You’ll Still Be My Friend Forever


Author: Farah a.k.a Choi Soo Jung

Rating: PG 15
Maincast: Noh Lee Young (E-Young),Jo Kwangmin, Jo Youngmin
Support cast: Noh Min Woo,Donghyun
Backsound : Boyfriend – Don’t Touch My Girl
*Start*
Author p.o.v
“Kapan perkerjaan itu akan berakhir…” Gumam Youngmin saat Kwangmin tengah mengantarkan yeoja yang tidak dikenalnya.
“Mwo? maksudmu apa?” Balas Kwangmin sambil menutup pintu rumahnya.
“Kapan kau akan berhenti bekerja sebagai pria penghibur huh?” tegur Youngmin.
“Ya, Jo Youngmin! Kau tidak pantas untuk mengatur hidupku! Kau tau? aku menjual tubuhku untuk membayar biaya pengobatanmu! Aku tau kau mengidap penyakit, yang bukan penyakit biasa!” Bentak Kwangmin.
“Stop Kwangmin! Aku tau, tujuanmu itu baik untuk membayar pengobatanku agar aku cepat sembuh! Tapi kau bisa mencari pekerjaan lain yang lebih layak dan pantas untukmu!” …

“Youngmin, ingat aku baik baik. Ini hidupku! Aku tau kau adalah Kakakku tapi, jangan mentang mentang umurmu lebih tua, kau bisa mengatur hidupku seperti ini! Termasuk pekerjaanku! Ahrasso?”
Kwangmin pun pergi meninggalkan Youngmin ke kamarnya. Dan membating pintu sehingga membuat Youngmin kaget.
***
Seperti biasanya, setiap pulang sekolah, Kwangmin selalu membawa teman wanitanya kerumahnya. Dan yang membuat Youngmin lebih kesal, karena teman wanita yang selalu dibawa Kwangmin itu berbeda beda.
Jo Youngmin dan Jo Kwangmin, mereka adalah anak kembar yang dilahirkan hanya berbeda 6 menit. Youngmin adalah kakak Kwangmin. Akhir akhir ini Youngmin kondisi Youngmin sedang sakit, karena Youngmin mengidap penyakit yang bukan penyakit biasa, Leukimia. Kwangmin dan Youngmin, adalah kembar identik wajahnya sangat mirip, cuma dapat dibedakan, kalau Youngmin memiliki rambut berwarna kuning. Sedangkan rambut Kwangmin berwarna hitam. Saat ini, orang tua mereka sedang berada di Jepang. Maka itu mereka hanya tinggal berdua dikorea. Mereka berdua adalah anak yang berasal dari keluarga yang berada.
“Untuk apa kau membawa yeoja itu kesini?” tanya Youngmin santai.
“Aku hanya ingin memuaskannya saja. Dia client baruku, kenapa? kau tidak suka?” Jawab Kwangmin sedikit kasar.
“Oh, siapa bilang? lakukanlah… kalau dia hamil, kau harus tanggung jawab. cuih”
3 Jam kemudian Kwangmin pun keluar kamarnya, dan mengantar yeoja itu pulang.
*02.45 AM*
“Kenapa kau pulang larut malam? Kau tau tidak ini sudah pukul berapa? besok sekolah! Cepat tidur!” Bentak Youngmin.
Youngmin pun segera menuntun Kwangmin ke kamarnya, karena Kwangmin sedang dengan keadaan mabuk.
‘Kringggggg’
Jam weker milik Kwangmin pun berbunyi, karena merasa dirinya keberisikan ia pun membanting jam weker tersebut hingga rusak.
“Dasar sampah!” Gerutu Kwangmin.
Tak lama kemudian Youngmin pun membangunkan Kwangmin yang masih tidur nyenyak, padahal dirinya sudah rapi menggunakan seragam sekolah.
“Jo Kwangmin, bangunlah! Ini sudah pagi…”
“Aku masih ngantuk Young…”
“Jangan begitu, ayo cepatlah bangun! Kau tau? nantikan ada ulangan matematika!”
“Oh iya! Aku lupa! Gomawo Youngmin sudah mengingatkanku…aku harus segera mandi! Kalau tidak nanti aku akan dihukum oleh Kim Songsaemin!”
Kwangmin pun segera masuk ke kamar mandi.
Ketika semuanya sudah beres, merekapun segera berangkat ke sekolah.

*Seoul Performing Arts High School*

Seoul Performing Arts High School.Sekolah ini, adalah sekolah yang ternama dikorea.

“Youngmin, nanti siang kayaknya aku tidak pulang bersamamu!” Ucap Kwangmin..
“Memangnya kenapa?” ..
“Aku akan pulang terlebih dahulu, karena tugas Kim Songsaemin belum aku kerjakan!”
“Baiklah, tidak masalah”
*14.00 Siang*
‘Kringggg Kringgg Kringgg’
Bel pulang sekolahpun berbunyi, Kwangmin segera mengendarai mobilnya menuju kerumahnya.
Ketika sampai dirumahnya Kwangmin pun memasukkan mobil miliknya kedalam garasi.
Dan, yang membuatnya kaget ia melihat seorang yeoja yang beridi di depan rumahnya.
“Annyeong…ada yang bisa saya bantu?” Sapa Kwangmin.
“Kwangmin? Kau masih ingat denganku? Aku sahabat kecilmu…Noh Lee Young, E-Young” Balas yeoja itu ceria.
“Hah….kau? kaa..u kenapa ada disini?” Kata Kwangmin gugup.
“Aku rindu padamu dan Youngmin, kemanakah Youngmin?”
“Kau tidak menyadari kesalahanmu?” Kwangmin mencoba mengalihkan pembicaraannya, karena setelah mengingat kejadian 5 tahun lalu, kwangmin jadi membenci yeoja ini.
“Mwo? Kesalahan apa? aku tidak mengerti?”
“Kau ingat kejadian 5 tahun lalu? kau meninggalkanku & Youngmin ke Paris disaat aku tengah jatuh cinta padamu! Chihh”
Bentak Kwangmin kemudian meninggalkan yeoja itu mematung di depan rumahnya.
Kwangmin menghempaskan tubuhnya dikasur, karena dirinya sangat lelah. Yang lebih lelahnya lagi ketika ia mesti bertemu dengan yeoja itu, yeoja yang telah menyakiti hatinya, Noh Lee Young, atau dipanggil E-Young.
E-Young adalah sahabat kecil Kwangmin dan Youngmin. Ketika umur 15 tahun Kwangmin dan Youngmin mulai mengagumi E-Young karena selain cantik dia juga gadis yang baik dan pintar, dia juga berbakat dalam bidang musik. Kemudian Kwangmin mengacak acakan lemarinya dan mengambil foto E-Young.
“Dasar kau yeoja bodoh! Yeoja gila! Yeoja tidak punya otak! Mengapa disaat aku seperti ini kau malah kembali kedalam hidupku! Huaaaaah!” Karena terlanjur kesal, Kwangmin pun membanting seluruh barang yang ada dikamarnya kemudian membakar foto E-Young hingga menjadi abu.
Tiba tiba pelayan datang dan memberitahukan Kwangmin bahwa Yeoja yang dimaksud E-Young itu masih menunggunya diluar padahal suasana di luar sedang hujan deras.
“Annyeong, Jo Kwangmin. Apa kau tega membiarkan yeoja itu sendirian? kasihan dia daritadi dia memanggil namamu untuk bertemu denganmu!” Ucap Pelayan.
“Sudah biarkan saja, biarkan dia merasakan apa yang aku rasakan selama ini!” …
E-Young merasa bahwa Kwangmin sekarang sangat membenci dirinya, karena kepergiannya Ke Paris 5 tahun lalu.
Karena ia tak mau Kwangmin sedih, kemudian ia pergi keluar rumah Kwangmin dan membuka pintu pagar.
Ketika membuka pintu pagar tersebut, perasaan E-Young langsung kaget sekaligus senang, karena ia dapat melihat kembaran Kwangmin yaitu Youngmin.
“Youngmin….” Sapa E-Young..
“Kau? kenapa kau disini?” tanya Youngmin santai..
“Aku hanya ingin bertemu denganmu dan Kwangmin. Karena aku rindu kalian!” Jelas E-Young.
“Ohiya? Hummm.. apa kau sudah bertemu dengan Kwangmin?” tanya Youngmin.
“Sudah…” Balas E-Young menunduk.
“Lalu..bagaimana perasaannya? apakah dia juga merindukanmu?” ..
“Tidak…”
‘Lho? memangnya kenapa?”
“Kwangmin sudah membenciku sejak kepergianku ke Paris 5 tahun lalu!” ..
“Sudahlah…Kwangmin memang seperti itu, lebih baik kau masuk saja kerumahku! Kasihan kau! Bajumu basah mungkin kau sudah kedinginan! Ayo masuk!” Perintah Youngmin…
”Tap..Ta..ppi” Gumam E-Young gugup.
“Tapi kenapa?” tanya Youngmin.
“Kurasa, Kwangmin pasti tidak suka jika aku berada dirumahmu! Lebih baik aku pulang saja!”
“Tidak perlu..kau tau? Kau adalah Noh Lee Young, sahabat kecilku. Kemanakah E-Young yang dulu huh? lebih baik, ayo ikut aku!”
Youngmin memaksa E-Young untuk masuk kedalam rumahnya.
Ketika Youngmin, pergi kekamarnya untuk ganti baju tiba tiba Kwangmin datang menatap E-Young dengan tampang sinis.
“Kau? kenapa bisa disini?” Tanya Kwangmin jutek.
“Aku…ak..aku” ..
“Aku yang membawanya kesini!” Jawab Youngmin lantang.
“Young…kenapa kau membawa yeoja pembawa sial ini kesini? kau tau? dia yang menyebabkanmu sakit…dan dia yang menyebabkanku seperti ini!!!!” Bentak Kwangmin pada Youngmin…
“Mwo sakit? Memangnya Youngmin mengidap penyakit apa?” E-Young sempat kaget ..
“Leukimia! Itu semua karenamu!” Ucap Kwangmin lantang…
“Jaga mulutmu Kwangmin!” Karena terlalu kesal dengan kelakuan Kwangmin, Youngmin pun memukul wajah Kwangmin hingga ia terjatuh.
“Mwo? cuih…jadi kau membela yeoja itu? aku ini adikmu!!! Jo Youngmin!! kenapa kau membelanya!” Balas Kwangmin kesal. Kemudian Kwangmin memukul wajah Youngmin balik.
“Tapi aku tidak suka jika ada seorang namja yang menyakiti yeoja!” ..
“Sudah hentikan!! Kwangmin!!! Youngmin!!!! Hentikan pertengkaran ini!!” Teriak E-Young…
“Aku akan segera pergi dari sini asalkan kalian damai!!!” ..
“Mwo?” Ejek Kwangmin…
***
Seperti biasanya, setiap pulang sekolah Kwangmin selalu membawa yeoja yang tidak dikenalnya untuk bercinta.
Setiap melihat kelakuan adik kembarnya itu Youngmin selalu marah dan kesal.
“Dia selalu saja mengajak yeoja yang tidak dikenalnya kesini…” Gerutu Youngmin.
…..
“Ternyata…bagunan ini tidak berubah! Setelah 5 tahun lamanya aku meninggalkan SEOUL gedung ini masih tetap berdiri kekeh dan tidak berubah!” Puji E-Young ketika memandangi rumah Kwangmin & Youngmin sejenak.
Kemudian ia masuk gerbang, dan menyapa terus menerus. “Tapi kenapa terlihat sangat sepi? memangnya mereka pada pergi kemana?” Batin E-Young..
Melihat pintu rumah yang tidak terkunci, E-Young langsung memasuki rumah Kwangmin dan Youngmin. E-Young, merasa aneh, karena suasana dirumah ini sangat sepi.
Tapi tiba tiba E-Young mendengar suara Kwangmin…tetapi suaranya berbeda, suara itu suara desahan.
Karna curiga, kemudian E-Young menyusuri ruangan dirumah ini! dan sampai akhirnya ia menemukan kamar kwangmin.
Dibukanya pintu kamar Kwangmin yang tidak terkunci…
‘Ckleeek…’
Ketika pintu terbuka…
E-Young merasa sangat sakit hati dan sedih melihat Kwangmin yang sedang bercinta dengan seorang yeoja yang tidak dikenalnya…
“Kwangmin…” Melihat seperti itu kaki E-Young lemas, ia tak dapat berbuat apa apa. Tas kulit yang sedang ditentengnya terjatuh, iPhone miliknya pun terjatuh karena tidak menyangka apa yang telah dilakukan Kwangmin.
“Kau …. kau kenapa ada disini E-Young?” tanya Kwangmin dengan wajah terkejut.
“Kwangmin….apa yang kau lakukan disini?” tanya E-Young sambil menitikkan air matanya.
“Jadi…selama aku di Paris, ini pekerjaanmu sehari hari selain berangkat sekolah?” Sambung E-Young kemudian berlari meninggalkan Kwangmin.
Langkah E-Young pun terhenti ketika Kwangmin menarik tangannya lalu menciumnya.
Youngmin yang hanya bisa menangis sedih, melihat E-Young yeoja yang selama ini ia cintai dicium oleh saudara kembarnya. Kehadiran Youngmin tidak diketahui oleh Kwangmin dan E-Young…
“Hmm…” Sesak Youngmin. ia sengaja batuk supaya Kwangmin menghentikan hal itu…
“Uhmm..Mian Jo Youngmin?!!” Ucap E-Young malu..
“Ne, Gwenchana!” Ucap Youngmin santai..
“Kau jahat Kwangmin…Kau jahat!” Teriak E-Young sambil memukul dada Kwangmin.
“Ma..afkan aku E-Young…” Pinta Kwangmin.
“Bukannya kau bisa mencari pekerjaan lain huh? masih banyak pekerjaan yang lebih pantas kau lakukan selain menjadi seorang pria penghibur yang setiap harinya hanya menjual tubuhnya untuk memuaskan yeoja!” Bentak E-Young..
“Tapi.. aku melakukan ini untuk membayar pengobatan Youngmin, tujuanku baik!” ..
“Tapi kau bisa mendapatkan uang yang lebih halal daripada uang ini! Uang yang dihasilka. dari tubuhmu ini!” E-Young menampar Kwangmin sehingga membuat Kwangmin menitikkan air matanya.
“Jika orang tuamu tau pekerjaanmu seperti ini, pasti dia akan mengusirmu dari rumah!” Bentak E-Young kembali.
Kemudian setelah E-Young membentak Kwangmin, Kwangmin pun kesal dan pergi meninggalkan Youngmin dan E-Young serta client nya yang masih berada dikamar Kwangmin.
*Klub Malam*
Kwangmin memesan 3 botol soju untuk diminumnya, setiap stres atau banyak pikiran pasti Kwangmin selalu pergi ke klub langganannya ini.
“Ya, ada apa lagi denganmu? sepertinya ada masalah besar!” Tanya Donghyun sambil memegang jidat Kwangmin.
“Ani, tidak ada masalah apa apa!” Balas Kwangmin sambil meneguk Soju dengan ukuran gelas yang cukup besar.
“Uhmm..baiklah…” Gumam Donghyun..
…..
….
….
“Ya, Kwangmin sadarlah! Kau sudah sangat mabuk berat malam ini! Sebaiknya jangan dilanjutkan minumnya…” Pinta Donghyun ketika melihat Kwangmin yang sudah mabuk berat.
“Ya, aku masih..mau ini bodoh!” Gerutu Kwangmin, bukannya ia menghentikan minum soju, ia malah terus menuang soju tersebut ke gelasnya.
***
“Dimana Kwangmin? mengapa sampai sekarang belum pulang…” Ucap Youngmin cemas.
‘neon naui Girl Friend e e e
namanui Girl Friend e e e
naman barabwajullae neol wihan byeori doelge
neo hanamaneul wihan nan neoui
Boy Friend’
Tiba tiba handphone Youngmin pun berbunyi. Ia sangat berharap bahwa Kwangminlah yang menelponnya, tapi ternyata bukan.
“Yeoboseyo? Kau Jo Youngminkah?” ..
“Ne, saya Jo Youngmin, anda siapa?” ..
“Saya, Donghyun teman Kwangmin. Kwangmin kecelakaan!!” ..
“MWO???????? KECELAKAAN?”
“Iya…dia mabuk berat, karena tidak sadar. Mobil yang dikendarainya jatuh ke jurang!”
“Ya, itu tidak mungkin itu tidak mungkin!!!!!! Ya, sekarang dimana Kwangmin?”
“Sekarang ia sedang dirawat di Seoul Hospital, segera kau datang! Karena sedari tadi ia menyebut namamu terus!”
“Ne, baiklah terima kasih atas infonya!” ..
Youngmin segera menghubungi E-Young.
*SEOUL HOSPITAL*
Youngmin segera berlari menuju kamar perawatan Kwangmin yang bernomor 39711.
Sesampainya didepan kamar 37911, Kwangmin melihat namja yang mungkin itu Donghyun. Teman Kwangmin.
“Kau Donghyun?” Tanya Youngmin..
“Ne, saya Donghyun! Anda Jo Youngmin?” ..
“Ne, saya Jo Youngmin!” ..
Ketika Youngmin dan Donghyun sedang bercakap cakap, tiba tiba dokter keluar dari kamar Kwangmin.
“Dokter, bagaimana keadaan Kwangmin?” tanya Youngmin cemas…
“Dia tidak apa apa, cuma kaki kanannya mengalami luka berat sehingga perlu di amputasi!” Jelas dokter…
“Mwo?????” Teriak Youngmin.
Tidak lama kemudian, E-Young pun datang dengan wajah cemas.
”Bagaimana keadaan Kwangmin?” tanya E-Young cemas.
“Kakinya, harus diamputasi” Jawab Youngmin pelan.
“Mwo????” Mendengar semua itu spontan kakinya langsung lemas, E-Young tak dapat berbuat apa apa.
“Jika seandainya tadi siang aku tidak kerumahmu, pasti ini tidak akan terjadi” sesal E-Young..
“Sudah, jangan berkata seperti itu, serahkan saja semuanya pada tuhan! Aku yakin Kwangmin akan baik baik saja!” Ucap Youngmin sambil memeluk E-Young.
“Tapi aku takut terjadi apa apa pada Kwangmin…” Keluh E-Young.
“Ohiya, dokter kira kira kapan Kwangmin bisa menjalankan operasi?” tanya Youngmin mencoba tegar.
“Uhhm… mungkin besok dia sudah bisa operasi!” Balas dokter.
“Baiklah, tolong laksanakan operasi itu sebaik baiknya, aku tidak mau terjadi sesuatu pada saudara kembarku!” ..
“Baiklah…”
Keesokan harinya Youngmin dan E-Young pun sudah berada di rumah sakit untuk menunggu selesainya amputasii kaki kanan Kwangmin.
1 jam kemudian…
Operasi Kwangmin sudah selesai, ternyata operasinya berhasil.
“Bagaimana dok operasinya?” tanya Youngmin…
“Berhasil…Ohiya sekarang kalian boleh liat pasien Kwangmin karena sekarang keadaannya sudah mendingan!” Jelas dokter.
Youngmin dan E-Young masuk kedalam kamar Kwangmin yang sepi,sunyi. Youngmin dan E-Young hanya bisa menangis melihat keadaan Kwangmin. Tubuhnya akrab dengan kasur dan tak luput dari perban.
“Kwangmin…bangunlah…aku disini … aku janji aku akan selalu menjagamu!” Ucap E-Young sambil menangis..
“Kwangmin…sadarlah..aku Youngmin, saudara kembarmu! Aku rindu padamu Kwangmin…” Ucap Youngmin.
“Ya, Jo Youngmin..kenapa kau tidak sekalian periksa? untuk mengetahui keadaan lebih lanjut tentang penyakitmu?” tanya E-Young sambil membersihkan air matanya.
“Ani…aku rasa penyakitku sudah mendingan, tidak perlu diperiksa lagi..” Jelas Youngmin berbohong.
“Hmm..baiklah kalau begitu”
“Hukkss…”
Terdengar suara seorang namja yang sangat dikenali Youngmin dan E-Young…
Benar! Itu adalah suara Kwangmin! Rupanya ia sudah sadar.
“Kwangmin..gwenchana? kau sudah sadar?” Youngmin bangun tadi tempat duduknya dan menghampiri Kwangmin.
“Dimana aku?” tanya Kwangmin pelan.
“Yaaa, Jo Kwangmin rupanya kau sudah sadar!!!” Teriak Youngmin.
“Kau ada dirumah sakit! 2 hari yang lalu, kau mengalami kecelakaan mobil!” Jelas E-Young sambil membelai pipi kiri Kwangmin.
“Hmm… bagaimana keadaanmu Kwangmin? kau sudah mendingan?” tanya Youngmin lembut.
“Sudah Young….” Jawab Kwangmin lemas.
“Hmm..syukurlah!” Ucap Youngmin sambil mencium kening saudara kembarnya itu.
“Aku haus…aku ingin minum”
“Biar aku ambilkan Kwangmin” Pinta Youngmin.
“Tidak..aku ingin mengambil sendiri!” Ucap Kwangmin..
Youngmin dan E-Young sangat ketakutan, karena ia takut jika Kwangmin melihat Kaki kirinya tak ada pasti ia akan sedih dan menangis. Ketika selimut Kwangmin sudah dilepas, Kwangmin menatap kakinya sejenak kemudian ia mengeluarkan air matanya.
“Mana kaki kananku? kenapa tidazk ada…” Ucapnya sambil menangis..
“2 jam yang lalu, kakimu abis di amputasi” Ujar E-Young.
“Mwo? diamputasi? memangnya separah apasih luka ku? kenapa kalian tega membiarkan dokter memotong kakiku hah? kalian berdua memang tidak pernah mengerti perasaanku..” Bentak Kwangmin sambil menangis melihat kaki kananya yang tiada lagi.
“Ya, mian Kwangmin…” Sesal Youngmin dan E-Young.
“Ah, sudahlah percuma!!”
*3 Bulan Kemudian*
Kwangmin menatap hampa, halaman rumahnya yang luas dengan keadannya yang hanya dapat duduk dikursi roda. Ia selalu ingat setiap kali pulang sekolah selalu bersama wanita untuk diajak bercinta dengannya. Tapi kali ini apakah ada yang mau bercinta dengan Kwangmin lagi? Ia selalu berfikiran seperti itu. Ia menyesal menjadi namja penghibur selama ini,namja pemabuk,namja perokok. Ia sangat benci itu sekarang.
“Ya, Kwangmin…kau tidak mau makan?” Sapa Youngmin sambil membuka pintu rumahnya.
“Ani, aku tidak nafsu makan..”
“Kau kenapa Kwangmin? ceritalah padaku…”
“Ya, Jo Youngmin, aku menyesal selama ini menjadi seorang pria penghibur, sebagai pria pemabuk,perokok dan sebagainya. Dan cuma ini yang aku dapatkan sekarang. Aku rasa apa ada yang mau seorang yeoja bercinta denganku lagi dengan keadaanku yang seperti ini? pasti tidak ada. Young, maafkan aku, dulu aku sering merepotkanmu! Aku sering membuatmu kesal! bahkan sering membuatmu bersedih! Maaf aku telah berani membentakmu!” Ujar Kwangmin dengan penuh sesal.
”Ne, Kwangmin! Aku maafkan! Tapi janjilah padaku! Kita harus kompak sampai kita sudah tua nanti…”
“Ne, Young…”
‘Tingg…Tonggg’
Bel rumah Kwangmin & Youngmin berbunyi, Youngmin segera lekas pergi kepintu, kemudian membukanya.
“Annyeong, ada yang bisa saya bantu?” ..
“Benarkah ini rumah Jo Kwangmin & Jo Youngmin?” ..
“Iya benar, ada yang bisa saya bantu?” ..
“Ini, anda mendapat sebuah kiriman undangan!” ..
“Dari siapa?” ..
“Entahlah..yang pasti sepertinya undangan ini sangat penting, jangan lupa datang!” ..
“Baiklah…”
*16.45 Sore*
“Ya, Youngmin sudah selesai dandannya belum?” tanya Kwangmin.
“Sudah! Kau sudah siap Kwangmin?” ..
“Sudah! Ayo kita berangkat!”
Sesampainya dilokasi Kwangmin dan Youngmin sangatlah kaget.
Ia melihat banyak orang yang berdansa sambil minum segelas sirup segar.
“Sebenarnya acara apa ini Young?”  tanya Kwangmin heran.
“Aku tidak tau Kwang….”
Tiba tiba datanglah seorang pelayan namja dan menegur Kwangmin & Youngmin.
“Apakah kalian yang bernama Jo Kwangmin & Jo Youngmin?” ..
“Iyaa, anda siapa?” tanya Youngmin.
“Ayo ikut saya…”
Kemudian Kwangmin & Youngmin mengikuti arah pelayan tersebut, dan sampai tibanya, mereka melihat E-Young menggunakan gaun, ia sangat cantik.
“E-Youngie…Kau cantik sekali…” Puji Kwangmin.
“Ne, Gomawoyo Kwangminnnie!” Ujar E-Young.
“Ya, sebenarnya ada acara apa ini E-Young?” Tanya Youngmin kebingungan.
“Ohiya, tunggu sebentar ya!” Balas E-Young yang membuat Kwangmin & Youngmin penasaran.
“Minwoo..Noh Min Woo.. kemari sebentar!” Teriak E-Young..
“Ya, tunggu sebentar!” Balas Namja yang berbadan gagah serta memiliki wajah yang tampan…
“Perkenalkan ini Noh Min Woo, calon suamiku!” Ucap E-Young lantang.
“Hah?” Kwangmin & Youngmin menatap E-Young sambil menganga, karena ia tak menyangka bahwa E-Young sudah memiliki calon suami. Padahal mereka sangat mencintai E-Young…
“Aku tau kalian berdua sangatmencintaiku, bahkan dulu kalian pernah menyatakan cinta padaku! Aku juga mencintaimu Jo Twins, tapi hanya sebagai sahabat! Kau tau? apa kau pernah dengar kata kata bahwa sahabat lebih penting daripada pacar? Dan itulah kau….kita akan menjadi seorang sahabat untuk selamanya..” Jelas E-Young panjang lebar.
“Mwo? jadi aku tidak penting bagimu?” tanya Min Woo bercanda…
“Ani…kau juga salah satu orang yang penting Min Woo” ..
“Hahahaha…” Tawa mereka bersama.
                                                                    -Happy Ending-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s