A Cup of Ice Cream~


Author: LeeSeung-Jin^^ (@ribkaa_ on twitter)
Main Cast:
-SHINee Kim Jong Hyun
-Song Hye Soo
-other casts and cameos~
Length: OneShoot
Genre: Romance
Rate: General (G)

“Apa yang kamu pilih? Cinta atau Ice Cream?”

Author’s POV
“Annyeonghaseo, selamat datang di Lollippo!!’ teriak lima perempuan bersamaan ketika bel di pintu berbunyi menandakan ada pelanggan yang datang. Dong Sub, sebagai kakak tertua, Ia bertugas melayani pelanggan. Seung Rim, menyiapkan pesanan ice cream. Jye Sun, sibuk bekerja di balik pintu dapur. Ha Rim, sedang membersihkan meja yang kotor. Terakhir, Hye Soo si maknae, Ia berdiri di belakang meja kasir. Kelima perempuan ini sudah bersahabat sejak lama, sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk membuka Lollippo. Usaha mereka ini pun cukup berhasil, setiap hari Lollippo selalu ramai dengan pelanggan. Cita rasa hidangan yang tinggi dan suasana yang nyaman membuat Lollippo begitu terkenal. Saatnya tutup…….
****
Dong Sub membalik tanda ‘OPEN’ di pintu menjadi ‘CLOSE’, menandakan bahwa Lollippo sudah tak menerima pelanggan lagi hari ini. Seketika, tempat itu menjadi gelap, seakan mengucapkan Selamat Malam~
-Author’s POV end-
****

Hye Soo’s POV

“Selamat siang! Selamat datang di Lollippo! Mau pesan apa?” ucapku bersemangat menyambut pelanggan di hadapanku.
“Ada ice cream rasa coffee?” tanya pelanggan itu.
“Maaf tuan, tidak ada. Tapi saya bisa sarankan chocolate ice cream dengan taburan coffee powder diatasnya..” jawabku panjang lebar.
“Anni.. Anniyo.. Berikan aku rasa strawberry saja..” tolaknya dengan kasar. Aku mendengus, segera berbalik badan dan mengambilkan pesanannya.
“Ini, harganya 2000 won..” ucapku sambil memberikan ice creamnya. Aku sudah malas meladeni orang ini.
“Yaa!! Aku ini pelanggan!! Bisa sopan tidak!!” bentaknya padaku. Aku melotot padanya. Orang ini benar-benar ingin membuatku marah!
“Yaa!! Kami tak menerima pelanggan sombong sepertimu!!” aku balas membentaknya.
“Kasir songong!!”
“Pelanggan aneh!!”
“Kasir songong!!”
“Pelanggan ANEH!!!”
“Kau ini… Ya! Mana manager tempat ini!! Aku tidak terima dengan perlakuan kasir songong ini!!” Lelaki ini mulai berteriak-teriak seperti orang gila. Ha Rim eonnie datang menghampiriku di kasir.
“Ada apa ini? Kenapa sampai ribut begini?!!” Ia bertanya dengan nada marah. Aku menundukkan kepalaku.
“Nah, kau manager tempat ini?! Lihat kasirmu itu!! Tidak sopan pada pelanggan!! Apa di tempat ini tidak ada training pegawai?” oceh lelaki itu panjang lebar. Diam-diam aku melihat ke arah Ha Rim eonnie. Ia menatapku tajam.
“Apa benar itu Hye Soo? Memangnya perlakuan tidak sopan apa yang anda dapatkan tuan…..”
“Jonghyun!! Kim Jonghyun!! Kasirmu ini melayaniku dengan kasar dan mengejekku!!”
“Song Hye Soo.. Cepat minta maaf!!” bentak Ha Rim eonnie. Aku langsung mengangkat wajahku dan membuka mulutku lebar-lebar. Tapi tatapan Ha Rim eonnie seperti menusukku, alhasil dengan terpaksa aku minta maaf pada lelaki aneh itu.
“Mianhabnida.. Mianhabnida..” kataku sambil membungkuk berulang-ulang. Orang itu hanya tersenyum licik.
“Dan Kim Jonghyun-ssi.. Anda akan mendapatkan pelayanan spesial dari kami selama satu minggu..” sahut Ha Rim eonnie dengan manis. Satu minggu? Lelaki aneh itu tersenyum lebar padaku. Perasaanku jadi tidak enak…..
-Hye Soo’s POV end-
****

Jonghyun’s POV

Ini hari terakhir pelayanan spesialku~ Sebelumnya aku hanya sedikit mengerjai kasir itu, tapi hari ini……. adalah puncaknya~ Hahahahahah…. *evillaugh*
“Selamat siang kasir songong~~” sapaku pada perempuan aneh di depanku.
“Heuhh.. Mweoyaa?! Ini hari terakhirmu kan? Semoga ini cepat berakhir…” katanya jutek. Aku merubah wajahku 180° menjadi wajah cemberut.
“Aku akan merindukanmu nanti~~” kataku dengan nada manja padanya. Dia memukul kepalaku.
“Sudah, mau pesan apa?” tanyanya cuek.
“Ah, aku mau pesan Vanilla ice cream dengan saus coklat, taburan permen, dan gunakan cone!! Antarkan padaku dan jangan sampai ada yang tumpah yaa~ Cepat!!” Kasir itu melongo mendengar pesananku. Aku hanya tersenyum lalu mencari tempat duduk. Kali ini, kasir songong itu pasti akan menyesal atas perbuatannya kemarin. Hahahaa~
Ponselku bergetar…. Hae In?
“Yoboseyo? Ah, ne.. Waeyo Hae In-ah? Aku sedang ada di Lollippo, kau mau menyusul chagi? Tentu saja sendirian.. Datang saja kesini kalau tidak percaya.. Ne, ne arrachi.. Ne,” Hae In memutus sambungan teleponnya. Dia bilang aku selingkuh? Pergi bersama perempuan lain? Mweoya-.-
“Yaa.. Ini ice creammu! Vanilla ice cream dengan saus chocolate, taburan permen, dengan cone, TANPA TUMPAH!!” jelas kasir itu sambil mencoba membentakku.
“Yaa!! Aku ini pelanggan!!” Aku mengeluarkan kata-kata mautku. Kulihat dia menghela nafasnya.
“Ne, ne, ne~” Ia mengiyakan saja ucapanku lalu beranjak pergi. Aku menahan tangannya.
“Chakaman…….. Cepat ambil sendok dan kembali ke sini..” perintahku padanya. Lagi-lagi dia menghela nafas kesal lalu menghentakkan tanganku dan dengan cepat pergi menjalankan perintahku.
“Ini! Apa masih ada lagi??!” bentaknya dengan suara keras tapi tertahan. Aku tersenyum licik padanya.
“Duduk di hadapanku..” perintahku. Dengan wajah malas dia mengambil kursi dan duduk di depanku. “Suapi aku.. Aaaa~” kataku lagi lalu membuka lebar mulutku.
-Jonghyun’s POV end-
****

Hye Soo’s POV

Mwo? Suapi aku? Orang ini sudah gila?
“Ayo cepat, suapi akuu.. Aaaaaaa…” perintahnya lagi. Dengan terpaksa aku menyendok ice cream di depan mataku dan menyuapkannya pada lelaki aneh ini.
“Kim Jonghyun!!” teriak seorang perempuan tiba-tiba. Aku tak mengenal perempuan itu, tapi Jonghyun menjadi sangat kaget ketika meliihatnya.
“Jang Hae In.. Ini bukan seperti yang kau…”
“Cukup… Semuanya sudah terbukti, kau selingkuh kan Kim Jonghyun!!!”
“Anniyaa!! Aku tak pernah selingkuh, apalagi dengan perempuan ini!!!”
“Saling suap ice cream dan kau bilang itu bukan selingkuh?? Laki-laki memang tak ada yang berbeda!!” bentak perempuan itu mengakhiri kekacauan di Lollippo. Ia berlari keluar, Jonghyun dengan cepat mengejarnya. Jadi itu kekasihnya Jonghyun? Dan dia bilang aku selingkuhannya? Aigoo.. Eh, yang di meja itu ponsel Jonghyun kan?
****

Dengan lesu, seseorang masuk ke Lollippo. Itu Jonghyun-ssi. Aku membuka laci dibawah mesin kasir.
“Jonghyun-ssi? Gwaenchanayo?” tanyaku padanya. Ia meletakkan kepalanya di meja dan menahannya dengan kedua lengannya.
“Ne.. Gwaenchana..” jawabnya.
“Emm, tadi ponselmu tertinggal..” kataku ragu sambil menyerahkan ponselnya. Ia mengangkat sedikit kepalanya, mengambil ponsel di tanganku.
“Gomawoseumnida..” Ia berterima kasih dan tersenyum kecil padaku.
Aku berlari menuju mesin ice cream. Menyiapkan sebuah menu buatanku sendiri. Kurasa aku perlu menghiburnya saat ini.
“Jonghyun-ssi, ayo tegakkan kepalamu dan habiskan ini..” ucapku. Kali ini aku yang memerintahnya.
“Habiskan apa?” tanyanya seraya menegakkan kepalanya. Dia kaget melihat segelas ice cream di tanganku.
“Apa perlu aku suapi lagi?” tanyaku iseng. Ia tertawa. Aku kemudian meletakkan gelas ice cream itu di mejanya.
“Apa ini ada racunnya?” tanyanya yang membuat aku menghela nafas lagi.
“Kau ini… Apa wajahku ini terlihat seperti suka meracuni orang?” tanyaku heran. Dia kembali tertawa. Ia mengambil sesendok ice cream dan memasukkannya ke dalam mulut.
“Hemm.. Ne, kau meracuni hatiku..”
“Mwo? Kau bilang apa?”
“Sudah sana kerja lagi..” usirnya. Hatiku? Apanya hatiku?
****

Sudah sekitar satu bulan sejak kejadian itu, dan Jonghyun-ssi tetap sering datang ke Lollippo. Sepertinya Ia sudah bisa melupakan mantan kekasihnya.
“Ini dia….. Pesananmu Jonghyun-ssi..” kataku sambil meletakkan secangkir Choco Flush di mejanya.
“Yaa.. Sudah kubilang berapa kali… Jangan panggil aku dengan Jonghyun-ssi, panggil saja Joo~nghyun..” protesnya padaku.
“Yaa.. kau tidak ingat? Kau ini pelanggan!!” ejekku. Aku menggunakan kata-katanya untuk membalasnya.
“Ya!! Itu ciri khasku!! Sekarang, panggil aku Jonghyun..” katanya lagi. Aku hanya tertawa.
“Ehmm.. arra.. Jonghyun..” panggilku. Wajahnya terlihat berpikir.
“Coba panggil aku…. Oppa.. Jonghyun oppa..” katanya lagi.
“Jonghyun oppa~” Aku menuruti apa yang dia mau, tapi wajahnya masih seperti berpikir.
“Ah, panggil aku… chagi~” pintanya lagi. Kali ini aku dibuat kaget olehnya.
“C..Chagi?” ucapku terputus. Dia tersenyum senang.
“Nah!! Sekarang kau Yeojachinguku!!” teriaknya kegirangan. Aku tambah kaget dibuatnya.
“Ya!! Kenapa begitu!!” teriakku. Setelah mendengar perkataanku, wajahnya berubah lagi menjadi cemberut.
“Jadi kau tidak mau?” tanyanya masih dengan wajah yang mengkerut. Aku terdiam, aku harus menjawab apa? “Nah, karena kau diam, berarti kau mau~” katanya mengambil keputusan sendiri. Dia kembali tersenyum. Yaa~ lelaki ini.. Dia namjachinguku!!

-end-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s