Story Of My Love On The Island Of “New Caledonia” PART II


Title : Story Of My Love On The Island Of “New Caledonia”
Maincast : Lee Jae Jin, Zheng Shuang, Bang Min Ah, Kim Hyun Joong,Choi Minhwan
Rating : PG
Backsound : FT. Island – The One
                                               *Mulai*
Zheng Shuang p.o.v
Selesai berbelanja dipasar terdekat di tempat pembelanjaan pulau new caledonia. Aku pun segera berjalan pulang dan ingin memasakan masakan yang spesial khusus untuk Jae Jin ku yakin dia pasti sangat lapar.
Aku pun membuka pintu dan…
Ya tuhan..apa yang aku lihat? ada seorang wanita yang memeluk Jae Jin dari belakang aku tidak kuat melihat semua itu.
Sebenarnya siapa wanita itu? mengapa dia begitu mesra dengan Jae Jin?
Kemudian Jae Jin pun sadar bahwa aku sedang melihat mereka berdua.
“Ya, Zheng Shuang!” Dia menatapku dengan suara pelan..

“Maaf, aku telah menganggu kalian..” Aku berkata dengan suara yang lemah.. kemudian aku pergi berlari meninggalkan mereka..
Sudah jauh dari hotel pun Jae Jin tidak muncul juga, berarti dia sudah tidak cinta padaku lagi. Dia benar benar jahat.
Tiba tiba hujan turun, beserta kilat besar yang menyambar. Aishh betapa takutnya aku, kemudian akupun mencari tempat teduh yang aman untukku.
Aku benar benar tak menyangka pada Jae Jin dia bilang dia akan selalu setia padaku, tapi nyatanya? dia malah selingkuh dibelakangku.
Jae Jin p.o.v
“Kau mau kemana Jae Jin?” Min Ah menarik tanganku dengan erat.
“Lepaskan aku yeoja bodoh!” Aku melepas tangannya kasar sehingga ia kesakitan..
“Yaa,, awhh, sakit sekali!” Dia mengeluh..
Aku menghiraukan kata katanya, kemudian aku meninggalkannya dan aku ingin mencari Zheng Shuang kasian dia..
Saat aku membuka pintu ternyata dia telah berada didepan pintu kamar hotelku dengan keadaan pakaian yang basah kuyup.
“Yaa, kau baik baik saja Zheng Shuang?”  Aku mendekap pundaknya, kemudian menyentuh pipi dan seluruh mukanya. OMO!!! Badannya panas sekali.. Tiba tiba ia tidak sadarkan diri, kemudian akupun memasukinya kekamarnya. Dan tak lupa akupun memanggil dokter.
Ternyata ia hanya kelelahan dan terlalu banyak pikiran.
Aku membuatkannya makanan, dan akupun menyuapkannya, tapi ia malah menolaknya dan ia tidak mau makan.
“Kau tidak mau makan?” aku memegang pipi kirinya lembut.
“Tidak..aku tidak lapar!” Jawabnya tanpa menoleh kearahku..
“Kau kenapa? kau marah padaku karena masalah tadi? Aku minta maaf!” Aku memegang kedua tangannya dan meminta maaf tulus padanya.
“Tidak perlu minta maaf…” Kemudian ia pergi dan menuju kamar mandi..
Ya, sepertinya dia marah padaku karena masalah tadi.
Aku menantinya dikamarnya, tetapi ia tak kunjung datang. Karena merasa seperti terjadi sesuatu padanya akupun keluar kamarnya dan aku lihat Min Ah sedang marah marah tak jelas, dan kulihat tangan Min Ah ingin menampar pipi mungil Zheng Shuang, tetapi belum sampai dipipi Zheng Shuang aku sudah menepis tangan Min Ah.
“Ya…Kau…” Dia merasa kesakitan karena aku mencengkram tangannya hingga ia kesakitan.
“Lepaskan aku..Jae Jin-Ah lepaskan aku..aww sakit…” Ia terus mengeluh..
Kemudian Zheng Shuang pergi dan masuk kemaranya…
Zheng Shuang p.o.v
Aku terbangun dari tidur malamku, aku bercermin dimeja riasku. Dan mataku sembab mungkin karena habis menangis kemarin. Semalam aku memimpikan Jae Jin, dia mendekapku dan memelukku erat. Tetapi kenyataannya ia beda sekali dengan mimpiku.
Aku membuka pintu kamarku dan ..
OMO!! Aku melihat Jae Jin dan Min Ah tidur di sofa berdua. Omo..Omo hatiku sangat sakit melihat semua itu.. dan aku tak menyangka bahwa Jae Jin akan melakukan itu padaku.
Tiba tiba Jae Jin terbangun dari tidurnya dan ia menatapku dan ia heran mengapa Min Ah ada disebelahnya.
“Ya, Zheng Shuang, ini tidak seperti yang kau bayangkan!” Ucapnya dengan gugup.
“Sudah, jangan bicara padaku lagi…” Aku menggerutu dan pergi meninggalkannya..
Aku berlari sekencang mungkin, agar Jae Jin tidak dapat mengejarku. Dan mana mungkin Jae Jin mengejarku, karena ia sudah tidak menyayangiku lagi.
Author p.o.v
Zheng Shuang pergi meninggalkan Jae Jin dan Min Ah, dan Jae Jin pun ingin mengejarnya tapi Min ah sudah mendekap tangannya erat sehingga Jae Jin tidak bisa pergi kemana mana, tetapi Jae Jin melepas dekapan Min Ah secara kasar sehingga Min Ah jatuh..
Tiba tiba Min Ah mengeluh kesakitan karena di kakinya banyak darah yang keluar dari perut.
Apakah Min Ah keguguran? tetapi Jae Jin tidak memperdulikan Min Ah ia justru pergi mencari Zheng Shuang. Saat Jae Jin ingin mengejar Zheng Shuang, tiba tiba kedua teman Jae Jin, Hyun Joong dan Minhwan datang, dan ia kaget melihat Min Ah yang sedang terbujur kaku di atas sofa.
Kemudian ia membawa Min Ah kerumah sakit.
*Hospital
Sekarang Min Ah sedang berada di ruang UGD, Minhwan dan Hyun Joong takut terjadi sesuatu pada Min Ah.
Kemudian Hyun Joong menghubungi Jae Jin.
“Yaa,, Yeoboseyo! Kau Lee Jae Jin kah?” tanya Minhwan panik.
“Yaa, aku Jae Jin.Kau Hyun Joong kah?” Dia menjawab telepon Hyun Joong dengan tergesa gesa.
“Benar, aku Hyun Joong, ayolah Lee Jae Jin segeralah pergi ke rumah sakit, Bang Min Ah…” Hyun Joong ingin mengatakan ini tapi gugup.
“Mworago? apa yang terjadi padanya?” dia bertanya santai.
“Sepertinya Bang Min Ah keguguran..” Hyun Joong menjawabnya dengan gugup.
“MWO! Itu tidak mungkin..” Jae Jin teriak tidak yakin.
“Kau tidak percaya…Sudah kubilang cepat datang kesini…!!!” Hyun Joong teriak kemudian menutup teleponnya.
Tak beberapa lama kemudian Jae Jin datang dengan nafas yang tak karuan..
“Bagaimana keadaan Min Ah?” tanya Jae Jin kehabisan nafas karena habis berlari.
“Aku tidak tau..” Jawab Minhwan simple.
Dan kemudian dokter datang dengan wajah yang murung..
“Bagaimana dok? apakah dia keguguran?” tanya Hyun Joong.
“Aah, tidak. Cuma ada satu hal yang pastinya membuat kalian kaget, tetapi sebelumnya saya mau bertanya, diantara kalian bertiga ini ayah kandung dari anak itu siapa?” tanya dokter tersebut yang membuat mereka bertiga kaget.
“Hmm..akulah ayah dari anak tersebut..” Jae Jin mengakuinya sambil menunduk..
“OMO!!!!” Teriak Hyun Joong dan Minhwan.
“Yaa,, nanti akan ku ceritakan ke kalian berdua!” Kata Jae Jin kepada Hyun Joong dan Minhwan.
“Benarkah kau ayah dari anak tersebut? baiklah kalau begitu, ayo ikut saya ke ruang praktek umum, ada yang saya ingin bicarakan padamu!” Jelas dokter sambil menepuk pundak Jae Jin..
“Bailah dok..Ya..kalian berdua tunggu disini..nanti akan kuceritakan setelah aku kembali dari ruang praktek umum. Okey?” Kata Jae Jin, lalu meninggalkan Minhwan dan Hyun Joong.
*Diruang Praktek Umum
“Silahkan duduk..” Kata dokter menyilahkan Jae Jin untuk duduk dihadapannya.
“Jadi begini, Min Ah tidak mengalami keguguran saat ini..tapi..” belum sempat dokter berbicara Jae Jin sudah memotong pembicaraan dokter tersebut..
“Tapi apa dok? dia mengalami apa kalau bukan keguguran?” Kata Jae Jin.
“Dia mengalami pendarahan yang cukup parah, pada dirinya tetapi keadaan bayi tersebut baik baik saja, tapi justru keadaan Min Ah lah yang parah saat ini” Ucap Dokter menunduk.Apaaa?” Gumam Jae Jin.
‘Yaaa…mungkin hanya sekitar 2 atau 1 minggu lagi Min Ah bisa hidup di dunia ini” Kata dokter sambil merangkul Jae Jin
“OMO????????????????????????” Teriak Jae Jin.
Setelah diperbolehkan keluar dari ruang praktek umum, hati Jae Jin bertegup kencang karena dokter berkata bahwa sekitar 2 atau 1 minggu lagi Min Ah bisa hidup di dunia ini.
Kemudian Jae Jin pergi menghampiri Hyun Joong dan Minhwan yang menunggu lama di ruang tunggu.
“Akhirnya kau datang juga…” Ucap Minhwan..
“Ya, Lee Jae Jin-ah bagaimana keadaan Min Ah?” tanya Hyun Joong.
Kemudian Jae Jin menceritakan semua yang terjadi pada Min Ah. Hyun Joong dan Minhwan pun sempat kaget, namun ia lebih kaget setelah mendengar bahwa Jae Jin benar benar ayah kandung dari anak yang di kandung Min Ah saat ini.
“Yaa, lee jae jin tak , kusangka kau pernah melakukan hal itu pada Min Ah hingga membuatnya hamil” Ucap Minhwan kaget..
“Dan, untung saja kau ingin bertanggung jawab dengan semua ini…” Kata Hyun Joong sambil menepuk pipi kanan Jae Jin.
“Hmm..” Jae Jin hanya menggembungkan mulutnya…
                                                       ***
Mereka bertiga tertidur di kamar tunggu, karena mereka takut terjadi sesuatu pada Min Ah, tetapi tiba tiba Jae Jin bermimpi buruk tentang Zheng Shuang saat tidur..
“Aissshh…Hhh Jangan pergi Zheng Shuang…aku mencintaimuu..aaahhh..” teriak Jae Jin dalam mimpinya.
“Zheng Shuang? siapa dia?” Ucap Minhwan dan Hyun Joong.
Kemudian Jae Jin terbangun dari mimpinya, karena mimpinya itu amat sangat buruk.
“Yaa,, Jae Jin-ah..Zheng Shuang itu siapa?” tanya Hyun Joong.
“Dia..dia i..itt..uu ..Dia yeojachinguku!” Ucap Jae Jin gugup.
“Mworago? rupanya kau punya yeojachingu lagi..wah bagaimana wajahnya cantik atau tidak?” Ledek Minhwan.
“Ahh..sudah diam kalian berdua, dia sedang marah kali ini karena ia melihat aku sedang tidur di sofa berdua dengan Min Ah..” Jelas Jae Jin cemberut..
“Ckckck kasihan sekali dirimu Lee Jae Jin, sini mau aku bantu untuk bertemu dengannya?” Ujar Minhwan.
“Mwo? kau serius? memangnya kau sudah tau orangnya? Ckck” Gerutu Jae Jin.
“Ya belum sih, tapi cepat sini berikan fotonya padaku. Nanti akan aku cari..” Kata Minhwan.
“Benarkah? Yaa…Gomawo Choi Minhwan…” Teriak Jae Jin senang..
” Ini dia fotonya..cantik bukan?” Ucap Jae Jin sambil memberikan foto Zheng Shuang kepada Minhwan.
                               
“Yaa,, dia benar benar cantik!” Kata Hyun Joong dan Minhwan.
“Baiklah aku pergi dulu…” Ucap Minhwan
Selama diperjalanan Minhwan terus memfokuskan jalan sambil memandang foto Zheng Shuang, siapa tau saja dijalan ia tak sengaja bertemu Zheng Shuang.
                                                       ***
Sudah seharian Minhwan mencari Zheng Shuang tapi tidak ketemu, dan akhirnya Minhwan memutuskan untuk kembali kerumah sakit.
Saat dirumah sakit, Minhwan hanya bertemu dengan Hyun Joong duduk sendiri diruang tunggu.
“Ya, lama sekali kau!” Ucap Hyun Joong sambil menjtak pelan kepala Minhwan.
“Sedari tadi aku mencari Zheng Shuang tapi tidak ketemu…!”
“Yaa, dimana Jae Jin?” tanya Minhwan heran.
“Aku tidak tau”.. Ujar Hyun Joong.
*Hotel New Caledonia*
Hyun Joong dan Minhwan bertujuan untuk pergi saja ke hotel Jae Jin. Tetapi, saat mereka ingin sampai di depan hotel Jae Jin tiba tiba mereka melihat Jae Jin seperti sedang mabuk berat dengan jalan sempoyongan, kemudian merekapun menggendong Jae Jin ke kamar.
“Yaa, kau mabuk berat Lee Jae Jin!” Gerutu Hyun Joong.
                                                          ***
Kemudian, Jae Jin terbangun dari tidurnya dengan keadaan kepala yang sangat pusing, kemudian ia mandi, lalu pergi untuk mencari Zheng Shuang.
Zheng Shuang p.o.v
Aku berjalan melangkahkan kakiku pelan pelan, aku senang, karena aku telah diterima disebuah Akademi, yang mungkin itu hanyalah akademi biasa. Tetapi aku senang bisa masuk akademi itu.
Saat aku berhenti melangkah sebentar tiba tiba aku melihat seorang pria yang sangat aku kenali, yaitu Jae Jin. Aku menangis melihatnya menguunakan pakaian berwarna cokelat sambil mengendarai sepeda motor. Lee Jae Jin, sudah lama kita tidak bertemu!
Jae Jin apakabar? sebenarnya aku rindu padamu tapi entahlah…
sekarang aku sudah hidup mandiri tanpa bantuan Jae Jin.
Aku sudah mengontrak disebuah rumah yang tidak terlalu mahal tetapi tempatnya nyaman dihuni.
                                                 ***
Hari ini adalah hari pertamaku masuk ke akademi tersebut, disana aku memiliki teman baru serta guru baru.
Pelajaran pertama adalah pelajaran biologi, dan aku mendapat tugas untuk browsing di internet tetapi karena aku tidak pernah bermain laptop aku agak sedikit norak bermain laptop.
“Hey, anak baru, kau ini norak sekali sih, main laptop saja tidak bisa..dasar bodoh!” Ledek salah satu temanku.
Aku hanya diam mendengar kata kata pedas dari teman baruku.
Bel istirahat berbunyi aku pergi ke kantin untuk melihat lihat makanan yang ada dikantin tetapi, apadaya harga makanan itu sangatlah mahal aku tidak dapat membelinya.
Kemudian aku duduk disalah satu tempat duduk dikantin, aku membuka komik kesayanganku tiba tiba didalam komik milikku itu terdapat foto Jae Jin, Yaa, aku rindu padanya, kapan kita seperti dulu lagi.
Jam pelajaran kedua adalah pelajaran agama, aku dan teman temanku segera pergi ke tempat ibadah. Disana aku meneteskan air mataku, tak kuasa mengingat kenangan terindahku bersama orang tuaku disaat masih kecil, dan aku juga menangis mengingat kenangan terindah bersama Jae Jin.
Sekarang waktunya pulang sekolah, aku bertujuan untuk mencari pekerjaan paruh waktu untuk menghidupi diriku sendiri.
Aku berjalan menuju jalan yang begitu banyak pria, sebenarnya aku takut, kemudian aku bertanya kepada sesorang yang sedang duduk disebuah tempat duduk didepan club malam.
“Permisi, saya Zheng Shuang, bolehkah saya bertanya sesuatu?” Ucapku lembut.
“Ya, tanya apa?” Balas lelaki tersebut.
“Apakah disekitar sini ada yang membuka lowongan kerja?” tanyaku sambil duduk disamping lelaki tersebut.
“Yah benar, kebetulan saya pemilik club malam ini, apakah kau mau bekerja sebagai wanita penghibur di club ini?”
Aku berpikir sejenak, aku tau kalau bekerja sebagai wanita penghibur bukanlah pekerjaan yang halal, tapi apa yang harus kuperbuat, karena aku harus bekerja keras untuk menghidupi diriku.
2 menit kemudian aku menjawab tawaran dari lelaki tersebut dan aku menyetujuinya.
Dia senang dan ia mengajakku ke club malam dan aku dibawa keruang rias, untuk di make up secantik cantiknya.
Pakaian yang kukenakan benar benar sangat minim aku sedikit malu , karena aku tak biasa memakai pakaian seperti itu.
*Pukul 7 Malam*
Sekarang sudah pukul 7 malam, suasana di club malam sudah cukup ramai, aku segera masuk ke club dan menggoda para pengunjung yang datang, benar benar sulit bekerja seperti ini. Tetapi, yang membuat aku kaget adalah ketika ada satu orang pengunjung club malam yang benar benar aku kenali. Dia Lee Jae Jin. Mengapa dia datang ke club ini lalu ia minum 3 botol soju, Omona banyak sekali.
Kemudian Jae Jin duduk disebuah kursi dengan seorang wanita yang pakaiannya minim.
Dia mabuk, aku melihatnya Jae Jin mencium wanita tersebut. Astaga, hatiku benar benar tak kuat melihat semua itu, untung saja dia tidak melihatku disini.
Aku memutuskan untuk pergi dari club ini. Dan aku pergi ke taman bermain yang amat sangat sepi.
Hatiku sakit, aku menangis kencang menitikkan air mataku, melihat kelakuan Jae Jin tadi.
Aku duduk di ayunan sendiri sambil menangis. Tiba tiba ada seseorang yang memanggil namaku , aku tak tau siapa dia.
“Apakah kau Zheng Shuang?” Ucap seorang lelaki yang sama sekali aku tak kenal suaranya.
Dia menghampiriku dan duduk di ayunan sebelahku.
“Ya, kau siapa?” Aku menjawab dengan nada lemah.
“Hm… namaku Choi Minhwan..” Dia memperkenalkan dirinya dengan tersenyum kepadaku.
“Choi Minhwan?” Aku bingung setengah mati, karena seingatku aku tak punya teman bernama Choi Minhwan.
“Kau pasti bingung aku ini siapa, Aku teman Lee Jae Jin! Kau kenal Lee Jae Jin?” Tanya Minhwan yang membuatku diam tak dapat berbicara.
“Ya, aku kenal. Memangnya kenapa?” aku membalasnya dengan gugup.
“Akhir akhir ini Jae Jin jalan pulang ke hotelnya, dia juga jarang bermain denganku, dia juga sering marah dan mabuk mabukan. Entah apa yang merasuki tubuhnya itu, yang pasti aku yakin jika kau kembali tinggal bersamanya dia pasti akan berubuah menjadi Jae Jin yang seperti dulu. Kumohon Zheng Shuang tolong kembalilah tinggal bersama Jae Jin agar dia berubah!” Minhwan jongkok mengahadapku sambil memohon kepadaku.
“Apa? apakah dia separah itu…” Aku sedih mendengarnya , tapi aku tidak bisa tinggal bersamanya lagi karena dia telah menyakiti hatiku.
“Aku tau, dia pernah menyakiti hatimu, tetapi kumohon kembalilah demi Jae Jin!” Dia terus memohon padaku agar aku kembali tinggal bersama Jae Jin.
“Tapi..aku tidak bisa..Choi Minhwan , maafkan aku!” Kataku lalu meninggalkan Minhwan sendiri di taman.
                              ***
 Ini adalah hari keduaku pergi keakademi, aku pergi keliling akademi untuk melepas kesedihan, saat tengah aku berjalan, aku dijegat oleh salah satu murid akademi.
“Hei, pelacur, tidak pantas kau sekolah disini!” Ucapnya yang membuatku sakit hati.
“Kau hanya pelacur dan seorang penghibur untuk apa kau sekolah disini, pergi sana!!!!” Dia mengusirku, astaga mengapa dia sejahat itu padaku, aku tau aku adalah seorang wanita penghibur tapi, mengapa dia tidak memakluminya bahwa aku orang yang tidak mampu.
Saat pulang sekolah, aku dipanggil oleh seorang murid akademi, dan sepertinya dia orang yang baik.
“Ya, Zheng Shuang, ini kupinjamkan untukmu!” Katanya sambil memberikan sebuah laptop kepadaku.
“Ah..tidak usah!” Aku emnolaknya ramah.
“Tidak apaapa, kudengar kau tidak bisa main laptop kan? ini aku pinjamkan untukmu.” Dia memaksa ku untuk memakai laptop miliknya.
“Hmm..benar kau ingin meminjamkan laptop ini untukku?” Tanyaku tak yakin.
“Ya…” Jawabnya simpel.
“Terimakasih” Jawabku senang.
                                         ***
Sekarang aku sedang belajar bagaimana caranya browsing internet dengan laptop awalnya menurutku suli tapi ternyata tidak. Justru, browsing internet itu malahan seru.
Karena besok hari libur aku akan terus belajar browsing internet hingga pandai.
                                         ***
Pagi ini, aku sedang ingin lari pagi agar badanku sehat, tetapi sesampai ditaman aku bertemu Minhwan lagi.
“Kau lagi? mau apa kau disini?’ aku bertanya tanpa menoleh kearahnya..
“Kumohon, Zheng Shuang kembalilah pada Jae Jin, kasihan dia, dari kemarin malam dia belum pulang apa kau setega itu padanya?” Minhwan menarik tanganku dan memohon agar aku kembali kepada Jae Jin.
“Sudah ku bilang..ak..” Belum selesai berbicara tiba tiba handphone milik Minhwan berbunyi.
“Ya, yeoboseyo?” Kata Minhwan
“Choi Minhwan..cepat pergi kerumah sakit…cepat!!!!” Hyun Joong menelpon Minhwan dengan suara yang terputus dan teriak.
“Wae?Wae? memangnya ada apaaa???” Minhwan berteriak hingga suara itu terdengar oleh Hyun Joong.
“Jae Jin, Lee Jae Jin kecelakaan…!!!” Balas Hyun Joong lantang..
“MWO???? Baiklah aku akan segera kesana…” Minhwan langsung menutup telfonnya dan menarikku paksa.
“Ya, apa yang kau lakukan? lepaskan !!!!” Aku menggerutu dan ingin melepaskan dekapan Minhwan.
“Ayo ikut aku, Kita harus kerumah sakit sekarang!!!” Kata Minhwan..
“Apa? memangnya ada apa?” Balasku.
“Ya, Lee Jae Jin kecelakaan pabo!!!!” Minhwan menjawabnya dengan lantang.
Hadphoneku terjatuh, aku tidak yakin bahwaJae Jin kecelakaan, kira kira sekarang bagaimana kabarnya?…Hufft.
Sesampainya dirumah sakit aku bertemu dengan teman Jae Jin yaitu Hyun Joong.
“Ya, bagaimana keadaan Jae Jin?” Tanya Minhwan panik
“Aku tidak tahu, karena dia masih diperiksa dokter!” Jelas Hyun Joong.
Tidak beberapa lama kemudian Jae Jin pun sadar.
“Ya, Lee Jae Jin, akhirnya kau sadar!” Ucap Hyun Joong.
“Hh..dimana ..aakk..kuu” Kata Jae Jin sambil memegang kepalanya.
“Kau dirumah sakit!” Kataku sambil mengenlu pipi kanan Jae Jin.
“Ya, Zheng Shuang? Kau ada disini? aku rindu denganmu! sangat sangat rindu!” Kemudian Jae Jin memelukku sambil menitikkan air matanya.
“Maafkan aku Jae Jin kalau selama ini aku telah menyakitimu. Aku janji tidak akan meninggalkanmu lagi!” Ujarku dan memeluk Jae Jin erat.
Tiba tiba ada seorang yeoja yang datang ke kamar Jae Jin tak lain adalah Min Ah. Aku sangat kaget mengapa ia memakai baju rumah sakit dan wajahnya sangat pucat. Dan perutnya pun semakin membesar.
“Jae Jin, kau sudah sadarkah?’ Tanya Min Ah lemah.
“Ya, Bang Min Ah! Kau sudah sadar?” Jae Jin kaget melihat Min Ah datang ke kamarnya.
“Ne Jae Jin. Dan kau Zheng Shuang, aku minta maaf atas perlakuanku saat ini. Dan semoga kalian berdua bahagia!” Stop, maksud Min Ah apa? kata katanya benar benar menyedihkan, sebenarnya apa yang terjadi pada dirinya?
Entah kenapa tiba tiba Min Ah teriak dan meiminta tolong pada dokter..
“Tolong…Dok..ter…tolong perutku sakit…!!!” Min Ah terus teriak hingga suasanya menjadi ramai.
Dan akhirnya dokter pun datang sambil membawa Min Ah ke ruang ICCU. OMO~
Sebenarnya apa yang terjadi pada Min Ah? aku benar ebnar penasaran.
Setengah Jam kemudian dokter datang dengan raut wajah yang sedih…
“Bagaimana dokter?” Tanya Jae Jin lemas.
“Dia, sudah melahirkan anak perempuan! Tapi…” Ucap Dokter ragu ragu.
“Heuhh.. tapi apa dok?” Kataku penasaran..
“Ya, tapi apa dok?” Keluh Jae Jin.
Hatiku bertanya tanya, sebenarnya ada apa dengan Min Ah, mengapa kondisinya begitu parah, dan aku juga senang karena Min Ah akan menjadi seorang ibu dfan memiliki anak perempuan. Tetapi, mengapa raut wajah dokter begitu memelas ketika selesai memeriksa Min Ah.
Sebenarnya bagaimana keadaan Min Ah?
To Be Continued..
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s