let the love go ( part 1 of 2 )


author : absen nomer 22 ( @nomerabsen22)
cast : Jung Jiwon(fic), Kim Junsu (JYJ), Shim Changmin

annyeong~
numpang nitip FF buat berpartisipasi dalam kegiatan admin kpopersngakak πŸ˜€
saya sebenarnya agak bingung dengan cara pengiriman FFnya, jadi maaf kalo formatnya ga sesuai dengan yang diharapkan admin TT_TT
saya sudah bertanya tapi mention saya tidak dibales sama admin *hiks *hiks
mian~
semoga admin menikmati FF saya ini
*bow* *bow* *bow*

Β 

β€˜prang’

Β 

β€œ DIAM!!”

Teriak nenekku sambil membanting sendok dan garpu yang dipegangnya. Dia melihatku dengan tatapan tajam dan wajah yang bergetar saking marahnya.

Β 

β€œ kenapa? Tidak bolehkah aku bertanya tentang ibuku sendiri?” tanyaku padanya

Β 

β€œ SUDAH KUBILANG DIAM!” teriaknya lagi lebih keras padaku

Β 

Hal ini terjadi setiap aku bertanya padanya tentang ibuku, nenek tidak pernah menjawab malah memarahiku. Aku baru kembali dari italy, selama 7 tahun aku belajar design disana dan kejadian 7 tahun yang lalu sebelum berangkat terulang kembali.

Β 

β€œ aku sudah bilang, jangan membicarakan sepatah katapun tentang dia!” kata nenek dengan suara bergetar

Β 

β€œ kenapa? Apa aku tidak berhak..”

Β 

β€œ YA!! Kau tidak berhak!!” teriaknya memotong kalimatku β€œ kau tidak berhak tau apapun tentang ibumu! Kau mengerti itu! Diam dan lanjutkan saja makanmu!”

Β 

Aku tertawa hambar sambil menatapnya lekat β€œ wae? Apa yang nenek coba sembunyikan dari aku?”

Β 

β€œ kau tidak mendengarku? Diam dan lanjutkan saja makanmu! Lihat apa yang sudah kau lakukan padaku, aku tidak selera makan!” kata nenek β€œ pelayan, bersihkan meja!” perintahnya pada pelayan dan bangkit berdiri dari kursinya. Aku juga bangkit dari kursiku

Β 

β€œ aku akan menemukannya! Aku akan menemukan ibuku, nenek tidak punya hak melarangku tau tentang ibuku atau mencarinya! Nenek tidak punya hak!” ucapku padanya.

Β 

Kuambil tasku dan melangkah keluar dari rumah megah milik nenek. Aku tidak tahan, sudah cukup selama 24 tahun dia mengekangku dan segala kehidupanku. Selama 24 tahun dia tidak pernah membiarkanku tau satu hal pun tentang ibuku. Bahkan inisial namanya pun aku tidak tahu. Setelah papaku meninggal 12 tahun yang lalu pun dia tetap menutup mulutnya rapat-rapat tentang ibuku.

Β 

β€œAAARRRRRGGGGGHHHHH!!!!!”

Β 

Teriakku frustasi di dalam mobil. Kupukul setir mobil dan membiarkan air mataku jatuh membasahi pipiku. Aku benar-benar tidak tahan dengan ini, apa yang salah dengan tau tentang ibuku?

Β 

Flashback

Β 

β€œ Jung Jiwon , bukankah dia cucu pemilik Daehan group? Wwaaahh… cantik sekali!”

Β 

β€œ wwaaahh… dia keren sekali!”

Β 

β€œtapi apa kalian tau, ada rumor yang mengatakan dia broken home!”

Β 

β€œ benarkah?”

Β 

β€œ iya, ayahnya meninggal saat dia berumur 12 tahun dan dia tidak mempunyai seorang ibu. Ada yang bilang ibunya itu adalah kalangan wanita jalang, alias pelacur kalian tau. Maka dari itu ibunya tidak diterima di keluarganya.”

Β 

Aku mengepalkan tanganku saat tidak sengaja aku mendengar pembicaraan mereka di toilet. Aku mendorong pintu kamar mandi kasar membuat ketiga orang tadi terkejut.

Β 

β€œ omo!”

Β 

β€œ J-Jiwon sshi..”

Β 

β€œ jaga mulut kalian! Kali ini aku akan pura-pura tidak mendengarnya!” kataku mengancam, aku keluar dari kamar mandi. Hatiku sakit, mereka tidak tau apa-apa tentang ibuku! Mereka tidak berhak berbicara buruk tentangnya! Sekalipun dia tidak pernah hadir dalam kehidupanku, aku yakin dia orang yang baik!

Orang-orang itu tidak punya hak berbicara buruk tentang ibuku!

Β 

End of flasback

Β 

Aku berjalan keluar dari lift, menuju apartemenku di lantai 7. aku terdiam dan berhenti di tempatku ketika aku melihat sosok pria menungguku di depan pintu apartemenku. Aku sudah lama tidak bertemu dengannya, Junsu.

Β 

Dia berjalan pelan ke arahku, menyunggingkan senyum manis seperti dolphinnya padaku. Aku hanya melihatnya yang menjadi semakin dekat denganku.

Β 

β€œ dasar panda! Kenapa kau tidak memberitahuku kau pulang hari ini?” katanya, aku hanya melihatnya menundukkan kepalaku supaya dia tidak bisa melihat airmata yang memenuhi mataku.

Β 

β€œ m-mianhae!” ucapku lembut, aku bisa mendengarnya tertawa lembut dan sedetik kemudian aku bisa merasakan kehangatan yang menyelimuti tubuhku, juga hatiku.

Β 

β€œ gwaenchana!” gumam Junsu lembut sambil memelukku β€œ kau sudah makan?” tanyanya, aku hanya mengangguk mengiyakan.

Β 

Junsu membantuku merapihkan barang-barang di apartemenku. Tidak ada orang yang menempati tempat ini semenjak tujuh tahun yang lalu, dan hanya ada pekerja yang bertugas membersihkan tempat ini sebulan sekali.

Β 

β€œ coffee latte!” kata Junsu memberiku secangkir coffee latte favoritku, aku tersenyum

Β 

β€œ thanks.” Ucapku, dia duduk di kursi sebelahku

Β 

β€œ jadi kau baru saja bertemu dengan nenekmu?” tanyanya, aku mengangguk

Β 

β€œ kami bertengkar lagi, kau tau persoalan biasa.” Jawabku ringan, dia hanya tersenyum

Β 

β€œ aku rasa kali ini dia juga tidak memberimu jawaban, benarkan?”

Β 

β€œ kalau dia sudah memberikan jawaban, aku tidak akan duduk disini bersamamu oppa!” jawabku tertawa, Junsu juga ikut tertawa

Β 

β€œkenapa kau tidak memberitahuku kalau kau akan pulang hari ini? Aku bahkan mendapat informasi ini dari kepala pelayan di rumah nenekmu.” Tanyanya

Β 

β€œ tidak memberitahupun oppa juga sudah tau kan?” kataku, dia memukul pelan kepalaku β€œ aaaahh…”

Β 

β€œ dasar anak ini, kau tidak tau seberapa besar rasa rinduku padamu?”

Β 

β€œ sebesar gunung everest?” tanyaku tersenyum, Junsu oppa tertawa

Β 

β€œ ya, kira-kira seperti itu.” Balasnya, aku tertawa β€œ jadi apa yang akan kau lakukan setelah ini?” tanyanya

Β 

β€œ apalagi oppa? Aku tentu akan mencari ibuku, apapun yang terjadi.”

Β 

β€œ bagaimana dengan nenekmu?”

Β 

β€œ aku akan memikirkan itu nanti, aku hanya ingin menuntut hakku. Sudah lama aku bertahan dan tidak melakukan apa-apa.” Jawabku, β€œ sudahlah oppa, jangan bicarakan masalah itu. Aku bisa mengurus diriku sendiri!” tambahku tersenyum

Β 

β€œ katakan itu pada anak berumur 5 tahun!” kata Junsu mencibir, aku hanya tersenyum β€œ kau kira aku baru mengenalmu kemarin?”

Β 

β€œ aku tau, jadi aku mohon demi kesehatan jiwaku, berhenti membicarakan tentang nenekku! Bertemu dengannya hari ini sudah cukup, jangan membicarakannya lagi!” ucapku, Junsu hanya tersenyum

Β 

β€œ baiklah terserah kau saja!”

Β 

β€œ bagaimana kabar oppa?” tanyaku, dia tersenyum

Β 

β€œ aku akan menikah.” Jawabnya, aku sontak melihatnya terkejut.

Β 

Apa?

Β 

Menikah?

Β 

Junsu oppa, menikah?

Β 

β€œ kami sudah berpacaran selama 3 tahun, dan aku melamarnya 3 bulan yang lalu. Bulan depan kami akan menikah.” Tambahnya senang

Β 

Aku hanya melihatnya, ekspresiku tidak terbaca. Apa? Kenapa aku tidak tau apa-apa?

Β 

β€œ aku tau aku harus minta maaf padamu karena aku tidak memberitahumu apa-apa tentang ini. Tapi aku yakin, kau pasti akan menyukainya ketika kau bertemu dengannya nanti.” Kata Junsu oppa

Β 

Hatiku sakit, untuk yang kedua kalinya.

Orang yang selama ini mengisi hatiku, orang yang selama ini selalu ada dan menjadi tembok tempatku bersandar sudah tidak bisa lagi menjadi milikku. Penantianku sia-sia, harapanku hancur.

Β 

β€œ Jiwon? Kenapa bengong? Kau tidak bahagia?” tanyanya, aku tersadar dan melihatnya menyunggingkan senyum

Β 

β€œ hah? Tentu saja aku senang!” jawabku tersenyum β€œ aku hanya terkejut oppa tidak memberitahuku dari awal, menyebalkan!” gumamku mengerucutkan bibirku sebal

Β 

β€œ mianhae, aku berjanji kau akan menjadi tamu undangan paling special besok dan aku akan mengatur supaya kau bisa bertemu dengannya segera.” Katanya sumringah, aku hanya mengangguk

Β 

β€œ baiklah, terserah! Tapi ngomong-ngomong siapa namanya oppa?” tanyaku penasaran

Β 

β€œ Han yujin!” jawabnya

Β 

β€œ nama yang bagus.” Gumamku

Β 

Junsu pulang beberapa saat kemudian, aku yang menyuruhnya pulang. Aku tidak tahan, tubuhku terjatuh diatas lantai, terduduk dengan membelakangi pintu. Air mataku mengalir deras, hanya aku sendiri di dunia ini. Tidak ada siapa-siapa, menangis di sudut ruangan sendiri.

Β 

Kenapa? Kenapa Junsu juga harus pergi? Kenapa aku mencintainya?

Dia yang selalu menemaniku. Dia orang pertama yang akan datang ketika aku membutuhkan sandaran, dia yang terakhir ada ketika aku butuh pegangan. Dan sekarang mengetahui kenyataan bahwa aku tidak bisa bersamanya, aku tidak bisa mencintainya lagi dan aku tidak bisa memilikinya. Hatiku sakit, aku tidak tau harus kemana sekarang.

Β 

Wae? Kenapa hidupku seperti ini? Apa salahku?

Β 

Β 

Nenek memaksaku datang menghadiri rapat direksi hari ini. Dengan menyuruh dua orang pengawalnya menjemputku di apartemenku dan memaksaku untuk datang ke perusahaan. Dan disinilah aku, di tengah-tengah orang-orang licik yang mengelilingiku.

Β 

Aku tidak peduli lagi, aku bangkit dari kursiku dan berjalan keluar ruang rapat. Aku tidak peduli lagi dengan pendapat mereka semua, ini menyiksaku.

Β 

Kukendarai mobilku tak tentu arah, aku memang tidak punya tujuan bukan? Tujuan hidupku hilang, sandaranku hilang, obat penenangku sudah hilang dan juga alasanku untuk hidup sudah hilang.

Β 

β€œ tolong segelas vodka!” pintaku pada bartender di depanku, mungkin ini satu-satunya pelarianku sekarang. Tidak ada yang bisa melarangku, aku mematikan telfonku. Membuangnya supaya tidak ada yang tau dimana keberadaanku.

Β 

β€œ silahkan!” kata bartender, aku meminum vodkaku sekali teguk, merasakan sensasi tenang ketika cairan ini membasahai tenggorokanku. Aku benar-benar tidak bisa berpikir lagi, pikiranku sudah lelah, tubuhku juga.

Β 

Β 

Aku mengeryap membuka mataku, merasakan sakit kepala yang luar biasa. Sinar matahari yang begitu terang menerpa wajahku, aku perlahan bangkit duduk melihat sekitar.

Dimana aku?

Β 

β€œ kau sudah bangun?” tanya seseorang, aku menoleh ke arah kananku dan melihat seorang lelaki tinggi yang sedang menyiapkan makanan.

Β 

β€œ s-siapa kau?” tanyaku terbata-bata melihatnya, kontan aku langsung menggerayangi diriku dan memastikan tidak terjadi apa-apa padaku.

Β 

β€œ harusnya aku yang bertanya seperti itu, jangan khawatir aku tidak memperkosamu semalam!” katanya, aku mendongak melihatnya setelah menyadari pakaianku masih lengkap

Β 

β€œ kenapa aku bisa disini? Dimana ini?” tanyaku

Β 

β€œ dimana lagi? Tentu saja kau berada di rumahku. Semalam kau berjalan seperti orang gila dan tiba-tiba saja jatuh menimpa tubuhku, dan yang lebih parah kau muntah di seluruh tubuhku!” jawabnya

Β 

Aah, tadi malam aku minum terlalu banyak rupanya.

Β 

β€œ m-maafkan aku!” gumamku

Β 

β€œ sudahlah, tidak perlu minta maaf. Ini minum ini dulu!” katanya berjalan ke arahku memberiku air hangat dengan madu, aku melihatnya ragu-ragu β€œ aku tidak menambahkan racun atau apapun! Kau pasti pusing sekarang, jadi cepat minum!” suruhnya,

Β 

Perlahan aku mengambil gelas di tangannya dan mulai meminum air itu sampai habis

Β 

β€œ kau mandi dulu saja, kamar mandinya ada di sebelah sana, aku sudah menyiapkan handuk dan baju ganti untukmu di dalam.” Tambahnya berjalan menuju dapur dan kembali berkutat dengan masakannya.

Β 

Aku ragu-ragu sebentar, tapi kemudian berjalan menuju kamar mandi seperti yang dia bilang. Kubersihkan badanku dan kupakai baju yang sudah disiapkannya untukku. Aku keluar dari kamar mandi dengan handuk menutupi kepalaku.

Β 

β€œ letakkan saja bajumu di keranjang itu, aku yang akan mengurusnya. Cepat kau duduk disini dan sarapan!” suruhnya, aku hanya melihatnya bingung.

Β 

Kenapa dia begitu baik padaku?

Β 

Aku duduk di depannya dengan dia yang sudah menyiapkan nasi dan kimchi jigae di depanku. Aku melihatnya yang sudah makan dengan lahap.

Β 

β€œ kenapa kau baik padaku? Kau tidak mengenalku bukan?” tanyaku penasaran padanya

Β 

β€œ apakah salah berlaku baik pada orang lain?” tanyanya, aku menggelengkan kepalaku

Β 

β€œ t-tidak tapi kenapa kau melakukan ini? Aku jadi merasa aneh.” Gumamku, dia tersenyum sambil mengunyah nasi di dalam mulutnya, entah kenapa dia terlihat lucu ketika melakukan itu.

Β 

β€œ tidak perlu, aku juga tidak tau kenapa aku baik padamu. Aku hanya melakukan apa yang membuatku senang, aku hanya mengikuti hatiku.” Jawabnya β€œ sudah cepat makan, kau pasti lapar!” tambahnya tersenyum, dia mengambil sumpit di depanku dan memberikannya padaku

Β 

Aku tidak mau membohongi diriuku sendiri, aku mulai makan karena aku benar-benar kelaparan.

Β 

β€œ ngomong-ngomong, aku changmin!” katanya memperkenalkan diri, aku mengusap mulutku menggunakan punggung tanganku dan tersenyum padanya

Β 

β€œ Jiwon!” jawabku

Β 

β€œ Jiwon, jarang sekali mendengar nama itu disini,” gumamnya

Β 

β€œ kau tinggal sendiri disini?” tanyaku, dia mengangguk

Β 

β€œ mm, aku tinggal disini sendiri.” Jawabnya β€œ aku kuliah disana, universitas di dekat sini kau tau kan?” tanyanya, aku mengangguk. Hongik university,

Β 

β€œ kau masih kuliah?” tanyaku

Β 

β€œ tentu saja, memangnya kau sudah lulus?” tanyanya padaku, aku mengangguk

Β 

β€œ mm, aku sudah menyelesaikan S2 ku.” Jawabku, dia melihatku tidak percaya

Β 

β€œ benarkah? Berapa usiamu?” tanyanya

Β 

β€œ 24.”

Β 

β€œ tidak mungkin, umurku sama denganmu. Jangan bohong padaku.”

Β 

β€œ aku tidak bohong, aku masuk kuliah saat umurku 17 tahun, dan selama 7 tahun ini aku belajar di italy.” Jawabku, dia melihatku memutar matanya

Β 

β€œ tentu saja berbeda, sistem pendidikan disana dan disini berbeda apa kau tidak tau itu?” tanyanya, aku melihatnya menggelengkan kepala

Β 

β€œ benarkah? Aku baru tau itu sekarang.” Jawabku polos, dia menepuk dahinya sendiri membuatku tertawa

Β 

β€œ aigoo~~, pantas saja bahasa koreamu terdengar sedikit aneh.”

Β 

β€œ kenapa kau tidak tinggal bersama orang tuamu?” tanyaku padanya

Β 

β€œ ibuku bilang dia tidak ingin menggagu belajarku jadi dia membiarkanku tinggal sendirian. Setiap bulan dia akan mengunjungiku, aku harus bekerja disini.” Jawabnya

Β 

β€œ ohh begitu.”

Β 

β€œ kau sendiri, darimana kau berasal? Aku tidak berani mencari identitas atau apapun padamu.” Katanya

Β 

β€œ aku hanya kabur dari rumah.” Jawabku enteng

Β 

β€œ apa?”

Β 

β€œ bolehkah aku tinggal disini? Aku akan bayar separuh uang sewanya.” Pintaku padanya, changmin melihatku membelalakkan matanya

Β 

β€œ kau yang benar saja? Tidak, aku tidak mau! Bagaimana nanti kalau ada polisi atau yang lain, aku bisa masuk penjara karena tuduhan menculikmu.” Tolaknya khawatir

Β 

β€œ ayolah, tidak akan terjadi hal yang seperti itu! Aku mohon, aku hanya tidak ingin ada siapapun yang menemukanku!” pintaku terus mendesaknya β€œ lagipula, jika aku membayar uang sewa kau tidak perlu bekerja lebih keras, benarkan?” tanyaku, dia nampak berpikir sebentar.

Β 

Changmin melihatku setelah beberapa saat berpikir, kemudian dia mengangguk

Β 

β€œ baiklah kau boleh tinggal disini, dengan syarat kau harus membayar uang sewa padaku dan juga kau tidak boleh memberi keterangan palsu jikalau ada orang yang mencarimu.” Katanya, aku tersenyum dan mengulurkan tanganku

Β 

β€œ deal!” ucapku , dia menyalami tanganku

Β 

β€œ tapi hanya ada satu tempat tidur disini, dan kita tidak mungkin tidur bersama. Mau tidak mauΒ  kau harus tidur di kasur lipat.” Katanya β€œ kau yakin tetap mau tinggal?”

Β 

Aku mengangguk β€œ aku tidak akan mati meskipun aku tidur di kasur.” Jawabku, changmin menghela nafas β€œ setelah ini, kau mau kemana?” tanyaku

Β 

β€œ aku harus pergi kerja di restoran di bawah sana.” Jawabnya,

Β 

β€œ boleh aku ikut?” kalimat itu langsung meluncur keluar dari mulutku begitu saja.

Β 

β€œ apa? Kau jangan bercanda!” katanya

Β 

β€œ ayolah, aku mohon! Aku tidak akan melakukan apa-apa di dalam rumah, jadi biarkan aku ikut kerja denganmu!” pintaku melihatnya dengan puppy eyesku, changmin menggelengkan kepalanya frustasi

Β 

β€œ baiklah-baiklah, kau boleh ikut!”

Β 

Aku tersenyum senang,

Kami keluar apartemennya bersama, dengan aku yang memakai sepatu milik changmin. Well basicly semua yang aku pakai dari atas sampai bawah adalah miliknya. Aku tidak tau kenapa aku merasa nyaman berada di dekatnya, aku juga tidak tau kenapa kami bisa begitu akrab dalam waktu singkat.

Β 

Aku bahkan mengatakan satu hal tanpa berpikir panjang, aku merasa merindukannya, aku merasa aku terikat dengannya. Entahlah, perasaan apa itu yang jelas untuk saat ini aku menikmatinya. Setidaknya ini bisa melupakan rasa sakitku untuk sejenak.

Β 

β€œ selamat pagi boss!” sapa changmin pada bossnya ketikaΒ  dia memasuki restoran tempatnya bekerja

Β 

β€œ oh selamat pagi! Siapa yeoja cantik ini?” tanyanya, changmin tersenyum janggal

Β 

β€œeh, dia temanku. Emm… bolehkah dia bekerja disini?” tanya changmin

Β 

β€œ oh kebetulan, aku baru akan memasang pengumuman lowongan. Kau tau sohee mengundurkan diri kemarin dan aku kebingungan mencari penggantinya.” Jawab bosnya, changmin tersenyum

Β 

β€œ benarkah, jadi dia boleh bekerja disini?” tanya changmin

Β 

β€œ tentu, ajari dia semua yang diperlukan. Dan juga, siapa namamu?” tanya si boss padaku

Β 

β€œ saya Jung Jiwon, senang bertemu dengan anda!” jawabku tersenyum

Β 

β€œ baiklah, kau pergilah bersama changmin!” katanya tersenyum

Β 

β€œ ne, terima kasih sudah mengizinkanku bekerja!” ucapku dan pergi mengikuti changmin ke ruang ganti, memakai baju seragam pelayan dan kami keluar bersama.

Tidak sulit bukan? Sepertinya ini menyenangkan

Β 

β€œ jadi nona, apa ini pertama kalinya kau masuk ke tempat seperti ini?” tanya changmin padaku, aku mengangguk

Β 

β€œ mm, kau benar.” Jawabku

Β 

β€œ sudah kuduga, jadi ayo ku ajari bagaimana menjadi pelayan yang baik! Mskipun kau tidak menyukai pekerjaanmu, kau tidak boleh malakukannya setengah hati!” katanya, aku tersenyum

Β 

β€œ baik bos!” jawabku membuatnya tertawa

Β 

Changmin mengajariku semuanya, bagaimana cara menyambut tamu, bagaimana mencatat pesanan, menyapa para pengunjung dan menyajikan makanan. Memang susah pada awalnya karena aku tidak terbiasa dengan ini. Changmin membantuku dan juga membuat pelanggan mengerti bahwa ini hari pertamaku berkerja jadi aku agak sedikit gugup

Β 

β€œ suguhassimnida!!” ucapku dan changmin bersamaan ketika kami melangkah keluar meninggalkan restorant. Aku tersenyum, meskipun kakiku pegal dan bahuku sakit

Β 

β€œuntuk hari pertamamu kurasa kerjamu cukup oke.” Komentar changmin, aku tertawa melihatnya

Β 

β€œ aah… kakiku pegal sekali.” Keluhku dan sedikit memukul-mukul kakiku

Β 

β€œ wae? Kau mau menyerah hanya dengan itu?” tanya changmin meremehkan

Β 

β€œ aniya, siapa bilang! Aku tidak akan menyerah!” gumamku β€œ aahh.. apa kau akan langsung pulang?” tanyaku padanya

Β 

β€œ kenapa? Kau mau jalan-jalan?”

Β 

Aku mengangguk cepat β€œ mm… aku belum pernah ke tempat ini sebelumnya.” Jawabku, changmin melihatku tidak percaya

Β 

β€œeii.. seolma! Jangan bercanda denganku Jiwon, mana ada orang korea yang belum pernah ke Hongdae?”

Β 

Aku mengangkat tangan β€œ aku!”

Β 

β€œ aigoo~~ kau benar-benar belum pernah kemari?” tanyanya lagi, aku menggelengkan kepala

Β 

β€œ mm, aku belum pernah sama sekali!” jawabku, changmin menghela nafas

Β 

β€œ baiklah, apa yang ingin kau lakukan disini?”

Β 

β€œ mm, aku rasa aku akan membeli baju terlebih dahulu. Aku tidak mungkin terus menerus memakai bajumu.”

Β 

β€œ yep! Benar sekali, dan juga sepatu dan juga kau punya handphone?”

Β 

β€œ aku sudah membuangnya.” Jawabku

Β 

β€œ well, baiklah kita akan beli yang baru!” gumam changmin

Β 

Dia mengantarku membeli beberapa pasang baju, sepatu dan tentu saja handphone. Meskipun hanya ada nomer changmin di dalamnya tapi setidaknya ini menenangkanku. Tidak ada yang bisa menggangguku. Mekipun aku sedikit memikirkan tentang Junsu. Aku selalu memberitahunya dimana aku berada, dan sudah beberapa hari ini aku tidak bertemu dengannya. Sudahlah, dia sudah mempunyai seseorang yang harus lebih diperhatikan dan dikhawatirkannya daripada aku.

Β 

Sudah beberapa hari ini aku tinggal bersama changmin, kami bekerja di restorant 3 kali seminggu dan ketika akhir pekan kami bekerja sampai malam. Semuanya menyenangkan, aku bisa melupakan sejenak beban pikiranku dan kegundahan hatiku. Tapi tetap saja, rasanya ada sesuatu yang kosong.

Β 

β€œ kau mau kemana Jiwon?” tanya changmin, dia sedang bersiap untuk pergi kuliah sekarang, dan aku harus melakukan sesuatu

Β 

β€œ aku hanya akan keluar sebentar, kenapa kau menghawatirkanku?” tanyaku padanya

Β 

β€œ bukannya apa-apa, aku tidak membawa kunci apartemen. Tidak akan terjadi apa-apa kalau kau pulang lebih awal.” Kata changmin. Aku memukul kepalanya

Β 

β€œ yah! Sudah kubilang, panggil aku nuna!” ucapku, aku sengaja menyuruh changmin memanggilku nuna semenjak dua hari yang lalu, rasanya menyenangkan dipanggil nuna olehnya.

Β 

β€œ wae? Kita bahkan seumuran, kenapa kau terus menyuruhku memanggilmu nuna?” tanyanya cemberut

Β 

β€œ dilihat dari segi pendidikan, aku ini kakak kelasmu!” kataku β€œ sudah sana cepat pergi!” suruhku mendorongnya keluar. Aku bisa mendengar ocehannya dan aku hanya tersenyum,

Β 

Aku mengambil hoodieku dan berjalan mencari taksi menuju rumah sakit. Aku tersenyum ketika aku memasuki ruangan dokter Han, dia hanya melihatku setelah melihat hasil tesku sebelumnya.

Β 

β€œ sudah berapa lama kau tidak meminum obatmu?” tanyanya padaku, aku berpikir sebentar

Β 

β€œ 2 minggu.”

Β 

β€œ dan apa kataku tentang alkohol?” tanyanya, aku hanya diam dan menundukkan kepala. Dokter Han menghela nafas β€œ apa sekarang kau mau di tes ulang?” tanyanya

Β 

β€œ tidak, aku hanya ingin meminta obat.” Jawabku tersenyum

Β 

β€œ Jiwon~ ayolah, sudah berapa lama sejak tes terakhirmu?”

Β 

β€œ aku akan melakukan tes itu nanti, kumohon aku tidak mau menakuti diriku sendiri.” Pintaku padanya, dokter Han melihatku

Β 

β€œ ini yang terakhir, pastikan jika sesuatu kecilpun terjadi kau akan menelfonku!” katanya, aku tersenyum dan mengangguk padanya.

Β 

Aku berjalan keluar dari rumah sakit, menyetop taksi di depan dan bersamaan dengan itu seseorang keluar dari dalam taksi. Aku terpaku ditempatku melihatnya, Junsu. Dia berada di depanku sekarang.

Β 

β€œ Jiwon!” katanya dan langsung memelukku,

Β 

Apa ini? Kenapa pelukannya terasa menyakitkan sekarang? Kenapa tidak hangat lagi seperti dulu?

Β 

β€œ kau! Kau kemana saja? Kenapa kau ada disini? Kenapa kau tidak mengangkat telfonmu?” tanyanya memberondong β€œ kau tidak tau betapa khawatirnya aku? Apa kau sadar apa yang sudah kau lakukan?”

Β 

Aku mendorongnya, melepas pelukan kami.

Β 

β€œ s-sudahlah, jangan pedulikan aku!” ucapku

Β 

β€œ kau bercanda? Bagaimana mungkin aku tidak mempedulikanmu!” katanya β€œ sekarang, kenapa kau ada disini? Kau sakit? Ada yang luka?” tanyanya mengecekku

Β 

β€œ oppa lepaskan! Aku tidak apa-apa!” kataku agak sedikit membentak padanya, Junsu melihatku terkejut

Β 

β€œ baiklah, aku minta maaf!” ucapnya, β€œ kau sudah makan?” tanyanya

Β 

Disinilah kami, berdua. Junsu membawaku ke sebuah restorant dekat rumah sakit, memesan makanan kesukaanku dan aku yang hanya duduk dan tidak melakukan apa-apa.

Β 

β€œ Jiwon~ makanlah!” suruhnya lembut

Β 

β€œ aku tidak lapar.” Balasku

Β 

β€œ apa yang terjadi? Kenapa kau tidak pulang ke rumah?”

Β 

β€œ sudah jelas bukan, tidak ada lagi tempat dimana aku bisa hidup tenang, tidak ada lagi yang menyayangiku. Untuk apa aku pulang?” tanyaku

Β 

β€œ aku, aku menyayangimu! Pulanglah!” pintanya β€œ aku khawatir sekali, lihat kau bertambah kurus dan baju apa yang kau pakai ini?” tanyanya

Β 

β€œ oppa tidak perlu khawatir denganku lagi mulai sekarang. Aku sudah dewasa, aku bisa mengurus diriku sendiri. Oppa lupa, aku hidup sendiri selama 7tahun di negeri orang dan tidak ada yang terjadi denganku. Dan lagi pula ada seseorang yang oppa perlu lebih khawatirkan daripada aku.” Jawabku, aku menatapnya. Bisa kurasakan dia terkejut sekali dengan perkataanku

Β 

Hatiku juga sakit. Aku tidak mau berlaku seperti ini padamu oppa. Aku ingin sekali memelukmu, aku ingin sekali kau menenangkanku seperti biasanya. Aku ingin melihatmu tersenyum padaku, dan kau tidak akan tau betapa senangnya aku melihat wajah khawatirmu ketika aku bertemu denganmu.

Β 

Tapi aku harus membatasi diriku, aku tidak mungkin hidup seperti itu lagi mulai sekarang. Mengetahui fakta bahwa kau tidak akan pernah bisa bersamaku.

Β 

β€œ jangan katakan apapun pada nenek jika dia bertanya, jangan ikuti aku dan jangan coba untuk mencari tau dimana aku tinggal.” Kataku, aku tersenyum mencoba menhan airmataku β€œ dan jangan khawatir, aku akan datang di pernikahanmu nanti!” tambahku dan bangkit dari kursiku

Β 

β€œ Jiwon~ aku mohon jangan pergi! Jangan tinggalkan aku!!” pintanya memegangi tanganku β€œ aku mohon, aku minta maaf atas segala kesalahan yang kulakukan, tolong jangan pergi!”

Β 

Terlambat Kim Junsu!

Kau harusnya mengatakan hal itu lebih awal!

Β 

Aku melepas genggaman tangannya di lenganku dan berjalan keluar meninggalkan restorant. Aku tau ini yang terbaik untukku. Aku terus berjalan dan menyetop taksi yang ada, kembali pulang. Airmataku sudah jatuh, aku tidak bisa menhannya.

Β 

Bagaimana mungkin aku berkata seperti itu pada Junsu? Bagaimana mungkin aku meninggalkannya seperti itu? Jiwon babo!

Β 

Β 

β€œ aigoo~~ sudah kukira kau akan terlambat!” gumam changmin ketika aku datang β€œ aku sudah menunggu satu jam disini!” tambahnya

Β 

β€œ omo benarkah, maafkan aku!” kataku dan bergegas membuka pintu membiarkannya masuk terlebih dahulu β€œ kau sudah makan?” tanyaku

Β 

β€œ belum, nuna sendiri?” tanyanya

Β 

Sontak ak menoleh ke arahnya, dia memanggilku apa?

Β 

β€œ kau memanggilku apa?” tanyaku tidak percaya

Β 

β€œ apalagi? Kau menyuruhku memanggilmu nuna kan?” tanyanya, aku tersenyum

Β 

β€œ aigoo~~ gomawo!”

Β 

β€œ ya ya ya… jadi ayo cepat, aku akan mengajakmu ke restorant deokbeokki enak. Aku yang traktir!” kata changmin sambil menyunggingkan senyuman lebarnya

Β 

β€œ tidak usah, aku yang traktir! Kau dongsaengku, jadi aku yang akan mentraktirmu!”  kataku dan menariknya keluar

Β 

β€œ tidak, aku sedang baik dan ingin mentraktirmu hari ini nuna.”

Β 

β€œ lain kali saja! Malam ini aku yang traktir!”

Β 

Aku dan changmin menghabiskan waktu bersama di restorant ddeokbeokki. Bertemu dengan beberapa teman changmin yang kebetulan sedang makan malam juga disana. Sekalian saja, aku mengajak mereka makan bersama.

Β 

β€œ kalian berdua benar-benar mirip!” gumam Kibum teman changmin ketika mengamatiku dan changmin

Β 

β€œ iya benar, sekali lihat saja kalian sudah benar-benar mirip!” tambah woojung

Β 

β€œ benarkah? Bosku dan teman-teman di restorant juga bilang begitu!” gumam changmin

Β 

β€œ tidak salahkan aku menyuruhmu memanggilku nuna?” tanyaku pada changmin

Β 

β€œ baiklah nuna!!” katanya

Β 

Β 

Kepalaku pusing dan aku bisa merasakan mual yang sangat pada perutku. Kubenamkan wajahku lebih dalam di dalam kloset dan memuntahkan semuanya. Rasanya perih, pusing!

Aku bisa mendengar changmin yang sedari tadi menggedor pintu dan memanggil namaku.

Β 

β€œ nuna, kau tidak apa-apa?” tanyanya

Β 

β€œ mm! Aku hanya terlalu banyak makan tadi malam!” jawabku dan kembali aku membenamkan wajahku

Β 

β€œ isshh dasar kau, jangan lupa minum obat! Aku pergi dulu!” pamitnya, dan beberapa saat kemudian aku bisa mendengar pintu apartemen tertutup. Aku duduk di lantai kamar mandi mencoba mengatur nafasku.

Β 

Kuseka mulutku dengan menggunakan handuk kecil dan keluar dari kamar mandi, mengambil obat dari lemariku dan segera meminumnya. Aku duduk di kursi masih mencoba bernafas setelah itu.

Β 

Tidak! Aku tidak boleh berakhir seperti ini, aku belum menemukan ibuku! Aku harus bertemu dengan ibuku apapun yang terjadi. Hanya keinginan untuk bertemu ibuku yang membuatku bisa bertahan sampai sejauh ini.

Β 

Aku berjalan menuju lemari untuk mengambil beberapa bajuku, ketika aku melihat foto changmin bersama seorang wanita yang sangat cantik.

Β 

Inikah ibunya? Cantik sekali!

Β 

Tidak terasa airmataku mengalir, aku selalu ingin tau bagaimana rasanya punya ibu. Menyenangkan kah? Mungkin iya, aku bisa melihatnya dari ekspresi wajah changmin. Beruntunglah dia masih mempunyai seorang ibu.

Β 

Β 

Aku berdiri di depan kampus milik changmin, melihat jam tanganku dan bersandar di samping mobilku.

Β 

β€œ changmin ah!”

Β 

Panggilku ketika aku melihatnya keluar dari gerbang kampus. Changmin melihatku terkejut sebelum dia berjalan ke arahku.

Β 

β€œ nuna?” tanyanya memastikan

Β 

β€œ ya, kau pikir siapa! Ayo masuk!” suruhku membuka pintu mobil dan changmin yang masih berdiri melihatku β€œ apa lagi yang kau tunggu shim changmin, cepat masuk!” suruhku, dia tersadar dari lamunannya dan masuk dari sisi lain mobil

Β 

β€œ yah, aku benar-benar tidak mengenalimu!” katanya β€œ jadi kau benar-benar orang kaya kan? Kenapa kau tinggal bersamaku? Kenapa kau mengganggu hidupku dan meringsek masuk ke dalam apartemenku? Kau punya banyak uang kan? Kenapa tidak tinggal di apartemen saja?” tanyanya

Β 

β€œ kau yang membawaku masuk ke dalam rumahmu minnie!” kataku mengoreksinya

Β 

β€œ eehh.. itu karena kau memuntahi bajuku dan pingsan begitu saja, aku tidak punya pilihan. Orang-orang melihatku pada saat itu, tau begini aku akan menaruhmu di hotel!” gumamnya, aku melihatnya dan menendang kakinya

Β 

β€œ aaahhh nuna sakit!!” keluhnya β€œ kau mau kemana berpakaian seperti ini? Β Kenapa mengajakku?” tanyanya

Β 

β€œ kau kosongkan jadwalmu besok dan pergi denganku. Aku sudah izin bos restorant dan dia memberi kita libur sehari besok. Kau ikut aku ke acara pernikahan temanku.” Jawabku

Β 

β€œ acara pernikahan? Kenapa mengajakku?” tanyanya bingung

Β 

β€œ aku hanya butuh itu, tolong lah, bisa kan?”

Β 

β€œ b-baiklah.”

Β 

Aku membelokkan mobilku ke butik milikku, para pekerjanya sedikit shock ketika aku masuk kesana. Tentu saja mereka terkejut, aku sudah lama menghilang dan sekarang tiba-tiba aku muncul.

Β 

β€œ s-sajangnim, selamat datang!” sapa pekerjaku

Β 

β€œ mm, tolong carikan dia sepasang jas dan bawakan paaku gaun putih yang dulu aku kirim!” suruhku

Β 

β€œ ne sajangnim!” jawabnya dan langsung pergi melakukan apa yang kusuruh

Β 

β€œ wwaaahh!! Jadi kau pemilik tempat mewah ini? Yah nuna! Kau benar-benar menipuku!” kata changmin cemberut, aku hanya tertawa

Β 

β€œ sudahlah, duduk saja dulu!” suruhku

Β 

Aku mengambil setelan jas berwarna hitam yang dulu sengaja kubuat, tidak tahu untuk siapa tapi itu benar-benar terlihat bagus dipakai changmin. Aku tersenyum senang dan tertawa melihat changmin yang sengaja berpose lucu.

Changmin membantuku membawa setelan jas dan gaun yang akan kukenakan besok ke dalam mobil sementara aku berbicara dengan pekerjaku.

Β 

β€œ oh nyonya besar!” perhatianku teralihkan ketika aku melihat nenek yang sudah berdiri di depan pintu.

Β 

Wajahnya merah menahan marah, dia menghampiriku langsung dan sejurus kemudian aku bisa merasakan perih di pipiku

Β 

β€˜PLAK’

Β 

β€œ anak kurang ajar! Kau pikir apa yang kau lakukan?” marahnya, aku tersenyum hambar padanya

Β 

β€œ apa yang kulakukan?” tanyaku melihatnya, di mengangkat tangannya lagi dan memukulku

Β 

β€œ diam kau!!”

Β 

β€œ kenapa nenek hanya memukulku? Kenapa tidak sekalian nenek membunuhku!” tanyaku padanya dengan marah

Β 

β€œ keurae! Aku akan membunuhmu jika itu yang kau inginkan!” katanya marah, aku hanya tertawa

Β 

β€œ silahkan, aku akan senang!” balasku sengaja memancing emosinya

Β 

β€œ jangan mencoba memancingku!”

Β 

β€œ kenapa?” tanyaku, dia mengangkat tangannya lagi dan hendak memukulku ketika kulihat changmin menahan lengannya

Β 

β€œ apa yang kau pikir sedang kau lakukan?” tanya changmin pada nenek yang melihatnya terkejut

Β 

β€œ apa? Siapa kau?” tanya nenek geram pada changmin

Β 

β€œ minnie, pergi dari sini!” suruhku

Β 

β€œ tidak, aku tidak akan membiarkan dia menyakitimu nuna!” kata changmin

Β 

β€œ nuna?” tanya nenek

Β 

β€œ pergi dari sini kubilang!” bentakku pada changmin, kepalaku pusing sekali. Pandanganku mulai kabur.

Β 

Menyebalkan!!

Β 

– To Be Continue –

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s