Last Promise


Image

Author: Almira nabila ardi

Genre: sad, romance

Rating: G

Note: ff ini pernah aku publish di sebuah fanpage facebook

Key pov

Sudah 5 menit aku berdiri disini melihat yeoja didepanku yang sedang memperhatikan laptop didepannya. Sudah lama aku tak melihatnya tak banyak yang berubah hanya saja dia lebih lembut dia masih cantik seperti dulu. Apa dia masih menganggapku seperti dulu

“hai”

“oh hai kibum”

“sedang apa kau? bukannya ini masih pelajaran?”

“aku dihukum oleh guru kimiaku karena tidak membawa buku” ck masih saja selalu pelupa

“ck kau ini masih seperti dulu”

“kau sendiri sedang apa?”

“aku bolos pelajaran olahraga”

“wah… tumben sekali biasanya kau suka sekali olahraga”

“ya… itu karena aku belum dapat seragam”

“oh ya kau benar” dia melanjutkan menatap layar di depannya kuperhatikan daritadi dia sangat serius mengerjakan sesuatu.

“kau sedang apa?”

“oh ini aku sedang mengedit foto, harus kukumpulkan nanti saat ekskul” Kupehatikan foto yang dia edit, foto seorang namja yang cukup tampan mungkinkah itu namjachigunya?

“apa dia pacarmu?” entah mengapa tiba-tiba aku bertanya seperti itu…

“ne namanya choi minho”  Aku merasa aneh saat mendengar jawabannya.

Krystal pov

Sebenarnya aku sangat senang dia kembali lagi hanya saja aku melihat sifatnya berubah dia menjadi orang yang dingin seingatku kibum yang dulu selalu membuatku ceria. Aku jarang melihatnya tersenyum sejak aku bertemu dengannya lagi. Tadi aku sangat bingung harus menjawab apa saat dia menanyakan foto minho oppa. Mungkinkah aku masih mencintainya?

“ya krystal kenapa kau melamun?”

“ani aku hanya memikirkan kibum”

“hmm kibum teman kecilmu itu, wae apa ada yang aneh?”

“ne dia sedikit berubah”

“berubah bagaimana?” haruskah aku bercerita?

“entahlah… mungkin perasaanku saja sifatnya menjadi sedikit dingin” jawabku agak ragu

“mungkin dia belum terbiasa denganmu”

“mungkin”

“apa kau masih mencintainya?” aku kaget mendengar jawaban dari minho apa dia cemburu?

“tidak, aku tidak mencintainya”

“lalu bagaimana janjimu dengannya dulu?”

“haha itu hanya janji 2 anak kecil” jawabku sambil tertawa, Entah mengapa aku masih berharap kibum mengingat janjiku dengannya yang menurutku sekarang hanya janji 2 anak kecil….

Flashback 4 tahun lalu

“soo jung apa lukamu sakit?”

“ani, justru lukamu yang harus di obati”  jawab seorang anak perempuan seraya mengobati luka diwajah anak laki di depannya….(?)

“soo jung-ah apa kau akan terus tinggal bersama sepupu yang jahat itu?”

“ne, mungkin saat aku sma nanti aku akan pindah ke seoul, aku akan tinggal bersama paman dari ibuku”

Angin sore itu menerpa wajah mereka berdua hening beberapa saat…

“soo jung-ah apa kau tak pernah merasa kesepian?”

Anak perempuan itu menunduk terdiam “aku selalu merasakan itu kibum-ah, saat ayahku meninggalkanku dan tiba-tiba ibuku meninggal semua terlalu berat untuk anak perempuan sepertiku, tapi aku tidak akan merasakan itu jika kau berada disampingku”

Jawaban itu membuat kibum menghela  nafas berat “jika aku meninggalkanmu kau harus berjanji untuk membuat dirimu tidak merasa kesepian”

Soo jung kaget mendengar pertanyaan sahabatnya “apa kau akan pergi?”

“ne aku akan pergi ke amerika lusa besok” jawab kibum. Soojung meneteskan air matanya dia sangat takut ditinggalkan oleh sahabatnya.

“soo jung-ah jangan menangis” kibum memeluk sahabatnya itu. Dia tahu soojung pasti sangat sedih saat ini. “aku janji akan menjadi orang yang akan melindungimu dan selalu membuatmu tersenyum aku tidak akan pergi lama soojung-ah”

Flashback end

Minho pov

Soo jung kenapa kau harus berbohong pada dirimu sendiri aku tahu kau masih mencintai teman kecilmu itu, tapi kenapa kau masih terus berbohong…

Suatu saat dia akan sadar akan perasaannya apa aku harus melepaskannya tuhan aku terlalu mencintainya…

Apakah aku terlalu egois untuk memilikinya…

Bruk… tanpa sadar aku menabrak seseorang

“mianhe” aku meminta maaf sambil agak membungkuk

“gwencana” jawab laki-laki itu

“kau choi minho kan” mengapa dia tahu namaku?

“ne, kau sendiri?”

“aku kibum tepatnya kim kibum” inikah kibum teman masa kecil krystal?

“apa kau tahu namaku dari krystal?”

“ne”

“jadi kibum itu kau” ternyata ini kibum yang dikenal krystal

“bisakah kita bicara sebentar?” Tanya kibum. Apa dia akan menanyakan krystal?

“bicaralah, apa ini menyangkut krystal?”

“ne”jawab kibum sambil mengangguk.  Tepat sesuai dugaanku

Seminggu kemudian

Krystal pov

Entah apa aku yang bodoh atau memang aku tidak ingat bila hari ini ada pelajaran kimia aku selalu lupa entah itu lupa mengerjakan tugas atau lupa membawa buku pelajaran, jadi dengan senang hati aku harus keluar kelas han songsaenim untuk kedua kalinya mungkin minggu depan aku akan dipanggil olehnya untuk mendapatkan sangsi jika ini terulang lagi -___-

Aku melihat kibum di halaman belakang kenapa dia tidak mengikuti pelajaran olahraga lagi? Tidak mungkin ia belum menerima seragam ini sudah lebih dari satu bulan ia bersekolah disini. Ck kenapa aku sesalu penasaran tentang hal yang ia lakukan sedangkan ke pacarku sendiri saja aku tidak peduli apa mungkin yang di katakana minho oppa jika aku masih mencitainya???

“ya krystal jauhkan pikiranmu itu” gumamku sambil memukul kepalaku sendiri

“apa kau sedang melihatku dari tadi mrs. Jung?” aku terkejut melihat kibum sudah di belakangku

“hahaha kau sedang memata-mataiku ya?” sial berani sekali dia mengerjaiku *pletak*

“YA APPO KRYSTAL-si!!!!” puas sekali aku menjitaknya

“hahaha lihat siapa yang tertawa sekarang salahmu sendiri menggangguku” tawaku sambil menjulurkan lidah 😛

“apa kau dihukum han songsaenim lagi?”

“ya dan kau pasti membolos olahraga lagi”

“ne, kau benar” entah mengapa suasana dingin antara aku dan key masih belum bisa mencair seperti dulu, sebenarnya aku sangat senang melihatnya menjailiku seperti tadi mungkin benar waktu yang bisa mengembalikannya seperti dulu lagi.

“soo jung-ah…”

“ne”

“bagimu aku sekarang orang seperti apa?” aku kaget sedikit tidak mengerti maksud pertanyaannya, kenapa tiba-tiba dia bertanya seperti itu?

“em… begiku kau tetap temanku yang paling menyebalkan”

“aku serius”

“ya kau pikir aku tidak serius? Aku juga serius dari tadi” jawabku kesal

“soo jung-ah bagaimana keadaanmu saat aku tak ada?”

“kau ingin aku menjawab serius atau tidak?” terlihat raut kesal kibum saat aku menjawab seperti itu. “baiklah saat kau pergi ya aku masih sering ditindas oleh sepupuku yang jahil itu dan aku sangat kesepian aku terus bertahan agar aku bisa bertemu denganmu lagi” jawabku jujur

“mianhe” kenapa tiba-tiba dia meminta maaf?

“untuk apa?”

“untuk semuanya, aku dengar dari minho kau selalu di bully orang-orang disekitarmu dan kau menjadi orang yang pendiam”

“kau sudah bertemu minho oppa?”

“ne dia sudah bercerita semua tentangmu” mwo oppa menceritakan semua dia menceritakan pada key semuanya ya tuhan aku takut dia merasa bersalah…

“itu semua bukan salahmu aku bahagia bertemu minho oppa dan aku juga bahagia bertemu denganmu lagi”

“mianhe aku juga telah mengingkari janjiku” janji apa yang dia maksud?

“apa yang kau maksud janjimu dulu?”

“ne kau kira aku lupa?”

“mungkin saja”

“saranghae soojung-ah” ya tuhan aku rasa waktu behenti saat dia mengatakan itu wajahku pasti merah sekarang ini.

“kibum –si…” kemana dia, selalu saja menghilang

Key pov

Aku benar-benar orang egois bagaimana mungkin aku mengaku jika aku mencintainya jika aku tidak dapat menjaganya benar-benar bodoh.

Bruk

tuhan kenapa aku merasakan sakit ini lagi sesak yang sangat menyakitkan. aku langsung meraba saku celanaku mencari tabung kecil berisi benda putih yang selalu aku bawa selama dua tahun ini.

“sial kenapa tidak ada… hh..hh” nafasku mulai tersenggal… tanganku tak bisa digerakkan tak lama pandanganku kabur dan semuanya hitam…

3 hari kemudian

Author pov

Langit seoul terlihat cerah berbeda dengan suasana hati seorang yeoja berbaju hitam yang sedang tertunduk lesu. Tak lama bahunya bergetar terlihat dia sudah tidak dapat lagi membendung bulir air matanya “soojung-ah” seorang namja menghampirinya “gwecanayo?”Tanya namja itu tetapi krystal hanya bisa terus menangis

“kenapa dia tidak pernah bercerita oppa?” Tanya krystal pada minho

“soojung-ah dia tak ingin membuatmu sedih”jawab minho. Perasaan minhopun juga tak tega melihat yeoja yang dicintainya terus menangis. Dia mengeluarkan sebuah surat diletakkanya surat itu diatas tangan krystal.

“bacalah jika kau sudah perasaanmu sudah tenang”kata minho seraya meninggalkan krystal dikesendiriannya.

Krystal mengatur nafasnya lalu membaca surat itu

Krystal-ah mianhe aku tidak memberitahukan tentang penyakitku padamu, aku tahu aku terlalu egois kumohon jangan terlalu bersedih jika aku pergi, mianhe selama dirumah sakit aku tidak ingin menemuimu, dan sekali mianhe karena aku tidak dapat menepati janjiku untuk menjagamu…

Saranghae…

Kim Kibum

“KIBUM KAU BODOH…” tangis krystal menjadi

“nado saranghae kibum”

-END-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s