FF – SECRET /TwoShoot/


Judul          : SECRET
main cast   : – Park hyo jin
                    – Lee taemin
                    -Kim Jonghyun
Other Cast : -kim kibum
     -Kim shin yeong
– lee jinki
– hong young gi
-choi minho
genre         : romance, sad, mistery.
author        : ikha puspita shari
Author POV

Setiap pagi, ketika hyo jin masuk ke kelasnya, selalu saja dia melihat namanya terpampang di papan tulis.
‘park hyo jin kutu buku’
Bukan Cuma satu kata. Tapi satu papan tulis , penuh dengan namanya. Bisa di bayangkan seberapa besar niat orang yang menulis itu?

kata-kata itu memang sudah sering ada di papan tulis putih itu. dan dia sudah bisa menebak siapa pelakunya. Lee taemin. teman dari kelas tetangga, namja aneh, tapi humoris

“annyeong kutu buku … “ tiba-tiba taemin melongo dari balik pintu kelas dengan cengirannya yang garing dan langsung hilang begitu saja. Hyo jin yang masih berdiri memandangi tulisan berantakan taemin, langsung berlari mengejar taemin keluar kelas.
“YA!!!taemin-ah … apa kau tidak pernah bosan?! Kau selalu membuatku naik darah pagi-pagi begini!” teriak hyo jin di depan kelas taemin.

“bagaimana denganmu? Kau tidak pernah bosan meneriakiku pagi-pagi begini? Kau sangat berisik“ kata taemin.
“hissshh! Lihatlah! Kau selalu punya balasan atas perkataanku. Ya, ya, taemin-ah, novel yang kau berikan padaku sangat bagus, aku menyukainya. Ayo kita baca bersama nanti”
“jinjja?? Kau menyukainya? Aku sangat senang. Mworago? Kau mengajakku membaca bersama lagI? Shireo! Nanti aku ketularan kutu bukumu“
“hiisshh! Sudahlah. Halam 91 aku akan baca sendirian, kau membosankan!”
“itu yang aku sukai darimu hyo jin ah, si kutu buku.“ taemin berkata pada hyo jin pelan.
Hyo jin mengerutkan keningnya.
“maksudmu ???”
“aniy … “ jawab taemin singkat.
“sudahlah! Aku pergi, annyeong”
Hyo jin langsung kabur ke kelasnya dengan tampang cemberutnya.
“annyeong … saranghaeyo” kata taemin sedikit berteriak.

10x taemin menulis namanya di papan tulis, 10x juga hyo jin teriak-teriak tidak jelas di depan kelas taemin.
“huuuh … taemin benar-benar sangat menyebalkan … kutu buku ?? aku suka kata-kata itu, tapi dia tidak pernah berhenti mengataiku seperti itu … seakan-akan dia tidak sepertiku juga !! aneh, maksud taemin tadi apa? apa dia menyukaiku ? haha … maldo andwae … Dasar taemin !! kau seperti anak kecil “
hyo jin ngoceh sendiri sambil menghapus tulisan taemin di papan tulis kelasnya.
******
“ taemin-ah, aku mau bicara denganmu” kata hyo jin ketika dia berpapasan dengan namja imut itu di loby sekolah. Taemin menatap hyo jin menunggu apa yang akan hyo jin katakan,
“jika besok kau masih menuliskan namaku dipapan tulis seperti tadi dan hari-hari kemarin, aku akan marah. Aku tidak akan mau mengangkat teleponmu lagi“ kata hyo jin.
Tapi aneh, saat itu taemin hanya berdiri tegak di hadapan hyo jin, mendengar ocehannya dan pergi berlalu tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
“taemin-ah? Apa kau mendengarku? Ahh,, apa kau marah padaku? Ya! aku hanya bercanda..“ kata hyo jin sambil berdiri di hadapan taemin, menghalangi langkah taemin dengan cengirannya yang pernah di akui taemin, itulah senyum terindah hyo jin. tapi tiba-tiba taemin memegang pundaknya dan menggeser tubuh hyo jin dari hadapannya.
“asshh!! Anak ini kenapa? Tidak biasanya dia seperti ini… ”
Keesokan harinya
hyo jin sekarang sedang berdiri sekitar 10 langkah dari pintu kelasnya yang terbuka dan masih terlihat sepi seperti biasanya. Dia tetap melangkah tanpa beban. Dan surprise !!!!!! papan tulis itu bersih. Tanpa ada noda sedikit pun.
“hahaha…yeahh ! ternyata kemarin taemin mendengarkanku. Anak yang penurut. Hehee. Apa dia melakukannya karena dia takut aku benar-benar tidak akan mengangkat teleponnya? ahhh… tapi tadi malam? Dia tidak meneleponku. Terserahlah, yang penting saat ini dia tidak bertingkah menjahiliku lagi. Hahaha“ kata hyo jin girang. Beberapa menit kemudian dia berpikir,
“apakah aku harus datang mencarinya dikelasnya??? hmmm … yayaya ! ide bagus. Omo! Hari ini adaah piketku. Ah sudahlah, aku akan melaksanakan piketku jika sudah bertemu taemin “


baru beberapa langkah hyo jin berjalan dari mejanya, kibum si ketua kelas datang dan langsung melototi jadwal piket kelas yang tertempel di dinding.
“hari sabtu, park hyo jin, shin se kyung, sulli, amber. Mianhae hyo jin sshi … namamu ada di jadwal piket hari ini dan sekarang kau mencoba untuk kabur ? ”
“omo!! … ne.ne. aku melupakannya. Kibum-ah,, aku ke kelas sebelah dulu ya? tidak lama. Aku janji. jeball“ pinta hyo jin memakai kata lupa agar kibum tidak marah-marah.
“mau apa? Pasti taemin. Iya kan? Andwae, andwae!!! masih bisa ketemu besok. Atau pas istirahat juga bisa …tidak ketemu sebentar saja sudah rindu! Dasar soulmate. “
“hehh?? ya!! soulmate apa??!! … kau bergurau ! baiklah, aku piket sekarang !” hyo jin berbalik arah dan segera mengambil sapu dari dalam lemari.

“huh, padahal ini saat-saat bersejarah untukku. Taemin sudah tobat menjahiliku. tapi sayang, time-nya tidak tepat.” oceh hyo jin untuk yang pertama kalinya. Selang beberapa menit, hyo jin mengoceh lagi.
“ahh,, biasanya taemin sudah muncul didepan kelasku. Kenapa sekarang dia tidak ada? Mana mungkin jam segini dia belum datang?maldo andwae! Ahh sudahlah, seharian tanpa taemin kurasa itu akan baik.” oceh hyo jin untuk yang kedua kali nya. Dan yang ketiga ?? Cuma ocehan kibum yang tidak penting . seperti seorang ibu jahat yang selalu mengomeli anak-anak tirinya

********

Sejak peristiwa menghilangnya tulisan ‘hyo jin kutu buku’ di papan tulis untuk yang pertama kalinya kemarin, sampai detik ini hyo jin sama sekali belum bertemu dan melihat taemin. Hyo jin sebenarnya sangat ingin menanyakan hal ini pada seseorang di kelas taemin. siapapun itu. tapi dia termakan rasa malu dan gengsinya sendiri. Kemana dia sekarang? Tanya hyo jin dalam hati.

“ hyo jin ah,,,ini sudah jam istirahat. Kemana gelas cappucinomu dan 2 sedotan warna ungu dan orange yang tidak bermodal itu?? satu gelas di minum berdua. Hahaha aku kasihan padamu, punya namjachingu yang tidak bermoda seperti itu“ ucap shin yeong teman sebangku hyo jin.
“YA!!!. dia bukan namjachinguku!!! just friend” jawab hyo jin.
“aku yakin sebentar lagi dia akan menjadi namjachingumu. ckckckk”
“apa maksudmu?taemin tidak mungkin menjadi namjachinguku. Aku tidak mau!! ” kata hyo jin angkuh.
“jinjja? Kau yakin? Buktinya kau mau saja kalau makan berdua, minum, bicara bahkan pulang bersamanya.“
“hanya sebatas itu kurasa itu tidak masalah. Dan taemin juga dekat dengan semua yeoja. Bukan hanya aku.”
“ahh ne, ne, terserah lah…. “ shin yeong lalu berhenti bicara. Kata terkahirnya di buat seperti itu supaya hyo jin tidak beralasan yang lain lain lagi.

‘mengapa shin yeong memiliki pertanyaan-pertanyaan seperti itu? Apa aku benar-benar memiliki hubungan yang sangat dekat pada taemin?’ batin hyo jin

“hyo jin ah, mau ke kantin? Ayo kita pergi bersama” tawar jinki.
“kurasa dia masih akan menunggu taemin. Iya kan?? “ ledek minho.
“YA!! untuk apa aku menunggunya! Aku bukan siapa-siapanya. Duluan saja. Aku masih ingin membaca novel baruku”. jinki dan minho pun keluar meninggalkan hyo jin sendiri di dalam kelas.

Sendiri…sendiri…sendiri…
yaaa kata itu lagi yang dia terima 2 hari belakangan ini. Teman yang biasanya ada di sampingnya sekarang Cuma jadi bangku kosong.

‘apa kata-kataku tadi terlalu kejam tentang taemin. Padahal aku memang sangat merindukannya’ guman hyo jin.
Di dalam keheningan kelas, hyo jin membaca novel yang dia beli bersama taemin 4 hari yang lalu sebelum kesendirian ini terjadi.
‘ahh hasil negosiasi antara aku dan taemin … ternyata novel pilihan taemin bagus juga ! taemin-ah,, kau kemana? harusnya sekarang adalah saat-saat kita meneruskan bab yang beberapa hari lalu sempat tertunda . huft’ guman hyo jin.
‘sayangnya , selama aku menjadi sahabat taemin, aku tidak tahu dimana rumah taemin, mengapa ia melarangku kerumahnya? Aku jadi tidak bisa mengetahui keadaannya. Ahh,, atau aku harus bertanya pada mantan kekasihnya? Mm!! Kurasa itu bagus.’

Dia lalu beranjak menuju kelas young gi yang juga berada di kelas yang sama dengan taemin.

“ young gi ah annyeong, apa yang kau lakukan? Kau tidak pergi kekantin?” Tanya hyo jin dengan tiba-tiba langsung duduk di samping young gi yang sedang memandangi handphone-nya. Young gi yang melihat kedatangan hyo jin ke kelasnya dengan sigap memasukan handphone itu ke dalam tasnya, seperti ada sesuatu yang ia sembunyikan saat itu. Hyo jin hanya tersenyum aneh pada young gi.
“a,,annyeong, ini,, aku baru saja selesai menulis tugasku. ada apa?? “ kata young gi gugup. Hyo jin mengerutkan keningnya. Lalu tersenyum juga.

“hhmmm,, begini, aku ingin bertanya tentang taemin padamu. Tapi kau harus percaya, aku bertanya seperti ini bukan bermaksud apapun. Aku hanya ingin tahu kemana sahabatku itu akhir-akhir ini. Bukankah kau putus dengan taemin baru beberapa bulan yang lalu. Aku yakin kalian masih sering saling berhubungan bukan?” Tanya hyo jin kaku.

“taemin? Ah mianhaeyo hyo jin ah, aku tidak tahu di mana keberadaanya. Aku juga sudah tidak pernah saling berhubungan dengannya. Ahh,, hyo jin ah, aku harus ketoilet sekarang. “ yong gi segera berdiri dari bangkunya. Belum dia melangkah, hyo jin meraih tangan young gi dengan cepat dan menahannya untuk tidak pergi. Hyo jin melihat ada raut kebohongan dari wajah yeoja manis itu.
“young gi ah,, jeball, aku tahu kau berbohong. Kau tau dimana taemin sekarang bukan? Jeball, aku butuh informasi tentangnya.“
young gi kembali duduk tapi dia hanya diam.
“kau mengerti bukan? Aku selalu bertanya-tanya tentang taemin. Aku khawatir padanya. Dia sahabatku“
“arra hyo jin ah, mianhae, aku berbohong padamu “
“gwaenchana. katakan padaku dimana taemin sekarang?”
keadaan hening beberapa detik, young gi benar-benar seperti harus berpikir 1000x untuk mengatakan sebuah kejujuran tentang taemin pada hyo jin.
“taemin,,, taemin sekarang,, ada dirumah sakit. Dia menceritakan padaku tentang semuanya. “
hyo jin kaget.
“mwo??!! Dirumah sakit? Apa yang terjadi? Dia sakit apa? Mengapa ia tidak memberi tahuku? Apa dia benar-benar marah padaku? “ pekik hyo jin khawatir
“paru-parunya kumat hyo jin ah,.mollayo. aku juga tidak tahu mengapa ia hanya memberi tahuku. Dia memohon padaku agar aku tidak menceritakan hal ini pada orang lain, termaksud kau hyo jin ah.”
mata hyo jin terlihat berkaca-kaca. Seperti tak kuat menahan hatinya yang perih, air mata itu langsung menetes. Namun dengan cepat dia usap. Young gi lalu mengusap bahu hyo jin seperti menenangkannya.
“dari kemarin-kemarin taemin memang sudah menahan penyakitnya, ketika beberapa hari yang lalu saat jam olahraga, dia tidak ikut, dia kabur dari sekolah saat jam pelajaran karena sungguh tidak kuat menahan penyakitnya.“
“ kabur dari sekolah? Bagaimana bisa? ”
“tidak ada yang tau dia kabur karena dia sakit, semua berpikir bahwa taemin saat itu bolos. Aku ingin memberi tahu pada semuanya bahwa taemin seperti itu karena ia sedang sakit, tapi aku mangingat perkataan taemin yang meminta padaku agar merahasiakan semuanya.”
“apa penyakitnya parah? “ Tanya hyo jin.
“entahlah dia tidak menjawabku ketika aku bertanya tantang keadaanya. Aku bahkan tidak tahu dimana dia dirawat, dia tidak memberi tahuku. Aku, kau, kita sama-sama tidak dapat melakukan apapun, taemin sangat tertutup tentang hal ini.” keadaan hening seketika. Hyo jin menenggelamkan wajahnya ke dalam kedua telapak tangannya.

“taemin pabbo!!! Taemin pabbo!! Mengapa kau melakukan hal ini? Kau tidak tahu bagaimana aku mengkhawatirkanmu? Pabbo!! Taemin pabbo!! “ hyo jin ngomel sendiri.
“kita berdoa saja hyo jin ah … “ young gi mengelus bahu hyo jin.

 

‘sebenarnya ada satu hal lagi yang harus kau ketahui hyo jin ah, tapi aku sudah berjanji pada taemin tentang hal ini. mianhae’ kata young gi dalam hatinya.

********

“bagaimana cara untuk menghibur diriku sendiri saat ini? Hanya kau yang dapat menghiburku. Dimana kau taemin-ah, saat ini hanya novel yang kau berikan padaku ini yang dapat mengisi keksongan waktuku bersamamu”
kata hyo jin di atas kasurnya. Kini jam telah menunjukan waktu yang semakin menghancurkan hatinya. Tengah malam. Ketika seharusnya taemin menelponnya dan mengucapkan satu lelucon yang setiap hari selalu berubah dan selalu menjadi sangat-sangat garing.

ahhh … apa dia tidak mengingat semua ini di kasur rumah sakit sana? Seperti apa keadaannya sehingga ia bahkan tidak mengangguku di malam hari ini? god … lindungi dia.. buat dia berpikir apa yang sedang aku rasa saat ini .  pikir hyo jin.

hyo jin masih membaca novel pilihan taemin di toko buku beberapa hari lalu. novel berjudul SECRET yang artinya RAHASIA itu telah menemani hyo jin selama taemin menghilang. Dia telah menghabiskan 90 halaman dari 150 halaman di novel itu. setengahnya dia habiskan bersama taemin. setengahnya lagi, ketika taemin menghilang. dan sampai saat ini, dia masih belum menemukan maksud dari judul novel itu. benar-benar sebuah rahasia yang sulit di pecahkan…

Tapi ada sesuatu yang menjadi sebuah rahasia di hati hyo jin. Semakin lama hyo jin mulai memahami novel ini. taesun tokoh di dalam novel ini , benar-benar seperti menggambarkan sosok taemin … dan min ri, seseorang yang persis dengan hyo jin …

ada apa ini ? sebuah pertemanan yang terancam berakhir karena sebuah ancaman kematian ??? pikir hyo jin ketika dia sampai pada halaman 139 di novel itu- 11 halaman lagi … dia tertidur.

*********

“young gi ah,, kau harus tahu tentang ini, novel yang taemin berikan padaku. Ini benar-benar sama persis seperti kehidupanku, mulai dari taesun yang sering menuis dipapan tulis, minum cappucino bersama min ri. Dan satu lagi, di novel ini juga taesun mengaami sakit paru-paru dan menghilang dari min ri tanpa kabar. Semuanya sama persis seperti aku dan taemin, pertemanan, rahasia, tapi ada satu hal yang aku sangat tidak menginginkannya terjadi padaku dan taemin “ hyo jin terdiam.

Hening ….
“apa?”
hening ….
“taemin terancam meninggal karena penyakitnya. Aku tidak mau young gi ah, aku tidak ingin melanjutkan membaca novel ini hingga selesai, aku sungguh tidak sanggup membaca novel ini“ hyo jin berbicara panjang lebar dengan nada lirih pada young gi di kantin.
‘hyo jin ah … akhirnya kau sudah sampai di bab yang benar-benar harus kau terima. Itu adalah pesan taemin untukmu. Mianhae. Aku tidak bisa memberi tahumu yang sebenarnya. Aku bahkan sempat tidak percaya, bagaimana mungkin sebuah novel dengan penulis yang tidak tahu-menahu tentang kalian berdua, bisa menggambarkan sebuah jalan cerita yang begitu persis dengan kalian berdua. Tapi sekarang aku percaya. Aku percaya semua omongan taemin sebelum dia menghilang seperti ini. Aku tidak bisa mengatakan ini pada hyo jin, itu adalah janjiku untuk taemin. Aku tidak ingin mengecewakan taemin karena akupun masih menyayanginya. Hyo jin ah,, ayo kita hadapi ini bersama-sama‘
young gi larut dalam benaknya. Hyo jin pun menundukkan kepalanya ketika young gi terdiam tanpa kata.
“aniya hyo jin ah,, kau tidak boleh berpikir bahwa novel itu sama seperti kau dan taemin.!“ kata young gi tiba-tiba. Young gi memberanikan diri untuk mengatakan sesuatu yang palsu.
“aku harap seperti itu young gi ah.”
“kalau begitu lanjutkan membaca novel itu sampai selesai, kau tidak ingin taemin kecewa karna kau tidak menyeesaikan membaca novel pilihannya itu bukan?”
hyo jin tersenyum
“ahh,, aku harus ke kelasku sekarang. Annyeong, fighting hyo jin ah “
young gi kemudian pergi.

*********

7 hari sudah taemin pergi dan seperti apa yang ada di novel ini, hari ke 7 setelah taesun menghilang adalah datangnya sebuah pesan pertama taesun untuk min ri setelah seminggu itu dia sama sekali tidak ada kabar. Pesan singkat itu berisi kalimat I NEED YOU NOW.

Aku butuh kamu sekarang. Apa maksudnya?

 Hyo jin masih belum melanjutkan lembarannya. Jam istirahat berakhir. Dia berhenti membaca novel itu dan memasukkannya ke dalam tas.

“kalau hidupku yang sama seperti novel ini hanyalah sebuah kebetulan, aku tidak akan mendapat pesan singkat itu dari taemin tapi kalau ini benar-benar persis dengan hidupku. Aku yakin, bab ini tidak akan terlewatkan untuk terjadi di hidupku” guman hyo jin pelan.
kelas kembali ramai. Semua siswa sudah berada di tempat mereka masing-masing, pelajaranpun dimulai. Seperti janji seongsaenim kemarin, hari ini ada pembagian kelompok untuk jadwal praktik besok. Dan hyo jin terpilih menjadi ketua dari kelompok 1.
seongsaenim kemudian membacakan nama-nama disetiap kelompok.

DDrrtt,,, ddrrtt,,, ddrrtt,,,,
ponsel hyo jin bergetar.
hyo jin langsung mengobrak-abrik tasnya mencari ponselnya.
Dan … satu pesan singkat dari taemin. I NEED YOU NOW. Hyo jin tersentak. Jantungnya berdegup kencang. Badannya lemas saat itu. tangannya bergetar. Pikirannya melayang.
hyo jin membereskan peralatannya dan langsung beranjak dari bangkunya. Saking paniknya, dia melupakan seongsaenim yang masih duduk di bangku guru. Semua murid khususnya shin yeong tersentak melihat hyo jin yang tiba-tiba berlari meninggalkan kelas. Mereka semua bertanya-tanya. Namun hyo jin tidak memperdulikannya, ia tetap keluar dengan membawa rasa kepanikannya.
Young gi melihat sosok hyo jin berlari dari lantai atas sekolah dan tidak menghiraukan dirinya yang sedang berdiri di bawah tangga melihat hyo jin mendekat.

“hyo jin ah wae? Ada apa? “ Tanya young gi sambil menarik tangan hyo jin.
“taemin! dia membutuhkanku sekarang!” kata hyo jin panik, air matanya satu persatu mulai menetes.
“bagaimana caranya? Kau tidak tahu dimana taemin sekarang.”
Hyo jin terduduk lemas di lantai. Dia menundukkan kepalanya. Young gi mengikuti gerak hyo jin.
“di novel itu, taesun mengirimkan pesan singkat pada min ri, ia berkata bahwa ia membutuhkan min ri. Dan taemin? Taemin juga mengirimkan pesan singkat itu untukku. Novel itu,, novel itu bena-benar kehidupanku young gi ah.” cerita hyo jin dengan isakan tangisnya. Young gi terdiam sejenak.
“akhirnya kau sudah sampai di bab terkahir hyo jin ah. Semua sudah berakhir” kata young gi pelan.
“apa maksudmu?”
young gi terlihat menangis. Dia tertegun. dia ikut shock.
“jauh sebelum kau sadar bahwa novel itu adalah hidupmu, taemin bilang padaku, ketika kau sudah sampai di bab terakhir novel itu, dia sudah tenang untuk meninggalkanmu, kita dan hidup ini”
dada hyo jin terasa sesak. ia diam tanpa kata-kata.
“ hidupnya sudah berakhir hyo jin ah, dan perasaan yang ia tinggalkan di dunia ini adalah perasaan cintanya untukmu. Dia bahagia selalu membuatmu cemberut tiap pagi, dia sangat senang ketika ia berhasil membuatmu menerima novel itu. Karena dia sudah tahu isi nove itu jauh sebelum kau tahu hyo jin ah”
hyo jin tersentak. Kini dia benar-benar hanyut dalam ketidakpercayaan tentang semua ini. ternyata novel ini persembahan yang terakhir dari taemin untuk dirinya.
Tangisan tidak terhenti di loby sekolah yang sepi. Kedua yeoja yang sekarang menjadi masa lalu untuk taemin, sedang hanyut dalam kabut hitam. Bayang-bayang taemin langsung tersirat di benak mereka berdua …

Hyo Jin POV

tidak ada lagi coretan di papan tulis …
tidak ada lagi kata-kata iseng dari mulut taemin …
tidak ada lagi satu gelas cappucino dengan sedotan ungu dan orange …
lembaran-lembaran novel sekarang hanya bisa di nikmati sendiri …

kutu buku .
kata yang paling menyebalkan untukku
tapi menjadi sangat istimewa ketika sang pencipta kata-kata telah tiada
aku merindukan kata itu dari mulutmu taemin ah,

aku menatap kosong cover novel ‘SECRET’ di tanganku. Sebuah kerahasiaan telah terungkap. Kini aku mengerti arti namja itu dihidupku ini …

Ternyata bukan lah sebuah musibah bisa mengenal taemin …
aku mulai membuka lembaran terakhir di novel itu yang belum sempat aku buka setelah kepergian taemin dari hidupku. mataku tertuju pada akhir kalimat. Di lembar itu.

“min ri ah,, uljimma. Aku akan selalu ada untukmu. Selalu ada” kata taesun pada min ri dari dunianya.

aku tidak mengerti. Aku mendekatkan bacaan itu ke kedua mataku yang lebam. aku kembali membaca kalimat terakhir itu. mengulang lagi dan mengulang lagi dan,,, aku mengerti.
“omo!! Aku mengerti! Ini adalah gambaran penulis untuk taesun. Apakah taemin juga seperti ini? “
aku segera menolehkan pandanganku ke setiap sisi kamarku.
taemin ah,, apa kau ada di sini? Kau berada di dekatku?
taemin ah,, aku yakin kau ada di sini, jeball lihat aku taemin ah, aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Aku merindukanmu taemin ah, nae,, saranghaeyo. Aku ingin kau memanggiku kutu buku lagi.
air mataku mengalir deras.
taemin ah,, kau mendegarku bukan? Kau melihatku bukan? Lembaran-lembaran tentang kehidupanku besamamu beum bisa aku tutup. Masih sangat-sangat melekat di pikiranku dan aku tidak tahu kapan aku bisa menutup lembaran itu. Tapi sungguh aku tidak bisa hidup tanpamu. Aku,, aku terlanjur mencintaimu. Yang aku sesali adalah mengapa perasaan ini sangat-sangat terlambat untuk hadir di antara kita
taemin ah, bogosiphosso!!!! .
aku merebahkan tubuhku ke kasur. Menutup wajahku di atas bantal. tak kuasa menahan air mata
aku sangat-sangat merindukan sosok taemin…
-TBC-
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s