Story Of My Love On The Island Of “New Caledonia (Part 1)


Farah a.k.a Choi Soo Jung

Maincast : Lee Jae Jin (FT Island) , Zheng Shuang (Aktris China) , Bang Min Ah (Girls Day)
Rating : PG
Backsound : SNSD – Kissing You
                                                  *Mulai*
Jae Jin p.o.v
Aku Lee Jae Jin. Aku biasa dipanggil Jae Jin. Siang ini aku akan pergi berlibur ke pulau New Caledonia selama 4 minggu. Cukup lama aku berlibur disana, kata ibuku pemandangan disana benar benar sangat indah. Mungkin aku akan sedikit menyesal jika aku tidak mengambil selca di pulau itu. Pulau itu amat amat luas, maka itu keluargaku menyuruhku hati hati.
Aku berlibur sendiri di pulau new caledonia, karena kedua orang tuaku sibuk dengan urusannya masing masing. Maka itu daripada aku hanya berdiam diri dirumah lebih baik aku pergi refreshing ke pulau caledonia. Sekarang aku sedang berada di Bandar udara  Incheon, Korea Selatan. Di Bandara ini aku hanya diantar oleh supirku. Rasanya sedih tidak diantar oleh kedua orang tuaku, tapi yaa mau diapakan lagi mereka sedang sibuk.
Pesawat terbang menuju pulau new caledonia telah tiba, aku segera memasuki pesawat itu dan pergi meninggalkan Seoul untuk 4 minggu saja.

                    ***
Tanpa sadar ternyata aku sudah sampai di bandara new caledonia, aku tertidur di pesawat, setelah terbangun aku melihat pemandangan yang sungguh indah. “Waow” Gumamku…
Aku segera turun dari pesawat, dan …
Kyaa udara serta pemandangannya begitu luar biasa. Aku tidak menyesal berlibur disini, dan sepertinya aku juga akan betah disini.
Aku segera pergi ke hotel, dan memesan kamar yang nyaman dan enak.
Aku pun sudah selesai memesan kamar, kemudian akupun diantar oleh pelayan hotelnya menuju kamarku. OMO… kamar dengan pemandangan yang bagus. Kamar hotelku berada diluar dan benar benar tampak terlihat pemandangan yang indah di depan mataku.
“Gomawo…” Ucapku kepada pelayan hotel tersebut.
“Ne Cheonma, tuan. Selamat beristirahat” Balasnya hormat.
Aku segera masuk ke kamar hotelku, dan melihat lihat ruangannya sebentar.
Ruangannya nyaman sekali.. aku benar benar betah disini. Kamar tidurku juga begitu nyaman dengan dikelilingi oleh bunga bunga yang sangat wangi.
Setelah melihat lihat ruangan di kamar hotelku, aku pun segera ganti baju dan jalan jalan di sekitaran pulau new caledonia.
Tidak lupa aku membawa bass, bass adalah alat musik favoriteku, tidak lupa aku membawanya berlibur.
Aku pun mencari tempat yang nyaman untuk bermain bass.
Hmm… aku sampai di pinggir pantai dengan suasana yang indah. Sepertinya main bass disini sangat baik, lebih baik aku main bass disini saja.. Tapi… *Kyaaaaa OMO!!!
Aku melihat tubuh seorang yeoja yang sudah terbujuk kaku di pinggiran pantai dengan pakaiannya yang agak sobek dan basah. Apakah dia sudah mati? Ahh.. bodoh sekali aku, sebaiknya aku tolong saja dia…
Aku menggendongnya ke pinggiran pantai. Dan aku memberinya nafas buatan, dan tak beberapa lama kemudian dia akhirnya sadar juga.
“Ya, siapa kau?” tanyanya ketakutan..
“Ya, aku Lee Jae Jin. Kau siapa?” tanyaku balik.
“A..Aku Zheng Shuang, dimana aku?” Balasnya sedikit gugup. mungkin karena dia kedinginan.
“Zheng Shuang? Berarti kau adalah seorang warga negara China? Kau sedang berada di pulau new caledonia, untung saja kau baik baik saja ku kira kau lupa ingatan! hehehe” Ledekku.
“Iyaa, aku memang warga negara China. Hoaam, aihh, keningku sakit sekali. Sepertinya aku terbentur batu tadi” Gerutunya kesakitan.
“He Eh, lebih baik kau ikut aku pulang ke kamar hotelku saja! apakau mau/ kalau tidak mau juga tidak apaapa, aku merasa tidak tega melihatmu!” Aku beranjak pergi meninggalkan Shuang sendiri.
“Hei, Pria bodoh, tunggu aku! aku ingin ikut dengamu…” Ia berlari mengejarku dan tiba tiba dia terjatuh tersandung karang yang berada di pinggir pantai, dan kulihat luka dikakinya semakin membesar akibat karang tersebut.
“Aw…sakit sekali…~” Keluhnya…
“Hmmm…dasar bodoh.. ayo cepat” aku menggendongnya. Karena sepertinya darah yang berada dikakinya akan mengalir terus aku kasihan padanya.
Sesampainya di kamar hotel, aku membuka pintu lalu membaringkannya di kasur.
“Sebenarnya kenapa kau bisa hanyut di laut?” Tanyaku penasaran.
“Euhh… ak..ak..” Ia menjawabnya gugup.. sepertinya ia juga sedang mengingat ingat kembali sebenarnya kenapa dia bisa hanyut dilaut.
“OMO!!” Ia teriak, dan membuatku sangat kaget.
“Kau…kenapa?” Gumamku.
“Huhuhu..huhu” Ia menangis.
Tiba tiba ia menangis kencang. Entah apa penyebabnya, tetapi aku heran kenapa ia spontan langsung menangis setelah berfikir. Merasa kasihan padanya akupun menyandarkan kepalanya di bahuku sambil mengelus rambut dan air matanya.
“Sudah jangan menangis.. sebenarnya ada apa?” tanyaku lembut.
“Sekarang aku baru sadar mengapa aku bisa hanyut dilaut!” Jawabnya lemah…
“Mwo? memangnya kenapa?” Ucapku sambil mendekapnya.
“Tadi pagi..aku dan keluargaku ingin berlibur ke Los Angeles, tiba tiba angin bertiup kencang..sehingga pesawat yang kutumpangi terjatuh kelaut. Dan aku sedih bagaimana keadaan keluargaku sekarang~” Katanya dengan nada tangisannya.
Aku sungguh tidak tega mendengar ceritanya, ia benar benar ingin bertemu keluarganya yang hilang.
Sungguh aku tidak sanggup jika menjadi dirinya.
“Baiklah, sementara kau bisa tinggal disini dulu bersamaku!” Tawarku.
“Hah? kau serius?’ Tanyanya kaget.
“Ya, biar nanti kau tidur diruang ini aku dikamar yang satu lagi. Kau mau?”
“Hh… yaa aku mau..” Jawabnya sambil tersenyum..
“Nah, gitu dong.. kau benar benar sangat terlihat cantik jika tersenyum!” Ucapku…
Zheng Shuang p.o.v
“Nah, gitu dong.. kau benar benar sangat terlihat cantik jika tersenyum!” Ucapnya…
Aish..apa yang dia bilang? aku cantik jika tersenyum..Oh Tuhan tak kusangka dia berkata seperti itu.
Tiba tiba dia melemparkan sepasang baju dan celana dan ia memberikannya kepadaku.
“Cepat mandi..dan pakailah bajuku itu…” Ucapnya.
Akupun mengikuti perintahnya. Kemudian setelah aku selesai mandi, Jae Jin menarikku keluar kamar, aku tidak tau ia ingin pergi kemana, padahal diluar gerimis.
“Ya, kau mau mengajakku kemana? diluar hujan bodoh!” Gerutuku..
“Sudah diam..ikut aku saja!” Balasnya jutek.
Ketika sampai tujuan, ternyata dia mengajakku ke sebuah butik. Entah apa yang ingin ia lakukan di butik ini.
“Hey, mau apa kita butik?” Tanyaku.
“Cepat pilih baju yang kau mau!” Perintahnya
“Hah? ani..aku tidak mau!” Gerutuku kesal..
“Sudah cepat, besok pagi kau mau pake baju apa bodoh?” Ucapnya yang membuat aku kesal.
Kemudian akupun berfikir, ternyata benar juga ya apa yang dikatakan dia, besok pagi aku harus pake baju apa. Hmmm baiklah aku terima saja tawarannya .
“Baiklah…” Balasku pelan.
Aku memilih milih baju yang bagus tetapi harganya murah, karena aku takut merepotkan Jae Jin.
Setelah selesai membeli baju, kami berdua pun meneduh sebentar disebuah warung makan yang tidak terlalu besar.
Hujannya benar benar deras, sehingga membuat baju kami berdua basah.
Tiba tiba kilatpun menyambar dan membuat kami kaget. Dann.. entah apa yang dilakukan Jae Jin dia memelukku dan mendekapku erat..sehingga membuat tubuhku hangat.
“Hhhmmpp.. maafkan aku!” Ucapnya malu malu..
Hujanpun berhenti kami berdua pun jalan berpisah karena kami malu dengan kejadian tadi.
Jae Jin tidak menoleh kearahku dan tidak berbicara denganku, suasana benar benar hampa.
Sesampainya dirumah Jae Jin langsung tiduran disofa sambil menggembungkan kedua pipinya.
Aku terdiam melihatnya ternyata dia itu sangat tampan.
Akupun pergi meninggalkan dia , dan tiba tiba dia memanggil namaku.
“Zheng Shuang…” Ucap Jae Jin pelan
“Ya?” balasku singkat..
“Bisa tolong ambilkan aku secangkir air putih?” Katanya dengan malu malu..
“Ya, baiklah. Tunggu sebentar..” Gumamku..
Kemudian aku memberikan secangkir air putih itu kepada Jae Jin.
 Aku mengulurkan tanganku sambil membawa secangkir air putih dengan malu malu..
“Terimakasih..” Ucapnya lembut…
“Samasama” Balasku..
“Ayo cepat mandi bajumu sudah basah, biar nanti gantian mandinya abis kau lalu aku. Dan jangan lupa pakai baju pemberianku tadi!” Katanya sambil meletakkan cangkirnya ke meja.
“Ya..” Balasku singkat.
                                                              ***
Sekarang pukul tujuh malam, aku keluar kamar dan menuju dapur. Dan kulihat Jae Jin sedang masak nasi goreng, dan baunya sangat lezat.
“Hmm..lezat sekali baunya…” Ucapku.
“Ya, aku memasakkan nasi goreng untuk kita berdua.” Katanya sambil memberikan sepiring nasi goreng lezat kepadaku.
“Terimakasih..” Dia baik sekali padaku, karena dia sudah banyak menolongku akupun hanya bisa membalasnya dengan mencium keningnya.
“Ya, kenapa kau mencium keningkuku?” Ucapnya heran.
“Memangnya kenapa? aku kan hanya ingin berterima kasih saja padamu!” Balasku sehingga membuatnya diam.
“Oh..begitu…” Ucapnya pelan.
                                                                  ***
Keesokan harinya aku pergi ke kamar Jae Jin, setelah kulihat ternyata Jae Jin belum bangun.
kemudian aku pun membangunkannya.
                                                                   ***
Aku sudah membuatkan KIMCHI khusus untuk Jae Jin karena kemarin ia sudah membuatkan nasi goreng untukku.
“Ya, Jae Jin ayo ikut aku!” Aku menarik tangan Jae Jin menuju keluar dan pergi ke pinggir pantai.
“Ada apa? mengapa kau mengajakku kesini?” wajahnya masih sedikit ngantuk, dan ia sedikit kebingungan.
“Tara….” aku membuka taplak yang menutupi KIMCHI ini, dan melihat wajah Jae Jin yang begitu bahagia.
“Waw…KIMCHI!!” Ia tersenyum kagum dan menatapku.
“Iya, aku sengaja membikin KIMCHI ini khusus untukmu!” Ucapku.
“Hmm..terimakasih banyak, tapi ngomong ngomong kau tau KIMCHI darimana? kau kan warga negara china?” Gumamnya.
“Hmm..aku tau KIMCHI dari kedua orang tuaku, karena orang tuaku suka sekali masakan tradisional korea!” Jelasku.
“Oh..” katanya sambil mencoba KIMCHI buatanku.
“Bagaimana rasanya?’ tanyaku dengan wajah takut.
“Hmm enak sekali..” Katanya dengan wajah ceria.
Selesai makan, Jae Jin mengambil bass miliknya dan ia memainkan bass nya seindah matahari terbit.
Tiba tiba ia menawarkanku untuk belajar bermain bass, jelas aku tidak menolaknya karena aku ingin bisa bermain bass seperti dirinya.
Dia mengajariku dengan penuh kelembutan, dan ia menatapku manis. Aissh, wajahnya tampan sekali.
Jae Jin p.o.v
OMO!! mimpi apa aku hari ini bisa mengajarinya bermain gitar dengan berhadapan wajah yang sangat dekat. OMO, dia benar benar cantik sekali. Aku menyukainya.
Ketika suasana sedang hampa dengan suara bass kami, tiba tiba tangan Zheng Shuang berdarah, sepertinya ia terkena senar bass.
“Aw,, sakit” keluhnya
Melihat dirinya seperti itu membuatku semakin mencintainya ia terlihat sangat cantik jika sedang sedih, dan entah dapat keberanian darimana aku berani menciumnya.
‘cup’
Darah terus mengalir di jari telunjuknya, tanpa jijik akupun menghisap darahnya agar tidak keluar lagi.
“Sudah baikan bukan?” Tanyaku padanya…
“Hmm..” Dia hanya menggumam.
Kemudian aku menarik tangannya dan mengajaknya naik sepeda, aku membocengnya naik sepeda agar dia senang.
“Ya, pelan pelan bodoh!” Gerutunya.
Aku sengaja mengendarai sepeda ini dengan cepat agar ia mendekapku erat.
Karena dia terus mengerutu aku pun sampai kehilangan kendali dan tanpa sengaja aku menabrak pohon dan kami berdua pun jatuh.
“Issh, sudah kubilang jangan mengendarai sepedanya cepat cepat, karena nanti akan jatuh!” Ia terus menggerutu.
“Bukankah kau gadis yang kuat?” ejekku.
Dia memajukan bibir imutnya itu, OMO dia benar benar cantik.
“Saranghae…” Aku berbisik dikupingnya lalu mencium pipi kanannya..
“What?” Dia seperti orang yang kebingungan..
“Aku mencintaimu!” Aku berbisik kembali di telinganya..
“Hufft..” dia menggembungkan kedua pipinya, dia lucu sekali.
“Mau kah kau menjadi pacarku?” aku menatapnya hingga membuat ia malu.
1 menit 2menit…3menit..
dia belum juga menjawab pertanyaanku, dan akhirnya..
“Ya, aku .. aku ingin menjadi pacarmu!” Dia membalas dengan malu malu..
“Gomawo chagiya…” Aku mengelus rambutnya pelan.
                                                ***
Keesokan harinya Zheng Shuang sedang tidak ada dikamar hotel karena ia sedang pergi ke sebuah pasar untuk memasak. Tiba tiba ada sesorang yang mengetuk pintu kamar hotel ini, Omo!! cepat sekali ia pulang.
“Ya, Zheng Shuang..cepat sekali kau…” Omonganku langsung terputus ternyata bukan Zheng Shuang lah yang mengetuk pintunya, tetapi Min Ah. Dia adalah mantan yeojachinguku.
“Kau…” Aku terbata bata setelah melihatnya berdiri di hadapanku..
“Ya, apakabarmu? baik baik sajakah?” Dia menyapaku dengan keadaan perut yang besar
Sebenarnya ada apa dengan dia?
“Baik, ayo silahkan masuk!” Aku menyuruhnya masuk kedalam .
“Jae Jin-Ah lihat ini, ini adalah anak kita berdua..” Dia memelukku erat dengan senyumnya.
“MWO???” Aku teriak kencang. Apa yang dia katakan? ini anak aku dengannya, sungguh aku rasa aku tidak pernah menghamilinya..
“Pergi kau.. jangan dekati aku pergi sana” aku mendorongnya untuk pergi dari kamar hotelku..
“Teganya kau mengusir calon istrimu dan buah hatimu!” Dia membentakku dan mengeluarkan air matanya.
Kemudian aku berjalan meninggalkannya tetapi dia pun memelukku dari belakang.
Zheng Shuang p.o.v
Selesai berbelanja dipasar terdekat di tempat pembelanjaan pulau new caledonia. Aku pun segera berjalan pulang dan ingin memasakan masakan yang spesial khusus untuk Jae Jin ku yakin dia pasti sangat lapar.
Aku pun membuka pintu dan…
Ya tuhan..apa yang aku lihat? ada seorang wanita yang memeluk Jae Jin dari belakang aku tidak kuat melihat semua itu.
Sebenarnya siapa wanita itu? mengapa dia begitu mesra dengan Jae Jin?
To Be Continued…
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s