Destiny Love


Cast     :  Changmin (DBSK) as Changmin

Donghae (SJ) as Donghae

Han Haemin as you

Genre  :  Romance (oneshoot)

Rating :  G

“Annyeonghaseyo yorobun…..!!” sapa eeteuk songsaenim yang tiba-tiba saja datang.

“ne.. jigeum, selamat datang kekelas kalian yang baru!!! Semoga dengan kelas  kalian yang baru semangat kalian juga baru… ingat di kelas 3 ini kalian akan mengalami banyak ujian untuk kelulusan kalian.. jadi kalian harus berusaha.  Kelas 3A-4 fighting!!!!!!”

“fighting!!!” murid-murid menyahut.

“ok.. karena kalian sudah semangat… ayo kita mulai belajar.. arasso?”

“huuuuu….”murid-murid berseru tanda tidak setuju dengan ajakan  eeteuk songsaenim.

“ne..ne..ne arasso,arasso… sepertinya kalian butuh tambahan semangat lagi.  Han haemin-ssi silahkan masuk” kata pak eeteuk memanggil seseorang yang ada di luar.

Han haemi yang sejak  tadi menunggu di luar kelas segera masuk, mengikuti perintah pak eeteuk.

“Ok , haemi.. silahkan perkenalkan dirimu.. “ suruh eeteuk songsaenim.

“Ne, annyeonghaseo chonun  han haemin imnida.. chingudeul bisa panggil Haemin atau Haemi saja..  saya pindahan dari busan high school.. mohon bantuannya, khamsahamnida.”

“Nah… sudah dengarkan dia pindahan dari Busan…  jadi bantulah kalian untuk mengenal sekolah kita ini… kalau dada hal lain yang ingin di tanyakan, tanyakan nanti saat istirahat saja.”

“Haemi…  kamu boleh duduk dibangku baris dua no.3 di dekat  changmin. Karena hanya itu tempat yang kosong”

“ne…. songsaenim”

Haemin berjalan menuju bangku yang ditunjukkan oleh eeteuk songsaenim. Duduk disebelah changmin dan meletakkan tasnya.

“annyeong ..”  haemin menyapa  changmin tp sayangnya tak ada respon dari changmin.

Haemin POV:

Tadinya kupikir namja manis ini adalah namja yang ramah makanya aku mencoba menyapanya. Tapi, ternyata setelah aku sapa … huh.. tersenyumpun tidak apalagi menjawab sapaanku….no responsed! Apalagi dia sebangku denganku.  Yah.. aku berharap sikapnya tadi begitu Karena baru pertama kali bertemu denganku.

KRINGGGGGGGGGGG…..

Bel tanda istirahat telah berbunyi. Semua siswa yang  ada dikelas segera berhamburan keluar tidak terkecuali changmin yang sebelumnya focus membaca buku. Sementara Haemi hanya pasrah tetap duduk di tempat duduknya.

“huh…. Kenapa seperti ini? Kalau begini terus aku bisa jadi es beku..” keluh haemi lirih. Dahinya disandarkan di mejanya dengan lemas.

“hay.. anyeong.. neo gwenchana?” tiba-tiba siswa cewek yang duduk di depannya menyapa haemin yang sejak tadi kelihatan lemas.

“oh.. gwenchana” haemi yang dari tadi menyandarkan dahinya di meja terbangun dan spontan menjawah sapaan itu.

“namamu han haemi kan? Kenankan chonen Victoria imnida..” Victoria mengenalkan dirinya sambil tersenyum.

“ne… annyeong…”

Setelah  berbicara babibubebo di kelas Victoria mengajak haemi  keluar mengelilingi sekolahan mereka. Saat melewati perpustakaan terlihat di jendela dari dalam perpustakaan changmin dan dua orang temannya sedang membaca buku. Victoria dan Haemin duduk di gazebo yang mengarah tepat di depan perpustakan.

“mwo… changmin?” celetuk haemin yang kebetulan melihat changmin  dai jendela perpustakaan dan victoriapun ikutan spontan melihat changmin.

“changmin~ssi memang selalu berada di perpus kalau sedang jam istirahat, dia tak akan membuang waktunya dengan hal-hal yang tidak berguna. Dia adalah siswa yang pintar, selalu juara kelas di kelas kita. Dan merupakan siswa teladan tingkat nasional.” Victoria menjelaskan.

“kau tau dua orang yang ada di sampingnya?”

“anni.. nugu?” jawab  haemin

“yang memegang buku matematika itu adalah cho kyuhyun, dia juara olimpiade matematika nasional dan dia dalam persiapan untuk dikirim mengikuti olilmiade matematika tingkat internasional. Dan yang memegang bukun hukum itu adalah ketua Osis kita Jung Yunho.. dia adalah aktifis tingkat SMA yang pernah mendapat penghargaan dari presiden kita.”

“ternyata mereka semua orang hebat yang keren…” kagum haemin.

“tapi sayangnyakita tidak dapat menjangkau mereka, apalagi changmin yang sangat dingin dan sedikit angkuh. “lanjut Victoria.

“ohh.. arra.. pantas aku tadi dicuekin waktu menyapanya. Hem..pasti mereka tidak banyak disukai wanita” tebak haemin.

“kau bisa tau kalau kau memperhatikan kerumunan cewek yang ada di perpustakaan” jawab Victoria.

Hae pun mengalihkan pandangannya dari changmin ke cewek-cewek di sekitarnya dan Jdeng!! Ternyata dari tadi banyak cewek yang ada di perpustakaan kebanyakan  tidak membaca tapi mereka sedang memperhatikan changmin dan kedua temannya. Bahkan sampai ada yang membawa banner bertuliskan  semangat untuk mereka. Haeminpun dibuat bengong oleh keadaan itu.

“hah.. semua ini tidak adil, mengapa mereka terlalu banyak diberi kelebihan?”keluh Haemin dan  Victoria hanya tertawa.

Hari selanjutnya di sekolah,  ketika Haemin berjalan dilorong sekolah menuju ke kelasnya  dia berpapasan dengan seorang  siswa laki-laki  yang terpasang headphone dilehernya, laki-laki itu tersenyum pada Haemin dan  berlalu.

“mwo dia tersenyum padaku? Siapa dia?” Haemi bertanya pada dirinya sendiri.

Sampai dikelas Haemi menemukan sebuah coklat dan secarik kertas bertuliskan Mianhae..

“omo.. chocholate? Mianhae?”

“memang siapa yang telah bersalah padaku?” tanpa mempedulikan itu Haemi memasukkan coklat dan kertas itu kedalam tasnya.

Haemi menghampiri Haemi bertanya pada Victoria tentang laki-laki tadi, dan ternyata laki-laki itu bernama lee donghae seorang ketua breakdance sekolah yang juga terkenal di sekolah kebetulan Victoria juga menjadi anggota club itu.

“hem..lee donghae….” Haemi  berkata seperti itu sambil memandang  changmin yang sibuk membaca yang berada disampingnya. Hae berfikir kenapa ada orang yang sangat berbeda  antara lee donghae dan changmin. Changmin menengok kearah Haemin sadar kalau dia diperhatikan oleh Haemin . haemin pun langsung spontan mengalihkan pandangannya kebuku yang dari tadi dipegangnya.

“ue?” Tanya changmin

“ue?”jawab Haemi

“waegure..?.”

“em? Aku ? membaca..” jawab Haemi dengan wajah sok polos  yang berpura-pura tidak terjadi apa-apa padahal kelakuannya sejak tadi sudah disadari oleh changmin.

“hah..lanjutkan saja..” changmin menjawabnya sambil sedikit tertawa.

“hya.. ternyata kau bisa tertawa? Wah.. kemajuan, tertawa itu  dapat mengurangi sress dan kerontokan rambut lho.. ” sahut Haemin dengan sok akrab.

“kebanyakan tertawa sepertimu juga akan  mengganggu orang disekitarmu” tambah changmin dengan wajah kembali dingin. Dan langsung kembali melakukan aktivitasnya  semula yaitu membaca. Seketika wajah Haemi  yang ceria karena melihat changmin tertawa jadi manyun.

“Han Haemi…. Apakah disini ada yang bernama Haemi..” Tanya donghae yang tiba-tiba masuk ke kelas Haemi..  donghae melihat kesegala penjuru kelas mencari-cari haemin. Donghae menghampiri haemin yang sedang mencoret-coret bukunya sambil manyun di dekat changmin.

“haemin~a annyeong…” donghae menyapa Haemi.

“haaa? Nan?” haemin bingung..

“ne,  ada sesuatu yang gawat… kamu harus ikut denganku.”  Donghae menarik tangan haemi dan mengajaknya keluar. Sementara Changmin yang melihatnya mereka dari tadi.

“eodiseyo sunbaenim?” Tanya Haemi.

“emmm… dimana ya?” goda donghae… sementara Haemin bingung dengan donghae yang tadinya seperti dalam keadaan darurat sekarang berubah menjadi santai.

“Mwo?”

“nah.. sampai juga …. ” Donghae mengajak Haemi di sebuah taman dengan pohon besar dan bangku panjang dibawahnya. Dan mengambar sebuah burung di pohon itu.

“kau ingat?” Tanya donghae.

“annii…ingat apa? Tanya haemin

“ah.. yasudahlah , aha.. sebenarnya aku mengjamu kesini karena ingin menunjukkan gerakan danceku yang baru.. Hana.. dul.. set..” donghae dance dengan gerakan sorry-sorry super junior.

“bagaimana danceku?” Tanya donghae.

“baguss.. tp knp harus aku harus melihatnya? Bukankah  aku dan donghae sunbaenim baru kenal?”

“Baru kenal? ? oh.. ne, aku ingin menunjukan kemampuanku dance agar anak baru mau masuk club danceku.”

“ahh.. sunbaenim aku tdk ada bakat untuk ngedance..oh ya, aku masih harus bertemu dengan Ga hee songsaenim untuk mengurus kelengkapanku disini” jawab Haemi sambil pamit.

“annyeong sunbaenim.. khamsahamnida” Haemi pergi meninggalkan Donghae sementara donghae hanya tersenyum.

Donghae POV

“annii…ingat apa?”

Ternyata kau belum ingat Haemin~a tentang suasana seperti ini. Pohon, bangku panjang, dan gambar di pohon. Bahkan kau tidak mengingat gerakan dance kita sewaktu kita bertiga bersama dahulu. Maaf,Aku tdk berani mengingatkan masa lalumu. Tapi aku sangat ingin bertanya satu pertanyaan, Masihkah kau mencintai dia? Kurasa tidak untuk sekarang.  Bahkan dia sekarang tidak berani mendekatimu Haemi. Tak jelas alasannya. Jika dia tidak dapat melindungimu kuharap aku yang dapat melindungimu.

Sudah lima bulan Haemi bersekolah di Seoul high school kini Haemi sudah banyak memperoleh teman. Teman haemi yang paling dekat adalah Victoria dan  karena Victoria sering mengajak Haemi menemaninya ke clubnya sehingga haemi  juga dekat dengan Donghae. Donghae sejak pertama memang sudah menyukai Haemi tetapi dia tidak mau mengungkapkannya karena dia memiliki alasan tertentu dan memilih bersikap seperti  malaikat penolong Haemi kalau haemi mengalami kesulitan.  Tetapi ada yang belum berubah yaitu sikap Changmin yang masih dingin kepadanya. Walaupun begitu Haemi yakin changmin adalah orang baik. Bahkan diam-diam haemi memendam rasa suka pada  changmin.

Hari berikutnya setelah sehari sebelumnya Haemi  tidak masuk sekolah karena sakit. Haemi  tidak tahu Haemi sakit apa. Kejadiannya bermula ketika donghae mengajak Haemi ke salah satu taman di kota Seoul. Tiba –tiba kepala Haemi sakit dan dia pingsan. Kejadian itu sering terulang ketika Haemi mulai sedikit teringat  dengan masalalunya. Otak Haemi memang mengalami gangguan karena kecelakaan empat tahun silam dan mengakibatkan Haemi mengalami amnesia. Dan ketika dia ingat sedikit masa lalunya otak Haemi tidak mampu menahan itu sehingga dia pingsan. Kata dokter apabila hal tersebut sering terjadi maka akan mengakibatkan  kerusakan lebih pada jaringan otak Haemi. Hal tersebut tidak diceritakan oleh orang tua Haemi pada haemi sendiri.  Yang tau hal itu hanya orang-orang tertentu saja dan mereka sepakat merahasiakan demi kesehatan Haemi. Untuk itu Haemi dikirim ke Busan oleh orang tuanya agar dia jauh dari hal-hal yang mengingatkannya pada masa lalunya. Tapi setelah empat tahun Haemi dirasa sudah cukup sehat, haemi kembali ke Seoul.

Haemi yang baru datang langsung disambut dengan coklat dimejanya seperti biasa.“Wahh….ada dua choklat? Hemm.. dan masih dengan tulisan yang sama. Apa ,maksudya?” haemi tidak mau berfikir panjang dan memasukkan coklatnya kedalam tas.

Sadar akan kedatangan Changmin haemi langsung duduk manis di kursinya. Sambil tersenyum haemi menyapa  Changmin “anneyeong Changmin~shi.!” Sedah kebiasaan tiap pagi Haemi menyapa Changmin yang baru datang dan duduk disebelahnya walaupun respon Changmin tetap sama, diam dan dingin. Changmin memperhatikan Haemi sejenak dan langsung duduk begitu saja.

“oh.. ya  kemarin kamu ke taman kotakah ?aku melihatmu  disana sedang membca buku dipohon.” Tanya Haemi.

“ lebih baik kau jangan kesana..” jawab Changmin dingin. Membuat haemin tidak beran bertanya lagi.

ada apa dengan changmin? Hari ini dia aneh sekali , biasnya  changmin diam karena focus membaca bukunya, hari ini changmin diam melihat bukunya dengan tatapan kosong. Bahkan ketika ada pertanyaan dari songsaenim dia cepat menjawabnya, kali ini dia hanya melamin seperti sedang memikirkan sesuatu. Bahkan ketika istirahat biasanya dia berada di perpustakaan kini dia tidak berada disana.

Jam pelajaran hari ini telah selesai , Haemin menuju ke taman yang ditunjukkan donghae kemarin.

“hemm.. segar sekali disini, jauh dari keramaian anak-anak.” Haemin melihat suasana  gedungnya dari taman bawah.. Haemi mendengar rintihan orang yang menahan sakit disekitar taman.. haemi berbalik ternyata dibawah pohon  itu adalah changmin yang terduduk lemas dengan luka wajahnya . Bibirnya berdarah dan hidungnya mengeluarkan darah, terdapat noda-noda darah pada bajunya.

“changminaa….” Haemi berlari menuju changmin.

“Waegure? Neo gwencana?” Haemin memapah changmin duduk di bangku dekat changmin terduduk.

“ changmin~a.. apa yang terjadi?” changmin hanya terdiam kesakitan.  Haemi mengambil  sapu tanggannya dan  mencoba  membersihkan luka di wajah changmin.

“ahh.. shiroh…”  changmin menampik tangan Haemi yang ingin mengobati lukanya.. Changmin berjalan meninggalkan  Haemi dengan langkah  terhuyung-huyung.

“changmin~a..” teriak Haemi membuat langkah Changmin terhenti.

“Sebegitu besarkah kau membenciku?….  Sebegitu jijikah aku dihadapanmu, sampai tubuhmu yang sakit itu tidak mau menerima banntuanku? ..  Serendah itukakah aku sehinngga  kau sama sekali tidak mau ber bicara padaku..? jika sebesar itu rasa bencimu padaku,baiklah aku akan cepat pergi dari kehidupanmu.. tp tolong untuk kali ini jangan tolak permintaanku untuk mengobatimu, aku janji akuaakan aku akan segera  dari hadapanmu” haemi mengucapkan itu  dengan menangis . air matanya tidak berhenti mengalir..

Changmin hanya terpaku , meneteskan air mata mendengar kat-kata haemi  tanpa diketahui Haemi… sebenarnya changmin tidak membenci Haemi sama sekali tapi karena  ada suatu hal yang membuat dia begini dan tak dapat menceritakannya pada Haemi.  Changmin segera  melangkah menjauhi haemi tanpa memperdulikan perkataan Haemi. Changmin meninggalkan Haemi yang menangis sendiri di taman.

Beberapa saat setelah itu donghae  datang ke taman itu dan tidak sengaja menemukan Haemi menangis sendiri di taman.

“Haemi~a.. waegure?”

“oppa.. apakah aku ini terlalu menjijikkan?… apakah aku tidak pantas berbicara sedikitpun dengan dia? Bahkan bantuanpun serasa penghinaan?…”

“gwenchana… dia tidak mungkin bermaksud seperti itu” jawab donghae menenangkan.. dipeluknya Haemi. “ menangislah sepuasnya ..“ haemi pun menangis sepuasnya sampai baju donghae dibuat basah oleh airmatanya.

“aku pikir aku telah berhasil menjadi temannya setelah dia tersenyum pertama kali kepadaku..  ketika dia tersenyum padaku  hati ini terasa hangat” Haemin menceritakan nya setelah berhenti menangis.

“apakah kau menyukainya?” Tanya donghae …..

“sepertinya… perasaan ini sepertinya sudah ada sebelumnya sehingga sangat mudah dibangkitkan hanya karena senyumannya .. aneh rasannya” jawab Haemin.

“nuguseo? Changmin~shi?” tebak donghae

“ ne….” jawab Haemin. Mendengar perkataan Haemin hati Donghae serasa hancur..

“haemi~a.. pulanglah aku antar?”

“ oh.. gwenchana oppa aku bisa pulang sendiri..” jawab Haemi.

Kata kata itu terngiang dalam pikiranku.. Ternyata tebakanku benar. Haemi  masih mencintai Changmin bahkan setelah dia mengalami lupa ingatan. Benar-benar tak ada kesempatan untukku dalam hatinya.. baik dulu maupun sekarang.. Donghae tidak dapat berhenti berfikir, harapannya musnah.. donghae hanya memasang senyum palsunya sampai akirnya Haemin pergi.. changmin~aa kau bodoh sekali menggunakan caramu seperti ini.. kau salah changmin, ternyata walaupun dia lupa ingatan hatinya tetap milikmu. Lagi-lagi aku harus mengalah.. air mata donghae tidak terasa turun membasahi pipinya.

____Flass back____

“yobseo.. changmina”  donghae menjawab panggilan hpya.

“ mwo? Ke taman sekolah? Arasso aku akan segara kesana.” Donghae segera menuju ke taman sekolah  menemu changmin yang memintanya bertemu.

Tibanya disana changmin sudah menunggu donghae.

“ wae? Kenapa memintaku kesini?” Tanya donghae.. namun pertanyaan donghae disambut pukulan changmin pada pipi donghae.

“ kenaapa kau mengajak  Haemi ketempat itu..HAA? Sudah kubilang jangan mencoba mengingatkan masalalunya dengan mengunjungi tempat itu.!!! Kau bisa saja membuat otaknya berhenti bekerja seketika” Changmin memukul donghae tepat diperutnya. Donghae meringis kesakitan.

“apa?? aku hanya sekedar membantunya melewati masa amnesianya…apakah aku salah melakukan itu?”  kata donghae menangkap pukulan changmin yang hampir  mengenai wajahnya.”

“apakah harus dengan membuatnya sakit ? !!!!!!” sangkal changmin..

“ ini lebih baik daripada  perlahan otaknya akan berhenti bekerja karena kehingan masa lalunya walaupun aku tahu resikonya??”

“kenapa haa?? Kau cemburu karena aku membantunya sementara kau tidak dapat melakukan hal apapun ..  kau terlalu takut mendekatinya karena yang menyebabkan dia begitu adalah dirimu sendiri?”

“dengan caramu yang bodoh membuat Haemin membenci dirimu sendiri.. dan kau anggap ini cara untuk  menebus kesalahanmu pada haemin? Aku tau kau masih menyukainya… dan kau tau aku juga mencintainya dari dulu. Kau tau? Amnesia ini membuatku beruntung karena setidakknya dia lupa akan cintanya padamu dan aku punya kesempatan untuk membuat Haemin menyukaiku.”

Mendengar perkataan donghae, changmin memukul wajah donghae kembali.. Donghae membalas memukul  wajah, perut  dan tubuh  changmin. Sampai akhirnya mereka saling pukul . Sampai akhirnya perkelahian berhenti.Changmin terkapar terkulai lemas dibawah pohon dengan darah di hidung,bibir, wajah dan bajunya penuh dengn noda darah. Begitu juga dengan donghae.. hidungnya dan sudut bibirnya mengeluarkan darah hasil pukulan changmin. Namun luka donghae tidk separh changmin karena memang fisik donghae lebih tahan dibandingkan Chngmin. Donghae msih dpt berdiri tegak.

“Kau menang… kau berhasil kau berhasil mendapatkan Haemi..” sambung changmin dengan menahan sakit. Donghae hanya diam karena tidak yakin apa yang dikatakan changmin itu benar apa tidak.

“jadi kau akan seperti ini terus? Membiarkan dirimu tersakiti karena sikapmu sendiri? Kukira kita bertiga kau, aku dan Haemi adalah seorang teman. Dulu aku merelakan Haemi untukmu.. tapi coba lihat sekarang kau melepaskannya begitu saja” sahut donghae

“setidaknya ini yang dapat aku lakukan untuk menebus kesalahanku”

“baiklah, jangan menyesal kalau Haemi menjadi milikku… aku takakan melepaskannya..” ancam donghae.

_________end Flassback_________

Kau salah changmin, ternyata walaupun Haemi  lupa ingatan  tetapi  hatinya tetap milikmu. Lagi-lagi aku harus mengalah….  air mata donghae tidak terasa turun membasahi pipinya.

Haemi PoV:

Hari ini Changmin tidak masuk sekolah lagi… apakah dia marah padaku? Pasti benar, dia marapadaku. Seperti biasa aku menemukan coklat batang di mejaku, tapi kali ini terdapat tulisan disecarik kertas dengan isi yang berbeda dari biasanya. Yang biasanya hanya tertulis ‘mianhae’ sekarang kalimatnya lebih panjang.. ‘aku buruk sebelum dan setelah itu,mianhae aku telah membuatmu seperti ini. Selanjutnya mungkin aku tidak akan menghilang dari hadapanmu…  aku terlalu takut untuk mendekatimu dan melakukan kesalahan yang sama.. Mianhae’. Aku tidak tau maksud dari surat ini.. ini dari siapa ? aku terus berfikir.. “mungkinkah changmin?” tp tidak mungkin… dia tidak ada hubungan nya dengan masa  laluku.  “Emm.. Masa lalu?apakah aku punya masa lalu? Knp aku tidak ingat?” aku berusa berfikir mengingat masa laluku. Tiba-tiba saja kepalaku pusing rasanya hampir pingsan. Aku berusaha kuat agar aku tidak pingsan , bayangan masalalu bermunculan. Saat-saat bersm donghae dan changmin bermain bersama,aku menjadi pacar changmin dan sampai kecelakaan itu. Untuk memastikannya aku menemui donghae. (end POV)

“Donghae oppa… sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba aku ingat masa laluku bersamamu dan kyuhyun oppa?”Tanya Haemi.

“kau ingat?”donghae terkejut.

“nee.. kenapa kalian tidak jujur padaku. Dan knp Chagmin jahat padaku??” kesal Haemi.

“sebenarnya kami sudah sepakat merahasiakan ini karena takut kesehatanmu memburuk karena ini.. kau tahu.. kenapa changmin menjadi dingin padamu? Dia ingin membuatmu benci padanya, dia merasa bersalah karena dia merasa kau seperti ini gara-gara dia yang menyebabkan kecelakaan empat tahun yang lalu. Dia mengajakmu naik motor dan karena dia tidak berhati-hati akhirnya terjadilah kecelakaan dan membuat kepalamu terbentur.. dia sendiri luka pada tangannya.. dan kau tahu siapa yang mengirim coklat tiap pagi de mejamu? Dia adalah changmin.. ”

Haemi terdiam… tanpa terasa pipinya basah oleh air matanya. “oppa, dimana dia sekarang?”

“sekarang mungkin dia sudah berada dibandara.. dia mendapat besiswa sekolah di London.. mungkin 4 tahun lagi dia akan kembali.. aku sangat menyesal tidak mencegahnya kemarin.. ”

Belum selesai kalimat donghae.. haemi berlari mencari taxi menuju bandara.. sampai dibandara Haemi menemukan Changmin merunduk lemas  duduk diruang tunggu bandara.

“changmin~a…” panggil Haemi yang tiba-tiba bderada di depan Changmin.

Changmin terkejut dan tubuhnya spontan berdiri.. “ kenapa kau kemari?” changmin mengatakan itu dengan berusaha menutupi kesedihannya.

“hentikan semua ini!! Caramu berbicara padaku, caramu memperlakukanku… hentikanlah berpura-pura!!  Karena aku sudah tau semua… aku sudah ingat semua…” haemi megatakan itu dengan menangis.

“mwo?”

“ changmin~a.. taman kota, kecelakaan itu aku sudah ingat semua… semua bukan salahmu! Ini sudah diatur  Tuhan… jadi, janganlah kau merasa bersalah… kau tau? Pada saat aku lupa ingatan saja hati ini masih berpihak padamu…jadi tolong tetaplah disisku, karena kau pergi akan lebih sakit dari pada segalanya..” tangis Haemi semakin menjadi.. pipi Changmin tak terasa sudah dibasahi oleh air matanya sendiri. Semua orang yang ada dibandara memperhatikan mereka  tetapi mereka abaikan.

Perlahan Changmin mendekati haemi dan memeluk Haemi.. “Haemi~a.. mianhae… mianhae karena membuatmu menangis.. aku tidak akan melakukannya lagi…..saranghae..”

_–_______—-_____THE END__–________—-______

           Untuk reader….. coment di postingan ini gag haram lho… !!! HHihihi

Iklan

Satu pemikiran pada “Destiny Love

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s