Untititled


Tokoh : aku (henry SJM)
          :Sunny SNSD

“Henry oppa, kamu dimana??” “aku di taman, kenapa sunny?” “aku kesana ya” “baik, cepat ya!” aku mematikan telefon dr pacarku sunny, ya, aku memang sudah 2 tahun bersama wanita cantik ini, tampak dr kejauhan , wanita cantik cantik itu datng. “hello, oppa, maaf lama” “hah? lama? cepet bgt malah!” “oppa bisa deh” “bisa apa?” tanya ku pada sunny bingung “ah, gakjadi” “yasudahlah, hm,,, sunny kita bisa ketemuan kan besok?” “dimana?” “di taman ini lagi bisakan?” sunny menggerakan bola matanya ke kiri “kenapa? kau tak bisa lagi?” sudah 2bulan ini, simmy aku ajak terus ke taman selalu menolak. “ah? bisa kok oppa! siapa bilang tidak bisa….?” “baik, aku tunggu di taman ini jam 10 ya..” “ya baiklah” aku mencium kening sunny tanda perpisahan .
-besoknya-
“ahh, sunny ah telat lagi, ada apa sih dia?” jawab ku penasaran apa tidak ku coba telfon saja ya? “hello, sunny kamu dimana?” “jangan telfon,aku sibuk” sunny memutuskan telfon ku. kenapa diputus? sunny memang sibuk bisnis.. tapi apa kah dia harus mematikan telfon dari ku? setengah jam aku menunggu sunny, orang yang ku nantikan datang juga… “oppa maaf, tadi aku sibuk sekali, ada masalah dengan Minho…” “masalah di antaa hubungan ya?” “eh? maksud mu?” “iya, minho pacar mu yang baru ya?” aku memang tipe orang pencemburu. “tidak itu teman bisnis ku” “huh? kau yakin?” “iya
oppa, percaya padaku” walau dia bilang begitu, aku tetap tidak percaya, hari ini moodku sudah dirusak oleh minho. “sepertinya aku harus pulang, anggota SJM sudah menelfon ku tadi sebelum kau datang”aku beralasan. “ehh ? apa? kenapa oppa tidak pulang dari tadi?” “aku menunggu mu untuk memberitahu mu” “kenapa tidak telfon? itu mudah?” “telfon? tapi kau sendiri yang memutus kan telfon ku?” sunny menghadap kebawah malu, “oppa, mianhae” aku membalik badan. mengangkat bahu, tandanya aku masih bingung memaafkan sunny apa tidak. aku pulang, membawa perasaan kesal, tidak aku tidak marah pada sunny,tp aku benci dengan dia yg memiliki sift seperti itu, aku rindu dengan sunny yg lama pikir ku dalam hati. *tok tok* “siapa?” “ini aku, siwon , boleh aku masuk hyung?” “ah silahkan” siwon membuka pintu ” kau ada masalah ? ” tanya siwon pada ku. “iyah hyung” aku melipat kaki dan ku peluk.” apa? critakan masalahmu pada hyung mu ini” “tentang sunny ah hyung…” “kenapa ?” “sudahlah hyung, aku malas mencritakan ini..” “baiklah kalau begitu, selamat malam henry” “malam hyung” aku menutup pintu kamarku dan segera tidur .

-besoknya–di studio-
“sunny ahh!!” aku mengejar sunny yang sedang berdiri. tunggu! dia sedang menelfon, siapa? aku melihati nya, dan dia menyelesaikan telfonnya.. “siapa?” tanya ku maju di depan sunny “ahh, henry , tidak hanya….emm…minho” “dia lagi? ” sunny terdiam. ” ini sudah kedua kali nya minho menganggu mu,” “kau yg tak pernah mengerti! aku dan minho tidak ada apa apa! hanya teman bisnis!” “terserah kau mau ngomong apa sunny ah! kita putus!” aku pergi meninggalkan sunny. sunngguh aku sangat kesal dengan sunn, apa dia tidak memikirkan aku? kenapa hanya minho? sepeting itukah dia dibanding aku? kataku bertanya tanya di dalam hati
arghh! anyyoing! kata ku menggerakan kai ku menendang benda yang ada di sekelilingku. -sjam kemudian- tuutt..tutt…hp ku berbunyi “annyeong haseyo?” “ini henry?” “iya, ini henry, ini siapa?” “ini dari pihak rumah sakit, apa anda kenal sunny? dia kecelakaan tadi siang di jalan dan sekarang dirawat di kamar 407″ MWO? hp ku terjatuh, aku langsung menuju rumah sakit dengan mobilku. didepan kamar 407 tampak banyak anggota snsd yg menunggu sunny sadar yoona tampak menghadap ku dengan pandangan evil yang lebih evil dari kyu. ” henry oppa penyebab dari semua ini!” “sudahlah yoona, kita trima saja, semoga sunny selamat” kata yuri menenangkan suasana. dokter tibatiba keluar. “sunny sih, sehat saja dia sudah sadar skrg” “henry, cepat masuk!” suruh yuri, aku hanya mengangguk. “sunny ah! kamu tidak apa?” tanya ku , air mataku mulai keluar. ” oppa, tolong percaya padaku, aku dan minho, tidak ada apa apa oppa” “iya sunnyah aku percaya, aku percaya” “syukurlah” “aku masih sayang dengan mu sunny, aku ingin balik dengan mu, sarangheyo sunny “”aku juga ingin oppa, sarangheyo juga” “mulai sekarang, kita janji , kita akan salin percaya” aku menangkat jari kelingkinbg ku, lalu sunny mengangkat kelingking nya dan mengikat jariku dengan jari nya tanda berjanji. “sarangheyo sunny”kataku pada sunny….

-end- @Ssheeriinna

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s