STORY MY LIFE~


Author : Nads (@nadiaanads) / Nam Min Ran

Cast : Nam Min Ran (Author or You), Lee Taemin, Lee Junho, Super Junior, 2PM.
Ratting : PG
Genre : Romance, Family.
@ruang makan
Nam Min Ran Pov
“Aku berdiri duluan” ucapku sambil berdiri dari kursi yang ku duduki di ruang makan.
“Apa kau tak mau menggigit sekali lagi ?” Tanya appa padaku
“Ah, aniyo. Aku sudah kenyang.” Ucapku sambil mengambil tasku yang ada di ruang tengah.
“O,ia umma nanti siang ada rapat orang tua murid. Umma datang ya, sangat penting.” Ujarku pada umma sambil memasang sepatu.
“Ne min. Taemin umma?” Tanya umma padaku
“AH~ umma, ya semua orang tua murid termasuk taemin umma lah.” Teriakku pada umma.  “aku berangkat duluan. Annyeong” ujarku sambil berlari keluar dan menutup pintu dengan keras. Karena taemin dari tadi sudah berteriak dari luar sana.
“YA~anak itu, kalau menutup pintu pasti selalu begitu.” Ujar appa sambil menggeleng.
“haha, seperti tidak tau kelakuan min saja, kalau sudah mendengar suara taemin pasti akan seperti itu” sambung umma sambil tersenyum.
@jalan
“Taemin-ah mian, aku membuatmu berteriak lagi.” Ucapku sambil menggaruk kepalaku yang tidak gatal tentunya
“Ah~kau memang selalu membuatku berteriak terus” ucap taemin menunjulku

“Yah, jeongmal mianhae” ucapku sambil menunduk.
“Haha, pabo. Aku tak marah padamu min.” Ujar taemin sambil merangkulku
“Chinca?” Tanyaku. “Ne” jawabnya.
“Kapan kau akan cepat tumbuh besar min?” Tanyanya dengan wajah serius.
“Ha? Mwo? Aku uda tumbuh besar kok.” Ucapku sambil menjulurkan lidahku
“Haha, chinca kau sudah besar?” Tanyanya lagi
“Ne. Waeyo taemin-ah?” Tanyaku
“Ahaha, aniyo. Ayo, kita jalan lagi. Nanti kita terlambat.” Ucap taemin sambil menarikku.
@sekolah
Pukul 08.00 bel berbunyi. Kelasku dan kelas taemin berbeda. Pukul 10.00 nanti ada rapat. Bel, istirahat pul berbunyi. Aku hanya duduk dikelas meneratapi, bagaimana nilaiku nanti. Aku dan taemin sudah berjanji jika nilai kita sama kita akan pindah SMA di Seoul.
Pov End~
Taemin Pov
Aku bingung biasanya min datang untuk menemuiku lalu pergi kekantin bareng. “Apa yang terjadi padanya ?”Gumamku dalam hati. Aku segera menuju kekelas min. ku lihat dari luar mukanya murung sekali. Lalu kuhampiri min ke dalam kelasnya.
“Min-ah~ kau kenapa?” Ucapku sambil duduk dikursi sebelah kursi min
“Ah, kau taemin. Aku tidak siap untuk melihat nilaiku nanti” ucap min lirih
“Min, jangan seperti itu. Kuatkan pikiranmu agar nilai kita bagus. Kau tau ? Kita harus berdoa” ujarku sambil mengacak rambut min.
“Ya~ taemin-ah. Gomawo, tapi aku masih sangat ragu dengan semua ini.” Kata min sambil menunduk.
“Min, lihat mataku. Apa kau tidak yakin dengan semua ini ? Kita sering melakukan ini bersamaan. Kerja kelompok, les dll.” Ucapku sambil memegang erat tangan min.
Min mengangkat dagunya dan berkata “aku akan mencoba untuk menyakinkan ini” katanya sambil tersenyum.
“Begitu kan lebih baik ” ucapku sambil memeluknya. “Ayo, kekantin. Aku sangat lapar karena kau bodoh~” sambungku lagi.
“Haha, mian. Kajja taemin~ah” ujarnya dengan semangat.
Sekarang tepat pukul 10.00 Ummaku dan min umma sudah ada didalam. Aku dan min hanya duduk diluar, sambil melihat umma. Aku juga menjadi dag dig dug. Namaku lebih awal dipanggil dari pada min.
Tiba-tiba terdengar suara sonsaengnim yang menyebutkan namaku
“LEE TAEMIN!” Ucap ssaem dari dalam sana. “Umma menggambil nilai itu. Ah~ apa yang terjadi ? Apakah nilaiku bagus ? Dan aku bisa pergi menyusul junho hyung ke seoul ?” gumamku.
Beberapa menit kemudian. Nama min dipanggil min hanya diam disampingku sambil menunduk saja
“NAM MIN RAN!” Ucap ssaem juga.

“Min kau mendengar itu ?” Tanyaku pada min. “Omona, min kenapa tanganmu dingin sekali ? Apa kau sakit ?” Ucapku sambil berdiri lalu memegang tangan min
“Ha? Aniyo taemin-ah~ aku gugup sekali” ucapnya dengan nada pelan.
“Jeongmal?” Tanyaku
“Ye~” ucapnya sambil tersenyum lesu.
akhirnya, semua para orang tua murid sudah keluar dari ruang aula itu. Ummaku dan Min Umma pun keluar besamaan. Min sangat gugup dia hanya bisa duduk lesu disampingku sambil menyandarkan kepalanya dibahuku. Umma dan Min umma datang menghampiri kami.
“Taemin-ah~ kau sangat beruntung. Kau lulus.” Ucap Min Umma sambil memelukku.
“Ah, gomawo ahjumma” ucapku sambil membungkuk
“Ya~ min kau kenapa? Sepertinya lemas sekali?” Tanya ummanya pada min.
“Ha? Na ? Aniyo umma. Bagaimana dengan nilaiku? Apakah buruk? Mianhae umma. Jeongmal mianhae.” Ucap min memeluk ummanya sambil menangis
“Min, jangan nangis begini. Nilaimu memang lumayan. Tapi, kau lulus.” ujar ummanya membisiki.
“Jeongmal ?” Tanya min pada ummanya dan ummanya menghapus air matanya.
“Ne, ah anak umma satu ini pasti saja tidak percayaan saja.” Ucap ummanya sambil mengacak rambut min.
“Ah, berarti aku bisa menemui junho oppa kan umma.” Ucap min sambil meyakinkan ummanya.
“Nanti kita bicarakan dirumah ya.” Ucap ummanya sambil berdiri dari kursi.
“Min, kau mau ikut kami untuk mencari makan siang?” Tanya umma pada min.
“Ye, aku mau ikut ahjumma ” ucap min berdiri juga dari kursi.
“Kalian tak mengajakku?” Tanyaku sambil menatap min.
“Ahaha, ya kau ikut lah taemin. Kaukan selalu ada bersamaku” ucap min padaku lalu menarikku
Pov End
@restaurant
Nam Min Ran Pov
 Aku, taemin, umma, dan taemin umma pergi kerestaurant langganan kami duduk ditempat yang paling ku suka. Karena tempat itu selalu dekat pemandangan yang bagus.
“Min” senggol taemin padaku.
“Ye~ wae taemin~ah?” tanyaku
“kau melamun lagi? Kalau kau melamun kita akan pindah tempat.” Ujar taemin padaku
“AH~ aniyo taemin aniyo. Janji aku tidak akan melamun lagi.” Ucapku.
Pelayan datang membawa makanan itu. Kami bersama makan dengan nikmat. ½ jam kemudian kami pulang. Umma bersama taemin umma akan berjalan­­­ dulu. Ah, aku sangat ngantuk dan aku memutuskan untuk tidur dimobil.
”Min, kau tak mau turun ikut bersama kami?” Tanya umma padaku.
“Aniyo aku sangat mengantuk umma. Aku tak tahan untuk berkeliling lagi.” Ucapku lesu
“Ne, taemin kau temani min disini mau?” Tanya umma pada taemin
“ah, ne ahjumma. Aku akan menemani min disini.” Ucap taemin yang turun dari mobil lalu masuk lagi kedalam. Aku hanya diam didalam mobil dan menggambil bantal bebekku dan selimut racoonku yang berada dibagasi.
“apakah kau mengantuk min?” tanya taemin padaku.
Aku menguap lalu menjawab “ Hmm, ne taemin-ah aku sangat ngantuk sekali.” Ucapku.
“ya sudah kau tidur saja. Mana iPadmu? Aku ingin bermain game kesukaanku.” Ujarnya padaku.
“Ye~  tapi, kau harus temani aku untuk berada disini dan jangan pergi kemana-mana.” Ucapku menegaskan. “Ambil saja didalam tas” sambungku.
“Iya, ratu iya. Aku akan menjagaimu.” Jawabnya sambil mengelus rambutku. “ah, lebih baik kau ambilkan.” Ucapnya lagi sambil menggangguku.
“Ah, kau ini merepotkan.” Teriakku lalu melempar pelan iPadku kearahnya. “Dan awas kau menyuruhku lagi. Aku akan memukulmu lebih keras dari biasanya” geramku
“haha, ne ne~ jangan marah min. jangan marah” rayunya sambil mendorong-dorong pelan badanku.
“AH~ ayolah taemin aku ingin tidur jangan menggangguku sebentar” rengekku.
“Tapi, kau tak marah padakukan ?” tanyanya lagi
“Ne, aku tak marah padamu. Ya sudah aku mau tidur.” Ucapku. Taemin hanya tersenyum lalu memainkan iPadku. Akhirnya aku tertidur pulas. “Kau, terlihat manis jika kau seperti ini min. tidak seperti biasanya kau marah dan tiba-tiba baik haha” ucap taemin yang melihatku sambil mengacak rambutku.
Pov End
Taemin Pov
1 jam kemudian. Umma dan Min umma datang dan berjalan menuju kearah mobil.
“Taemin ini makanan buat kalian.” Ucap min umma sambil memberikan kami sekantong belanjaan, yang berisi snack dan minuman kesukaan kami.
“Tapi, ahjumma. Min masih tidur.” Ucapku. “Bangunkan saja si minnya taemin.” ujar min umma padaku.
“aku tak enak membangunkannya ahjumma. Biarkan saja nanti aku akan menggendongnya sesampainya dirumah.” Ucapku. Umma melihatku dengan tersenyum, karena umma tau kalau akhir2 ini aku menyukai min.
Akhirnya kami sampai dirumah. Umma diturunkan didepan rumahku. Sedangkan aku masih ada didalam mobil min.
“Taemin, apa kau tak pulang juga ?” Tanya Min Umma.
“Ye~ aniyo ahjumma. Aku akan menggendong min sampai kedalam kamarnya.” Ucapku
“Tak usah, disana ada Junho kok.” Ujar min umma lagi
“Wah, junho hyung sudah datang? Ah, tak apa ahjumma. Sudah tugasku untuk menjaga min” ucapku sambil tersenyum.
“iya dia sudah datang tadi siang. Ya sudah kalau itu maumu ahjumma tak akan melarang.” Jawab min umma sambil tersenyum juga. Sesampainya dirumah min aku menggendong dia sampai kamarnya.
“Ah, kau sangat berat bodoh. Kukira tak seberat yang ku bayangkan.” Gumamku dalam hati sambil menggendongnya ke lantai 2.
Setelah aku menggendong min sampai kekamarnya. Aku meminta izin untuk pulang. Aku, ingin mandi lalu kembali kesini untuk mendatangi min.
“Ahjumma aku pulang dulu ya. Min sudah ada dikamarnya.” Ucapku menemui min umma didapur.
“Ne taemin~ah. Gomawo kau sudah mau menggendong min sampai kekamarnya.” Ucap min umma padaku. “Ye~” ujarku sambil membungkuk. “Kalau begitu aku akan pulang dulu. Dan nanti malam aku akan kembali kesini lagi.” Ucapku sambil pamit dan langsung berjalan menuju pintu keluar rumah min.
“Hey, dongsaeng ! kau tak melihatku? Jalan tanpa melihat hyungmu duduk disini?” teriak hyung dari arah belakang.
“Ah~ kau hyung” ucapku sambil mendatanginya. “Jeongmal mianhae hyung. Aku tak melihatmu.” Sambungku sambil merangkul hyung.
“Haha, gwenchana~. Kau mau pulang?” Tanya hyung padaku.
“Ne hyung. Aku akan pulang sebentar, mandi lalu akan kembali kesini untuk membicarakan soal kepindahan kami ke korea.” Ucapku. “Aku pulang dulu hyung.” Teriakku.
“Ye~ aku akan menunggumu taemin.” Teriak hyung juga.
Aku berjalan menuju rumahku yang tidak jauh dari rumah min. aku masuk dan segera mandi, lalu kembali kerumah min untuk membicarakan kepindahan kami ke korea.
Pov End
Junho Pov
Aku masuk kedalam kamar dongsaengku ini dengan membawa makanan kesukaannya. Setiap aku pulang dari seoul pasti dia akan selalu minta untuk ku bawakan makanan itu.
Aku membuka pintu kamar min. ku lihat dia masih tertidur pulas dikamarnya dengan keadaan masih memakai pakaian sekolahnya.
Tiba² min bangun dan melihatku kaget.
“OPPA?” Katanya pelan dari kasurnya.
“Ne, waeyo saeng?” Tanyaku padanya. “Kau oppaku ? Jeongmal? Kau sudah datang?” Ucap min dengan cepat
“Ahaha, iya pabo~  aku ini oppamu. Aku sengaja tidak memberi tahumu. Supaya surprize.” Ucapku sambil memeluknya.
“Ah, oppa. Aku sangat kangen sekali denganmu.” Ujarnya sambil memelukku dengan erat.
“Ye~ aku juga sangat merindukanmu min. Lama aku tak kena omelanmu.” Ucapku sambil mengacak rambutnya.
“Haha, kau ini oppa. Sekarang omelanku tertuju pada taemin.” Ucapnya sambil tertawa
“Jeongmal? Kau lakukan itu pada taemin?” Tanyaku serius
“Ne oppa. Habisnya dia selalu membuatku marah kalau disekolah.” Jawab min serius
“Ahaha, dongsaeng paboyo~” ucapku tertawa. “Sudah, sana mandi dulu. Nanti turun kebawah untuk makan malam bersama. O,ia itu ada mochi kesukaanmu sayang.” Sambung oppa sambil mendorongku ke kamar mandi.
“Ne oppa. Gomawo~” jawabnya sambil mencium pipiku. Lalu min masuk ke kamar mandi.
“Min, oppa tunggu dibawah ya.” Teriakku. ” Ne oppa.” Teriak min dari kamar mandi.
Pov End
Min Pov
1 jam kemudian aku selesai mandi, memakai baju dan sempat mengeringkan rambutku yang basah. Tiba² bibi memanggilku.
“Min Noona, sudah di tunggu dibawah.” Ucap bibi sambil membuka pintu kamarku.
“Oke bi, sebentar lagi aku akan turun” jawabku pada bibi. Bibi pun langsung keluar dari kamarku.
Aku pun turun kebawah untuk menghampiri
Umma, appa dan junho oppa. Ternyata dibawah ada taemin yang juga sudah duduk di meja makan. Taemin mengetahui kalau aku turun dari tangga, dia lalu pindah tempat di kursi sebelah. Karena kursi yang dia duduki adalah kursi favoriteku *sokdehtor*
“Mianhae, aku telat turun.” Ucapku.
“Ayo, kita langsung makan saja. Jangan lupa berdoa dulu.” Ujar appa.
Setelah selesai makan kami pindah keruang tamu. Aku duduk dikursi sambil mengambil mochi yang dibawa oppa.
Taemin mau mengambil mochiku. “Ah, gak boleh” ucapku memukul tangan taemin.
“Bagi satu min. Jahat sekali.” Ujar taemin sambil merayuku agar memberinya satu.
“Aniyo” ucapku sambil mengejeknya. “Kalau kau mau, harus ada syaratnya.” Sambungku.
“Apa syaratnya ?” Tanya taemin padaku
“Kau harus menciumku” ucapku sambil membisikinya. “MWO?!” Tanya taemin terkejut.
Tiba² junho oppa datang dan melihat ekspresi muka taemin seperti itu.
“Waeyo taetem ?” Tanya oppa pada taemin
Taemin hanya terdiam dan langsung kusenggol
“Taemin! Santailah aku hanya bercanda.” Ucapku pada taemin
“Jeongmal?” Tanyanya. “Ne. Aku hanya bercanda. PABO~” ucapku sambil menunjulnya.
“Apa yang kalian bicarakan? Apa kalian membicarakanku ?” Tanya oppa padaku
“Ah~ aniyo oppa aniyo. Aku dan taetem tak membicarakanmu kok.” Ujarku meyakinkan oppa.
“Chinca? Kalian tak membicarakanku?” Tanya oppa lagi
“NE!!” Teriakku.
Tiba² appa memberiku sebuah amplop besar berwarna coklat. Aku tidak tau apa isinya. Baru saja mauku buka oppa sudah mengambilnya duluan.
“Ah~ oppa kembalikan amplopku!” Teriakku pada oppa
“Sebentar. Nanti oppa berikan.” Jawabnya sambil membuka isi dari amplopku itu
“Appa yakin mau memberikannya pada anak berdua ini ?” Tanya oppa pada appa
“Ye~ appa yakin junho. Waeyo ? Kau tak mengizinkan mereka untuk ikut bersamamu?” Tanya appa pada oppa.
“Ah~ tapi, aku takut mereka selalu membuat ulah diapartment yang ku tinggali appa.” Jawab oppa
“Min, apa kau berjanji untuk tidak membuat ulah pada oppamu?” Tanya appa padaku
Aku tak mendengarkan apa yang appa bicarakan padaku. Aku dan taemin hanya konsen dengan menonton tv saja sambil memakan mochi.
“MIN!” Teriak oppa memanggilku sambil melemparkan bantal dikursi kearahku.
“Ah~ ye? Waeyo oppa?” Tanyaku bingung. “Kau pasti asik menonton saat appa berbicara. Sekali kau menonton lagi, tak akan ku ajak kau ikut aku ke seoul.” Ancam oppa padaku
“Ah, ne buntat. Ne~” ucapku sambil memperhatikan oppa. Sekarang giliran taemin lagi yang asik menonton tv. Aku menarik bajunya agar duduk disebelahku.
“Apa kalian tidak akan membuat ulah jika kalian ikut junho?” Tanya appa lagi pada kami.
“Ne, kami tidak akan membuat ulah pada junho oppa. Palingan hari pertama aku meminta junho oppa untuk menjadi supirku sehari untuk mengajakku keliling seoul.” Ucapku panjang
“Ah~ aku banyak kerjaan disana min.” Ucap oppa mengeluh.
“Is oppa. Itu hanya untuk sehari saja. Sehabis itu aku tidak akan menganggumu lagi.” Rengekku pada oppa
“Junho” tegur appa. “Ah~ ne. aku akan menurutinya. Tapi, hanya sehari. Tidak lebih” ucap oppa
“Ne oppa ne” ucapku menurut. Oppa lalu melempar amplop itu kearahku.
Ku buka isinya ternyata  2 tiket untukku dan untuk taemin.
“Appa apa ini untukku dan untuk taemin?” tanyaku pada appa
“Ye~ itu untukmu dan untuk taetem” ucap appa
“Gomawo appa. Gomawo umma” ucapku lalu memeluk dan mencium pipi mereka. Taemin hanya bisa membungkuk lalu memeluk appa dan ummaku.
Aku berlari menuju oppaku yang berjalan menuju dapur. Lalu aku berkata “Gomawo junho oppa” ucapku sambil mencium pipinya. Junho oppa hanya tersenyum melihat kelakuanku.
“Taemin apa kau tidak pulang?” tanyaku pada taemin.
“memangnya ini jam berapa?” tanyanya padaku. “ ini sudah pukul 22.30 pabo~ pulang sana nanti kamu dicari ummamu.” Ujarku pada taemin.
Taemin lalu berdiri dari tempat duduk lalu pamit kepada umma, appa, dan oppaku.
“Aku pulang dulu” ucap taemin lalu keluar dari pintu rumahku. “Taemin, jasimanyo” teriakku lalu berlari mendatanginya.
“Wae?” tanyanya. “Besok datang kesini ya?” ucapku membisikinya lalu mencium pipinya.
“haha, kukira penting sampai kau berteriak padaku. Ne min ne. aku pulang ya, sudah sana masuk dan lekas tidur” ucap taemin sambil mendorongku masuk kedalam rumah.
Aku masuk dan lalu naik ke atas. Tibaappa memanggilku.
“Min kau mau kemana?” Tanya appa. “Aku mau tidur appa. Aku sangat ngantuk.” Ucapku.
“Omo, dongsaengku kebo sekali. Jam segini uda mau tidur. Besok juga hari libur kok.” Sambung junho oppa.
“Ah~ kau ribut oppa. Aku mau tidur, badanku pegal semua. Lagian aku lagi gak insom kok” ucapku sambil menaiki 1 per 1 tangga.
“Haha, min~ah. Jasimanyo” ujar oppa sambil berlari menghampiriku.
“Umma, appa. Aku naik bersama min. Good night” teriak oppa.
Tiba² oppa lari menyusulku naik ketangga. Lalu merangkulku.
“Waeyo?” Ucapku sambil melihat tajam kearah junho oppa
“Aniyo, tidak suka oppa rangkul? Mulai membenci oppa?” Tanya oppa padaku.
“Aniyo oppa. Aku ngantuk. Jangan rangkul aku oppa, kau berat.” Jawabku.
“Ah, ne” ujar oppa sambil melepas rangkulannya. “Oppa mau bicara padamu.” Sambung oppa.
“Bicaranya ruang tengah aja.” Ujarku
“Oke” jawab oppa
Aku dan oppa pun menuju ruang tengah dilantai atas. Duduk di lantai dan aku tidur di paha oppa.
“Oppa, aku mau tanya padamu ?” Tanyaku pada oppa
“Ye~ mwo ?” Jawab oppa
“Bagaimana rasanya tinggal disana?” Ujarku. Oppa menjawab panjang lebar dan bla bla bla. Dan sekarang giliran oppa yang bertanya padaku.
“Kenapa kau mau bersekolah disana ? Kenapa tidak disini? Mau merepotkanku?” Tanya oppa panjang
“Sepertinya sekolah disana sangat enak. Mempunyai teman banyak dan bisa berangkat bareng pergi kesekolah. Tidak mau sekolah disini ! Bosan !” Ujarku. “Aniyo oppa. Apa kau pikir aku ini akan merepotkanmu? Jeongmal?” Sambungku lalu beranjak mengambil amplopku di meja.
“Tapi, disana pulang lebih malam. Ya, oppa tau disini sangat bosan” Jawab oppa. “Mau kau apakan tiket itu min?” Teriak oppa.
“Biarkan saja pulang lebih malam. POKOKNYA AKU MAU KESANA!”. Teriakku “Oppa juga tak peduli padaku. Tak mau mengajakku. Lebih baik ku robek saja.” Ucapku. “KREEK!! Oppa puas ?! Biarkan aja aku tidak akan pergi !” Ucapku lalu masuk kekamar dan membanting pintu kamarku.
TBC
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s