Story Of My Love On The Island Of “New Caledonia” PART III


 

 

Title : Story Of My Love On The Island Of “New Caledonia”
Maincast : Lee Jae Jin, Zheng Shuang, Bang Min Ah, Kim Hyun Joong,Choi Minhwan
Rating : PG
Backsound : After School – Youre Cute
                                                         *Mulai*
Zheng Shuang p.o.v
Aku,Jae Jin, Hyun Joong dan Minhwan sedang menunggu kabar keadaan Min Ah sebenarnya kenapa dia? semoga saja dia baik baik saja.
Tiba tiba dokter datang dengan wajah yang sedih. Sebenarnya apa yang terjadi pada Min Ah?
Aku terus bertanya tanya tentang keadaan Min Ah dan sampai akhirnya dokter angkat bicara tentang keadaan Min Ah.
“Bagaimana keadaan Min Ah dok?” Tanya Jae Jin dengan raut wajah penasaran.
“Maaf, pihak rumah sakit sungguh minta maaf!” Balas dokter sambil menundukkan kepalanya.
“Kenapa dok? apa yang terjadi pada Min Ah?” Tanyaku.
“Dia…Dia menghembuskan nafas terakhirnya!” Ucap dokter pelan namun terdengar oleh kami.
“MWO?????” Teriak Jae Jin hingga usranya menggema.
“Ne, kami sungguh minta maaf!” Kata dokter menyesal.

Tiba tiba Jae Jin nekat masuk ke kamar outname Min Ah dan melihat Min Ah yang hanya terbujur kaku dikasur. Kemudian dokter datang sambil menyuruh Jae Jin melihat keadaan anaknya dengan Min Ah.
Anak Jae Jin dan Min Ah adalah perempuan wajahnya cantik dan imut.
Akhirnya aku dan Jae Jin kembali ke kamar Min Ah. Sekarang tubuh Min Ah sudah ditutupi selimut. Melihat seperti itu serentak aku langsung meneteskan air mataku tak menyangka kalau Min Ah pergi begitu cepat,. Jae Jin pun sama, ia terus meneteskan air matanya ia tak menyangka bahwa Min Ah kembali begitu cepat.
*2 Tahun kemudian*
 
Jariku menyentuh tombol tombol kecil pada sebuah alat elektronik.
Mencoba belajar mengahadapi kehidupan baru dan zaman yang semakin maju.
Seorang yeoja kecil yang cantik menghampiriku dam menyentuh kedua pundakku.
“eomma…” dia menyapaku dengan suara yang kecil.
“Ada apa?” Jawabku membelai pipinya.
“Appa, mengajakmu ke suatu tempat!” Ucapnya.
 Walau dia bukanlah anak kandungku bersama Jae Jin, tetapi aku amat sangat menyayangi dirinya layaknya anakku sendiri.
                                                                    ***
Mataku tertutup rapat oleh selembar kain yang menutupi wajahku. Walau rasanya tidak nyaman tapi akan aku lakukan demi Jae Jin dan Jin Shuang.
“Sudah sampai!!!” Teriak Jin Shuang..
Jae Jin membukakan kain tersebut dan mencium pipi kananku.
Aku takjub melihat sebuah pemandangan indah yang menghiasi batu ini dengan pemandangan lautan yang amat indah.
“Ini seperti di surga…” Gumamku pelan
“Bagaimana? apa kau menyukainya?” tanya Jae Jin.
“Ya, aku sangat menyukainya…” Balasku.
Jae Jin mengajakku jalan jalan  naik sepeda mengelilingi suasana taman ini , sambil menikmati indahnya langit sore.
Rasanya tak terbayang, bahwa kami akan kembali seperti semula, kami sama sama bahagia dan selalu kompak.
Tiba tiba hape Jae Jin berdering, dan aku tidak tau itu panggilan dari siapa.
Jae Jin p.o.v
Handphoneku berdering, dan terlihat bahwa yang menelponku adalah Eommaku.
“Yeoboseyo?” Sapaku.
“Lee Jae Jin, kau masih di New Caledoniakah?” tanya eomma ku.
“Ne, eomma memangnya ada apa?” tanyaku serius.
“Tidak ada apa apa. Cepat pulanglah kami rindu padamu sudah 4 minggu lebih kau disana bahkan sampai 2 tahun. Kami rindu padamu!! Kalau kamu tidak mau pulang, apa eomma dan appa perlu kesana?” Kata eomma ku yang membuat aku kaget.
“Ah, tidak usah. Biar aku saja yang pulang ke korea besok sore!” Balasku gugup.
“Benarkah?’ Tanya eomma ku bahagia.
“Ne..” Kataku.
“Baiklah, Jae Jin tunggu kedatanganmu!” Balas eomma ku senang.
“Ne, selamat tinggal, sampai bertemu besok eomma!” Ucapku kemudian menutup telefonnya.
*Keesokan harinya*
Aku sengaja pergi ke Seoul tanpa sepengetahuan Zheng Shuang, supaya ia tidak sedih dan menangis.
Sekarang Zheng Shuang sedang sekolah, jadi aku gunakan kesempatan ini untuk kembali ke korea selamanya.
Mungkin sampai akhirnya Zheng Shuang akan membenciku tapi entah apalagi yang harus ku lakukan.
Aku segera pergi menuju bandara, sepanjang perjalanan aku terusmemeluk Jin Shuang. Karena sebenarnya aku tak tega meninggalkan ibu tirinya sendirian di hotel yang selama ini aku huni.
Sesampainya di Bandara aku dan Jin Shuang segera masuk ke pesawat setelah pesawat itu datang.
“Good Bye, New Caledonia! Good Bye Zheng Shuang!~” Ucapku yang tak sadar meneteskan air mata.
Author p.o.v
Sekarang pukul 15.00 Saatnya Zheng Shuang pulang dari akademi.  Sepanjang perjalanan perasaan Zheng Shuang sangat tidak enak. Seperti ada seseorang penting yang pergi.
Sesampainya di depan hotel. Zheng Shuang membuka pintu dan suasana sangat sepi. Biasanya setiap ia pulang dari akademi suara Jae Jin dan Jin Shuang sangat ramai dan berisik. Tapi sekarang? suasananya sangat sepi.
Zheng Shuang mencari Jae Jin di ruang tamu tapi tidak ada kemudian dikamar mandi, dan sampai dikamar Jae Jin, Zheng Shuang menemukan sepucuk surat diatas kasur Jae Jin.
To: Zheng Shuang
“Zheng Shuang, aku minta maaf sangat minta maaf. Sekarang aku dan Jin Shuang akan tinggal di Korea selamanya, dan tidak akan kembali lagi ke New Caledonia lagi ,karena orang tuaku menyuruhku kembali. Mungkin kau sangat membenciku karena aku pergi tanpa sepengetahuanmu. Tapi aku takut kalau kau menangis dan sedih. Terima Kasih sudah tinggal bersamaku, dan terima kasih juga sudah mencintaiku. Dan asal kau tau walaupun kita jauh, tapi kita akan selalu saling mencintai. Terima kasih Zheng Shuang sudah memasukkan aku kedalam hidupmu. Semoga saja kau bahagia disana. Aku mencintaimu Zheng Shuang!’
                                                                          -From : Lee Jae Jin
Setelah membaca surat dari Jae Jin Zheng Shuang menangis. Karena ia tak menyangka bahwa Jae Jin akan melakukan itu. Tiba tiba Zheng Shuang berlari kencang sambil menangis. Dan ia ingin pergi ke bandara untuk bertemu Jae Jin yang terakhir kalinya. Tetapi itu hanya harapan kosong untukku karena Jae Jin sudah tidak ada ia sudah pergi, ia sudah meninggalkanku ia jahat! dia memang jahat!
Kemudian, aku memutuskan untuk kembali ke hotel.
Tiba tiba Minhwan dan Hyun Joong datang dan mengajakku makan disebuah restauran.
“Kau menangis?” tanya minhwan sambil menatapku.
“Ah, tidak!” Jawabku bohong.
“Sudah jujur saja, aku tau kau menangis!” Kata Minhwan meledek.
”Tadi sebelum Jae Jin pergi Jae memberikan ini untukmu!” Kata Hyun Joong sambil memberikanku sebuah kotak kecil.
“Ini apa?”  tanya Zheng Shuang
“Buka saja!” Ucap Hyun Joong.
Zheng Shuang membuka kotak kecil tersebut, dan ternyata kotak tersebut berisikan kalung yang diberikan oleh Jae Jin.
“Dia bilang kalau kau tak suka kalung itu, ia harap kau akan tetap menyimpannya!” Seru Hyun Joong.
                                                                 ***
Zheng Shuang terus menangis dikamarnya hingga air matanya membanjiri pipinya.
Ia terus memegang foto kenang kenangannya bersama Jae Jin serta memegang foto Jae Jin bersama bass kesayangannya.
5 tahun kemudian
*In Seoul*
Pada sore hari Jae Jin sedang bermain bass kesayangannya di studio rumahnya.
Tiba tiba Minhwan dan Hyun Joong datang tanpa sepengetahuan Jae Jin.
‘Dssssttt’
‘Braakkk’
Minhwan tiba tiba memukul pipi Jae Jin hingga Jae Jin hidung dan mulutnya sedikit berdarah.
“Aissh, apa apaan kau tau tau datang memukul ku!” Sontak Jae Jin
“Mwo? Jangan seperti orang bodoh!! Tega sekali kau pada Zheng Shuang!!!!” Gerutu Minhwan.
“Tega? memangnya dia kenapa?’ Tanya Jae Jin seraya orang bodoh.
“Apa? kau tidak tau keadaannya dia sama sekali! Ya, kalau kau tau keadaannya kau pasti akan menangis sejadi jadinya!!! dan kau akan menyesal!!!” Ucap Minhwan jutek
                                                                         ***
“AAAAAA TI..DAAKK MUNGKINN!!~” Teriak Jae Jin
HuhHuh.. nafas Jae Jin terus berdenyut karena ia tak percaya apa yang dikatakan Minhwan.
“AAAAA” Jae Jin teriak, dan ternyata itu hanya mimpi.
“Hoaahhh, rupanya cuma mimpi, syukurlahhhh!~”
   Jae Jin duduk di kaca jendela rumahnya, ia terus kepikiran Zheng Shuang, karena ia takut terjadi apa apa dengan Zheng Shuang.
“Ya, Zheng Shuang bagaimana kabarmu? aku rindu denganmu!!!”
Tidak tau apa yang ada dipikiran Jae Jin tiba tiba ia lekas pergi sambil membawa tas besar, dan naik taksi menuju bandara.
Sesampainya di bandara ia membeli tiket pesawat menuju pulau new caledonia.
                                                             ***
Akhirnya Jae Jin pun sampai di pulau new caledonia. Dan kemudian ia pun-pergi ke hotel yang waktu itu ia huni bersama Zheng Shuang selama 2 tahun.
Saat sampai di gedung administrasi, Jae Jin bertanya kepada pelayannya waktu ia tinggal di hotel ini.
“Ya, kau Jae Jin kah?’ tanya pelayang tersebut.
“Iya, saya Lee Jae Jin! Saya mau tanya apakah wanita yang bernama Zheng Shuang masih tinggal dihotel ini?” tanya Jae Jin kelelahan.
“Oh Zheng Shuang, sekarang dia sudah tidak tinggal disini soalnya dia sakit parah waktu itu. Terus sekarang saya tidak tau bagaimana keadaannya!” Jelas sang pelayan.
“Mwo? Zheng Shuang sakit? terus sekarang dia ada dimana?” tanya Jae Jin penasaran.
“Kalo tidak salah sekarang dia tinggal di panti asuhan sekitar new caledonia!” balas pelayan itu
“Oh baiklah, terima kasih banyak. Aku tau dimana letak panti asuhan itu. Sekali lagi terima kasih banyak!” Ucap Jae Jin kemudian pergi meninggalkan hotel.
*Panti Asuhan*
“Permisi…” Sapa Jae Jin ramah
“Ya, ada yang bisa saya bantu?” tanya seorang wanita tua dengan suara lembut.
“Saya Lee Jae Jin, saya warga negara korea. Saya mau tanya apakah di panti ini ada wanita yang bernama Zheng Shuang?” Jawab Jae Jin.
“Oh Zheng Shuang iya disini memang ada wanita yang bernama Zheng Shuang. Tapi kau siapanya?” …
“Saya, saya kekasihnya. Boleh saya bertemu dengan dia?” …
“Oh boleh, mari saya antar” Ucap ibu itu.
Sesampainya di kamar Zheng Shuang Jae Jin benar benar sangat kaget karena, yeoja yang selama ini ia anggap selalu tegar,selalu ceria dan tidak takut apapun tiba tiba ia jatuh sakit yang hanya duduk disebuah kursi roda dengan keadaan diam tanpa berbicara.
“Zheng Shuang, apa kabar? aku merindukanmu sangat merindukanmu!~ Maafkan aku telah meninggalkanmu!” Ucap Jae Jin menyesal.
Zheng Shuang hanya diam dan tak berkata apapun.
“Zheng Shuang, kau baik baik sajakah? aku sangat merindukanmu!~” Ucap Jae Jin kembali sambil memeluk Zheng Shuang
“Aku menyesal Zheng Shuang!!!”
                                                                           ***
Jae Jin mengajak Zheng Shuang ke pinggir pantai, semoga ia bisa menikmati indahnya alunan air laut dengan udara sejuk yang dikelilingi lautan luas.
“Kau kangen pemandangan ini bukan?” Tanya Jae Jin tersenyum..
“Maafkan aku, aku sungguh minta maaf Zheng Shuang!!~”..
Jae Jin terus minta maaf kepada Zheng Shuang, karena ia merasa sangat bersalah pada Zheng Shuang.
“Aku janji, aku tidak akan meninggalkanmu lagi. dan apakah kau mau menikah denganku?” Tanya Jae Jin ragu…
Zheng Shuang hanya mengangguk, dan itu adalah bukti bahwa ia menerima permintaan Jae Jin.
Dan Jae Jin pun tersenyum senang kemudian merangkul Zheng Shuang.
-END-
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s