First Love


Author: @shifly3424
Cast:
Lee DongHae
Jang ByeolRi

Genre: Romantic

Rating: PG-15

Notes: Dont forget to comment and like 🙂

+++
-Donghae pov-
Aku menatap gadis disebelahku yang sedang terlelap dengan tenang. Dia gadisku. Gadis yang lima tahun ini sudah membuat hari-hariku semakin indah. Aku Lee DongHae, akan selalu disisi Jang ByeolRi, gadisku. Aku menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah cantiknya. Ia menggeliat, dan makin mengeratkan pelukkannya padaku. Jangan berpikir yang aneh-aneh, hari ini dia demam karena ia memang tidak kuat dingin. Dan ia meminta-ku untuk menemaninya.
Aku menatap dalam wajah gadisku. Pikiranku melayang ke waktu pertama kali kita bertemu.

-Flashback on-
02.02.2006
Pada waktu itu Seoul sedang dilanda hujan salju yang lumayan besar. Aku –Donghae- sedang duduk di rumah halmoeni-ku yang ada di Mokpo. Di sekitar pedesaan. Sebenarnya rumahku di Mokpo dekat laut, tetapi rumah halmoeni-ku di perdesaan. Aku menatap pemandangan didepanku. Sebuah gunung yang sudah dilumuri salju-salju, disebelahku perapian, dan aku sedang meminum coklat hangat. Mungkin halmoeni-ku sudah tidur. Karena ini sudah cukup malam, sekarang pukul delapan malam waktu Seoul. Saat ini aku sedang trainee, tetapi aku sedang masa libur.
Saat aku sedang menikmati pemandangan indah ini, aku merasa ada yang ganjal dengan keadaan disana. Dipinggir gunung itu ada sesuatu yang bergerak-gerak memberontak. Dan aku melihat sebuah tangan sedang menggapai ranting diatasnya. Tadinya aku tidak memperdulikannya, tapi aku risih. Aku langsung menyimpan coklatku, mengambil peralatan untuk menolong sesuatu itu. Aku memakai baju yang cukup tebal dan aku membawa dua jaket untuk berjaga-jaga.
Dengan berhati-hati aku menuruni tebing yang lumayan curam dan licin. Tapi tak apa, ini salah satu hobby-ku. Aku menyalakan senter yang sudah tertempel dikepalaku. Aku mencari sesuatu yang aku lihat tadi. Tiba-tiba aku melihat seorang gadis sedang menggigil dan disekujur tubuhnya dipenuhi salju. Dengan hati-hati aku mendekati gadis itu. Gini-gini aku sedikit takut dengan hal seperti ini, sudah malam lagi. Tapi aku rasa dia benar-benar gadis.
Perlahan aku mengangkat bahu-nya. Muka-nya pucat, bibirnya membiru, gigi-nya bergemeretak, sontak aku langsung mengambil dua jaket tadi yang aku bawa dan langsung menyelimutinya. Dia hanya memakai satu lapis jaket. Pantas saja ia mengigil.
“Gwenchana?” aku menempelkan pipiku dan pipinya, mencoba memberi kehangatan. Ia tak bergeming. Aku memeluknya dan menggenggam tangannya. “Chogi, gwenchana ?” Perlahan matanya terbuka, dan menatapku. OMO! Tatapannya yang sendu membuat hatiku bergemuruh. Aish! Apa yang kau pikirkan Lee Donghae! Saat-saat seperti ini kau masih mementingkan perasaan anehmu. Tanpa berpikir panjang aku langsung menggendongnya di punggungku. Aku merasakan kepalanya bersender dipunggungku, dan ia mungkin tertidur. Aku menoleh kearahnya, ternyata benar ia tertidur. Dengan hati-hati aku menaiki satu persatu tangga setapak untuk menuju keatas.
Sesampainya diatas aku menghela nafas. Cukup deg-deg an membawa seseorang memanjat tebing yang cukup curam dan dingin. Aku langsung membawa-nya ke rumah halmeoni.
Aku membaringkannya di ranjang kamarku. Kamar tamu-nya sudah dipakai hyung-ku yang ikut kesini. Aku berlari kedapur mengambil kompresan, lilin, dan air hangat. Aku menyelimuti tubuhnya yang masih menggigil. Aku mengambil sarung tangan dan kaos kaki bermotif doraemon milikku. Aku memasangkan di tubuh gadis ini. Aku memasukkan tanganku di air hangat itu dan menyalurkannya ke tangan gadis ini lalu memakaikan sarung tangan. Begitu-pun kakinya, secara bergantian.
Kemudian aku mengompresnya. Bibirnya masih biru dan giginya bergemertak. Aku berpikir, masa aku harus mengorbankan first kiss-ku hanya untuk orang yang tak ku kenal. Tapi disisi lain, aku tak ingin melihatnya mengigil seperti itu. Daripada mati? Perlahan aku mendekatkan bibirku ke bibirnya.
CUP!
Aku mencoba menyalurkan kehangatanku. Giginya mulai tak bergemetrak. Aku melepas ciumanku. Bibirnya juga sudah mulai normal, tidak seperti tadi biru, seperti mayat. Aku mengganti kompresan-nya. Semalaman aku terus merawatnya. Sampai akhirnya aku jatuh terlelap.
Keesokkan pagi-nya..
Aku menggeliat. ‘Hoamm’ aku menguap sambil merenggangkan tubuhku yang cukup pegal karena aku semalam tidur dikursi dan kepalaku di kasur. Aku melihat gadis itu menatapku takut dan bingung. “Ah~ Jangan takut. Donghae imnida. Kemarin malam aku menemukanmu di tebing sedang mengigil. Jadi, aku putuskan kau kubawa kesini.” Jelasku sambil member keyakinan. Aku takut dia berpikir yang macam-macam tentangku.
Tak lama kemudian ia tersenyum. ‘Manis’ pikirku. “Terima kasih Donghae-ssi. Jeongmal gamshamnida.” Kepala-nya ikut menunduk. Aku mengangguk. “Bagaimana tubuhmu sekarang ? Apakah masih mengigil ?” ia menggeleng, aku balas dengan senyum terbaikku.
Hey! Apa ada yang salah dengan jantungku ini ? Setauku aku tidak mempunyai penyakit jantung. Tapi kenapa jantungku berpacu dua kali lebih cepat, ketika aku melihat senyumnya. Aish! Apa apaan kau ini Donghae! Aku masih menatapnya. Ia balas menatapku. Aku seperti tersihir dengan tatapannya. Lembut, dan menenangkan. Aku rasa aku telah jatuh cinta dengan gadis ini.
“Uhm.. Ngomong-ngomong, siapa nama-mu ?” aku memberanikan diri untuk bertanya. Aku rasa ia masih SMA. “Jang Byeolri imnida. Aku bersekolah di Seoul High School International, kelas tiga.” Aish! Benar-benar. Semua yang ada pada dirinya membuatku tersihir kedunianya. “Ah, berarti kau bisa memanggilku oppa. Hehe.” Aku nyengir ga jelas, jujur sejak tadi jantungku berdetak tak karuan.
-Flashback off-
Ya, begitulah pertemuan pertama kami. Sejak kejadian itu, kami semakin dekat. Ia sudah tau aku trainee SM Entertaiment. Jika aku tak sibuk aku selalu bertemu dengannya. Dan jika aku sibuk aku menyempatkan diri untuk berhubungan dengannya.
Ia selalu bersamaku, dan begitupun sebaliknya. Sampai aku menyadari suatu perasaan dimana aku menyayanginya bukan sebagai kakak-adik, tetapi sebagai pria-wanita. Aku juga merasa ia mempunyai perasaan yang sama denganku.
-Flashback on-
11.12.07
Hari ini aku sedang free. Baru saja bulan lalu aku debut dengan grup band-ku, Super Junior. Disana banyak hyung-hyung dan dongsaeng-dongsaengku yang baik. Aku merasa aku mempunyai keluarga baru. Dan hari ini aku berencana menyatakan cintaku untuk Byeolri, aku meminta bantuan dari hyung dan dongsaengku yang sudah cukup berpengalaman. Jujur baru kali ini aku merasakan yang namanya jatuh cinta.
Aku menunggu Byeolri diatas kapal laut, dipinggir sungai Han. Ini tempat yang aku jadikan saksi pengakuan cintaku dengan Byeolri. Tiba-tiba, Sungmin-hyung menghampiriku dan berbisik, ‘siap-siap. Byeolri sudah akan menaiki kapal.’ Aku langsung merapikan jas-ku. Ottokhae? Aku sangat gugup.
Aku mengintip dari dalam kabin, Byeolri sudah berdiri diujung kapal dengan mini dress yang membuat lekuk tubuhnya terlihat. Eunhyuk menyenggolku dan mengedipkan mata. Aku mengerti. Aku menghela nafas lalu membuangnya. Lee DongHae Fighting~~!!
Perlahan aku menghampiri Byeolri yang sedang berdiri menungguku. “Byeol-ah.” Ia membalikan badan. Whoa~ Hari ini dia sangat cantik sekali. Aku menarik kursi yang sudah aku persiapkan untuk candle light malam ini. “Silahkan, nona Jang.” Aku mempersilahkannya seperti tuan putri. Aku menyusulnya duduk didepannya.
Aku mempetikkan jari. Dua waitress membawa pancake dan wine. Aku masih menatapnya yang sedang makan pancake. “Oppa, kenapa tidak makan ?” ia tersadar kalau aku memperhatikannya sejak tadi, kkkk~ Aku ikut makan dengannya.
Selesai makan aku mengajaknya berdansa diiringi lagu Christian Bautista yang berjudul Since I Found You. Ryeowook yang memainkannya untukku, meskipun itu hanya instrumental menurutku itu cukup romantis.
Aku menuntun tangannya untuk melingkar di leherku, dan tanganku melingkar dipinggangnya. Kami berdansa mengikuti irama lagu itu. Sampai pertengahan lagu itu. Ryeowook berhenti. Aku mengambil mawar dan setoples berisi gulungan-gulungan kertas kecil. Aku berlutut dihadapannya. “Byeolri, aku memang tidak cukup romantis seperti namja-namja diluar sana.” Aku menghela nafas. “Saranghae. Jeongmal saranghae. Jika kau menolakku ambil mawar ini, jika kau menerimaku kau ambil toples berisi gulungan kertas ini dan membaca-nya satu persatu.” Hatiku bergemuruh. Aku takut ia menolakku. Dengan waktu yang cukup lama, tangan mungilnya mengambil diantara mawar dan toples ini. Aku berdoa dalam hati ia mengambil toplesnya. Dan..
GREP!
Dengan rasa tak percaya, senang, lega, dan lain-lain yang sulit aku gambarkan. Aku tak menyangka, ia mengambil toplesnya! Aku masih berlutut menunggu ia membuka dan membaca gulungan-gulungan kertas itu.
“Oppa, kau mempermainkanku! Kenapa isi semua kertas ini bertulisan ‘I love you’, ini semua sama isinya oppa!” ia menatapku dengan pandangan kesal. Aku terkekeh dan berdiri. “Oppa tidak mempermainkanmu Byeol-ah. Semua jumlah kertas  dan isi kertas itu tidak sebanding dengan jumlah rasa sayang oppa padamu. Saranghae.” Aku mengecup pelan keningnya, cukup lama. Nyaman sekali disampingnya.
“Aku akan selalu disampingmu, chagiya.” Aku melihat pipi-nya bersemu merah. “Ne oppa. Aku juga. Aku akan selalu disamping oppa.” Tanpa kuduga, ia mencium pipi kiriku dengan kilat dan semburat merah dipipinya semakin mencolok. Lucunya.
Ryeowook melanjutkan permainan piano-nya. “Chagi, lihat kearah laut.” Ia membalikkan badannya kearah laut, memunggungiku. Aku mempetikkan jariku lalu memeluk Byeolri dari belakang.
Dua ekor lumba-lumba meloncat dan membentuk sebuah hati. Tiba-tiba, di langit kembang api mencuat dan tertulis ‘D B’. Disusul ledakkan-ledakkan kembang api lainnya berbentuk seperti air mancur.
Aku tersenyum lalu menoleh kearah Byeolri yang sedang memandang kagum kejutan yang sudah aku siapkan. “Gomawo oppa. Saranghae.” Ia membisikkan kata-kata itu. Aku tersenyum bahagia. “Saranghae.” Aku membalikkan tubuhnya dan menatapnya dalam. Semakin dekat ke wajahnya. Dan bibir kami bertemu. Hanya menempel. Aku merasakan pipiku basah. Aku membuka mata. Aku melihat mata Byeolri mengeluarkan airmata meskipun matanya terpejam. Aku sontak melepas ciuman kami.
“Chagi waeyo ? Kau tidak suka ?” aku menatapnya khawatir. Ia membuka matanya. “Aku bahagia oppa. Aku suka. Aku tidak menyangka ada namja seperti oppa. Aku bahagia. Aku merasa aku yeoja paling beruntung telah mendapatkanmu oppa. Saranghae. Jeongmal saranghae.” Hatiku lega. Aku tersenyum bahagia. “Saranghae.” Aku mendekatkan lagi wajahku dengan wajahnya, dan bibir kami bertemu lagi. Ia mulai melingkarkan tangannya dileherku, aku juga melingkarkan tanganku dipinggangnya.
Ciuman yang lembut, penuh kasih sayang, tanpa nafsu. Dan ditemani kembang api yang ikut bahagia.
Tiba-tiba, “YA!! Jangan kelamaan!” aku dan Byeolri sontak melepaskan ciuman kami. Aku melihat hyungdeul dan dongsaengku menghampiri kami. Dan tadi yang berteriak adalah Kangin-hyung. Ia memberikan tatapan menggoda kepadaku dan Byeolri. Pipiku memanas. Aku yakin pipiku sekarang seperti tomat, ditambah suara siulan berasal dari Yesung-hyung dan Eunhyuk.
“AISH! Kalian! Mengganggu suasana saja!” aku melirik Byeolri yang menunduk malu. Aku melihat pipinya merah sama denganku. Leeteuk-hyung menghampiri kami. “Kalian langgeng-langgeng lah. Longlast ya! Chukkae Chukkae!” Leeteuk-hyung menepuk bahuku. “Gomawo hyung.” Aku tersenyum. Semua bergantian member selamat untukku dan Byeolri.
Hari itu, hari terbahagia yang pernah kumiliki. Saranghae Jang ByeolRi.
-Flashback off-
Itulah perjuanganku mendapatkan Byeolri. Aku benar-benar mencintainya. Tidak hanya karena ia cantik, tapi karena ia menyayangi dan menerimaku apa adanya. Saat aku kehilangan appa-ku ia selalu disampingku. Aku benar-benar beruntung mendapatkannya.
Tiba-tiba ia bangun. Aku kaget. “Oppa~” panggilnya. Aku langsung menggenggam tangannya. “Waeyo chagi ? apa masih pusing ?” aku khawatir. Ia tersenyum. Aish! Mengapa ia tersenyum, padahal aku sangat mengkhawatirkannya. “Gwenchana oppa.” Aku menghela nafas. Ia mengelus pipiku. “Oppa aku ingin melihat salju pertama bersamamu.” Aku tersadar sebentar lagi musim dingin tiba aku melirik kearah jam dinding di kamar Byeolri. Sudah jam setengah dua belas. Sebentar lagi salju turun.
“Baiklah. Apa kau sudah baikkan ? Kalau masih pusing lebih baik istirahat dulu.” Ia menggeleng. “Ayolah oppa. Jebal.” Ia merengek seperti anak kecil meminta lollipop kepada ibunya. “Baiklah. Tapi pakai jaket ya.” Aku bangkit diikutinya, kami memakai hoddie couple kami. Lalu berjalan ke balkon kamar Byeolri.
Seperti biasa aku memeluknya dari belakang. “Chagi, apa kau tau? Kau adalah satu-satunya gadis oppa.” Aku menatapnya yang lebih pendek dariku. “Dan oppa adalah satu-satunya oppaku.” Aku tersenyum. “Aku hanya mencintaimu Byeol-ah.” Aku menatapnya dalam. “Aku juga mencintaimu oppa.” Ia mengeratkan pelukkannya padaku.
Sambil menunggu jam duabelas aku menyanyi lagu terbaruku.
nan geudaemanui oppa geudaen namanui yeoja hangsang ne gyeote isseo julge
nan geudaemanui oppa dalkomhan uri sarang oppan neoman saranghallae
2006nyeon 2wor2il naege on geu nal hayan nuncheoreom
geu moseup gieokhaeyo nan jageun geu tteollimmajeodo
naege gidaeeoseo jamdeun geudae dalkomhan immatchumeul
u~~~u~~~ Neol saranghae~~
saranghae i mal bakken saranghae i mal bakken
jul ge igeotppuninde
chang bakke nuni naeryeo garodeung bulbit arae
geu ane neowa naega isseo
nan geudae manui oppa
geudaen namanui yeoja
oppan neoman saranghallae
Aku mengulangi lagu itu dua kali. Tak terasa, salju-pun turun. “Kyaaa~ Salju!” Dengan antusias Byeolri mengambil salju-salju yang baru turun itu. “Oppa lihat! Salju! Hyaaa~” aku tersenyum lalu mengambil salju yang turun. “Kau senang chagi ?” ia mengangguk senang. Aku bahagia melihatnya tersenyum.
“Oppa, aku sangat suka salju! Aku suka salju karena salju yang mempertemukan kita oppa!” ia menoleh kearahku yang ada di bahunya. “Saranghae oppa!” ia memelukku erat. “Nado saranghae Lee ByeolRi.” Ia menatapku yang lebih tinggi darinya. “Hmm? Waeyo ?” ia menatapku tajam. “Oppa sejak kapan margaku berganti menjadi Lee ? Aku Jang Byeolri! Bukan Lee Byeolri! Ish!” ia memunggungiku. Ish lucu sekali gadisku ini. “Kau miliku Byeol-ah.” Ia tersipu. Aku membalikkan badannya.
“Saranghae.” Bisikku. “Nado saranghae.” Balasnya. Aku mempertemukan bibir kami.
Salju yang putih dan suci, seperti cinta kami yang putih dan tak bernoda.
“Segala sesuatu akan lebih indah jika kita melaluinya dengan seseorang yang kita sayangi.” –Donghae-
-The End-
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s