalanan ke kelas, seulong selalu membuatku tertawa terbahak-bahak, sampai di pintu kelas aku tetap tertawa. Dan aku melihat kibum yang cuek memainkan handphone nya. “Ah adaapa dengan orang ini” batinku. Kibum terlihat sedang menulis pesan untuk seseorang. Aku tidak menghiraukannya, aku hanya duduk dan mengobrol dengan hyera, junbin dan seulong. Saat istirahat, aku melihat handphone ku, ada pesan masuk, mengatakan “pulang sekolah bareng aku ya? Gabawa sepeda kan? Aku bonceng deh. Aku bakal tunggu di parkiran sepeda. Jebal” ah, kibum. Aku tersenyum sendiri mengingat perkataan seulong tadi pagi. Ternyata benar, sepertinya dia cemburu kekeke~

Pulang sekolah aku langsung menyuruh seulong untuk pulang duluan saja. “Seulong-ah, pulang duluan ajaya, aku ada urusan dulu. Gwenchana? Mianhaeyoo” kataku. “Ah geurae, gwenchana. Hati-hati ya” balasnya sedikit tak bersemangat. Aku pun mengangguk dan langsung meninggalkannya untuk menemui kibum. Tak lama aku melihat kibum yang memegangi gagang sepedanya, aku pun memanggil nya “ya! Kibummie! Tumben pengen pulang bareng? Keke” sapaku yang lagi-lagi berpura-pura tidak memiliki perasaan apa-apa padanya. “Ah neo. Kenapa ga bawa sepeda ke sekolah?” Tanyanya sedikit dingin. “Ban sepedaku kempes, dan mana mungkin mau mengurusnya tadi pagi, jadi aku minta bonceng seulong deh” jawabku ceria untuk membuatnya juga sedikit ceria. “Ah kajja kitaa pulaangg kibummiee!!” Tambahku. “Eung ne, kayo” balasnya sambil menyuruhku untuk duduk dibelakangnya. Aku pun menuruti nya dan kami pun pulang bersama. Kibum sudah tau dimana rumah ku, seulong yang memberitahunya. Seulong memberitau karena kibum penasaran kenapa aku dan seulong pulang-pergi bersama.

Selama perjalanan, kami hanya sedikit diam. Yang kibum bicarakan hanyalah arah rumahku. Dan akhirnya sampai. “Gomawoyoo kibummie, mau masuk ga?” Tawarku. “Ah ne cheonmaneyo, gausah won-ah, aku langsung pulang aja deh, annyeong” jawabnya. “Eung ne, annyeong!”. Aku masuk kerumah dengan kegirangan. Senyum-senyum sendiri, keke 🙂

Tiba-tiba handphone ku berdering, ah, pesan dari seulong. “Johahaeyo boncengan sama kibum? Aku melihatmu senyum-senyum di sepedanya kibum di perjalanan” omo. Adaapa dengan seulong? Apa dia sedang bercanda? Tapi pesannya datar sekali tidak ada tanda-tanda bahwa dia bercanda. “Ah anii, ne naneun haengbokhae, geunde, lebih enak pulang sama kamu, soalnya lebih seru, sama kibum flat datar gitu diem banget.” Balasku. “Ne, geurom, aku lagi otw kerumahmu, mau benerin ban sepedamu.” Balasnya lagi. Dan lagi-lagi, belum sempat membalas, dia sudah mengetuk pintu rumah ku. Hh cepat sekali anak ini-_-

Raut wajahnya membaik dari sepulang sekolah tadi, sudah kembali normal sepertinya. Lalu aku dan seulong memperbaiki sepedaku bersama. Memang benar-benar seru melakukan sesuatu bersama seulong… Dan sepedaku pun kembali benar. “Whoaaa gomawooyoo seulong-ah!!! Ahh jinjja, kau ahli sekali kekeke” ejekku. “Ya!! Neo mwoyaa-__- maksudmu aku cocok menjadi tukang servis? Hahahaha” balasnya. “Ah ne, aku pulang dulu yaa, annyeong” lanjutnya. “Nee annyeong, jeongmal gomawoo yaa!!!” Balasku.

Hari hari terlewati agak sedikit berbeda, aku jadi lumayan sering pulang bareng kibum padahal berbeda arah, dan kibum juga akhir-akhir ini sering bersamaku. Dan seulong, setiap aku sehabis bersama kibum, dia selalu jutek padaku. Sedikit risih sih jalanin keadaan ini…

***

Bulan-bulan sudah terlewati, ujian nasional kami pun juga sudah selesai, dan sekarang waktu libur panjang. Aku akui, selama ujian aku tidak konsen, kenapa? Karena aku mendengar dari teman sekelas kalau kibum berpacaran dengan yeoja sekelasku, choi yeonsu sejak 2 minggu sebelum ujian nasional. Aku berniat bertanya pada kibum saat liburan panjang. Dan sekarang aku sedang memikirkan bagaimana aku bertanya, dan akhirnya aku memutuskan untuk mengirimkannya pesan, “ya kibummie! Benarkan kau berpacaran dengan yeonsu? Kenapa kau tidak pernah bercerita padaku?” Ya, sampai sudah libur panjang pun aku masih berpura-pura tidak mempunyai perasaan apapun pada kibum. “Keke, mianhada won-ah. Tapi kau sudah tau kan sekarang? Ada banyak yang ingin ku ceritakan padamuu!!” Balas kibum. Omo, aku mengerti maksud kibum. Dia akan menjadikanku tempat curhatnya terhadap hubungan dia dengan yeonsu. Aku memang babo! Seharusnya aku tidak memposisikan aku sebagai sahabatnya supaya ga gini jadinya!! Kalo gini aku nambahin sakit hati sendiri namanya… Ah babo babo baboo!!!-__- tapi harus bagaimana lagi, memang salahku.. “Ah arraseooo… Ne ne!! Aku bersediaa!!^^” balasku, yang tetap saja menyembunyikan rasa sakitku. Dan kibum pun mulai bercerita tentang hubungannya, yang membuatku tambah sakit hati dan parahnya aku akan mendengarkan semua kebahagiaannya yang berada diatas penderitaanku. Ahh. Ini semua salahku!! Aku memang babo!! Benar benar baboo!!!

*** -c-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s